Paduan Suara UKWK Sabet 3 Award Sekaligus

Univ Kristen Petra Surabaya mengadakan lomba paduan suara “Petra Choir Festival” yang diikuti oleh SMA, Universitas dan paduan suara umum. Lomba ini diadakan pada tanggal 8 – 9 Maret 2019, bertempat di kampus UK Petra Surabaya. Paduan suara mahasiswa St. Thomas Aquinas pun ikut andil dalam perlombaan ini, mereka sudah mempersiapkan dengan berlatih giat pada bulan Januari sebelumnya. Mereka membawakan dua lagu dan setiap anggota paduan suara memiliki target dari lomba kali ini. Alhasil mereka mendapatkan Award dengan juara ke-2, dan sebagai Favorit Choir dan Best Conductor. Ini adalah langkah awal yang baik bagi Paduan Suara mahasiswa St. Thomas Aquinas untuk terus berusaha lebih lagi ke depannya. Selamat! (KDK).

Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Universitas Katolik Widya Karya 2019

Oleh: Tim Pilmapres UKWK 2019

Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) merupakan sebuah program yang dijalankan sejak lama oleh Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristekdikti. Program ini bertujuan untuk peningkatan budaya berprestasi dan menghargai prestasi serta karya mahasiswa, termasuk model pembinaan di kalangan perguruan tinggi yang secara langsung atau tidak langsung mengangkat martabat mahasiswa serta perguruan tingginya. Program ini juga dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya dengan angka kompetisi yang selalu meningkat dan tema yang diusung pun berbeda pula. Tema tahun ini yang ditentukan adalah “Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs)”.

Universitas Katolik Widya Karya Malang pun turut berpartisipasi dalam program ini. Pada Januari 2019 Wakil Rektor III UKWK bidang Kemahasiswaan membentuk tim Pilmapres 2019 yang terdiri dari 4 dosen perwakilan setiap Fakultas yang ada di UKWK. Setelah dibentuk maka tim mulai bekerja untuk melakukan tahapan dalam pemilihan mahasiswa berprestasi untuk mewakili UKWK pada tingkat kompetisi di tingkat LLDIKTI Wilayah VII hingga ke tingkat Nasional. Tahapan yang disusun oleh tim Pilmapres UKWK sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahapan tersebut diantaranya seleksi tingkat Fakultas, pembekalan dan pendampingan, seminar dan presentasi, seleksi tingkat universitas, dan terakhir adalah pembuatan video peserta terpilih seleksi universitas.

Seleksi awal yang adalah seleksi yang dilakukan oleh tingkat Fakultas untuk maju pada tahap berikutnya. Pada seleksi Fakultas ini terpilih empat orang perwakilan yaitu Jesica Bengu perwakilan dari Fakultas Ekonomi, Meredith Fiona Efendi perwakilan dari Fakultas Hukum, Yohanes Sri Aji perwakilan dari Fakultas Teknik, dan Vincentius Verdy Permana Putra perwakilan dari Fakultas Pertanian. Keempat perwakilan ini kemudian mengikuti tahap berikutnya yaitu workshop dan pendampingan dari tim Pilmapres 2019. Pada tahap ini, seluruh perwakilan mendapatkan pendampingan untuk mempersiapkan essay yang menjadi syarat utama dalam pilmapres. Para peserta mendapatkan pelatihan dan pendampingan penuh selama 4 hari berturut-turut dengan model karantina.

UKM bela negara Resimen Mahasiswa Mahasurya satuan 870 Turangga Ceta

UKM bela negara Resimen Mahasiswa Mahasurya satuan 870/Turangga Ceta kembali telah mencetak anggota baru sejumlah 9 orang yang tergabung dalam latsar 73. Sebelum resmi menjadi anggota menwa, para camen (calon menwa) harus menempuh pendidikan dasar (diksar) yang dimulai pada tanggal 20 Januari 2019 hingga 3 Februari 2019 di Puslatpur Marinir Purboyo Malang. Namun, sebelum melaksanakan pendidikan dasar para camen melakukan pra-diksar selama 3 hari bersama dengan ITN (Institut Teknologi Nasional) dan UNISMA (Universitas Islam Malang) untuk melatih kesiapan serta tidak kaget saat dihadapakan dengan diksar sesungguhnya.

21 Januari 2019 para camen diberangkatkan menuju PLT marinir dan melaksanakan upacara pembukaan didampingi dengan para pelatih dari marinir. Setelah upacara pembukaan kegiatan diksar ini resmi dibuka dan para camen menjalani pelatihan selama 2 minggu bersama dengan marinir. Seperti layaknya militer, para camen dididik secara displin dan diajarkan untuk menerapkan panca dharma satya di kehidupan. Selain kegiatan fisik, camen juga dibekali dengan materi-materi wawasan kebangsaan dan  bela negara, PBB, PPM  dan materi lain seperti cara membaca peta tanpa kompas, survival/cara bertahan hidup saat berada dihutan maupun dilaut, bongkar pasang senjata laras panjang dan pistol, taktik regu senapan, mountenering, dll.

Hari ke-2 camen dibawa ke lapangan tembak puslatpur untuk latihan menembak. Selain itu, para camen juga diajak menuju pantai nganteb untuk latihan balik perahu karet dan menyelamatkan diri saat berada di laut dengan alat-alat seadanya untuk bertahan hidup. Pada hari ke-12 camen melaksanakan kegiatan LIMED (Lintas Medan) sejauh  menuju ke pantai nganteb. Tujuan LIMED adalah untuk melatih kemampuan dalam mengurus diri sendiri, memberi semangat pada diri sendiri agar kuat berjalan mencapai finish, memberanikan diri untuk menanggung resiko apapun setelah melakukan LIMED itu selesai dan melakuan sendiri apa yang diperlukan. Dalam LIMED peserta dibagi menjadi kelompok dan setiap kelompok dibekali peta tanpa kompas serta menghitung langkah untuk mencapai tiap CP (check point). Ditengah perjalan peserta diberhentikan disebuah hutan untuk melaksanakan sholat jumat dan makan siang dengan menerapkan materi survival yang telah dirima. Setelah selesai camen berjalan kembali menelusuri hutan dan menyeberangi sungai untuk menuju kepantai nganteb. Sekitar jam 15.00 para camen sudah sampai dan mendirikan bivak untuk beristirahat. Kegiatan masih berlanjut, pada hari ke-13 peserta diksar sudah persiapan untuk pembaretan yaitu mencari baret yang sengaja dikubur ditepi pantai nganteb. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan jiwa korsa dan kebersamaan para camen terhadap sesama.Hari terakhir pendidikan peserta melaksanakan upacara penutupan sekaligus pemberian baret dan para camen resmi menjadi menwa. Kegiatan ini sangat diperlukan bagi para generasi muda karena dengan semboyan menwa “Widya Chastrena Dharma Sidha” yang artinya “penyempurnaan kewajiban dengan ilmu pendidikan dan kemiliteran” mampu menyiapkan fisik, mental serta berwawasan kebangsaan agar mampu melaksakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu, tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai wadah penyaluran potensi dalam rangka menwujudkan hak dan kewajiban bela negara dan memepersiapkan potensi mahasiswa sebagai bagian dari potensi rakyat dalam sistem pertahanan rakyat semesta (SISHANRATA).

Kreatif Dengan Modal Tempe

BMF Pertanian atau Badan Mahasiswa Fakultas pertanian kembali mengadakan program tahunan fakultas pertanian yaitu lomba diversifikasi pangan pada hari sabtu, 16 februari 2019 kemarin. Lomba diversifikasi pangan tahun 2019 ini mengusung tema tentang tempe.

Lomba ini diikuti oleh 14 tim yang beranggotakan 3 orang dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA) sekota Malang. Menurut Maria Melita selaku ketua pelaksana lomba diversifikasi pangan, tema tempe diambil karena Universitas Katolik Widya Karya Malang khususnya Fakultas Pertanian ingin mengangkat nilai jual tempe dan pengolahan tempe yang lebih modern. Seperti yang kita ketahui, saat ini Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia.

Tempe sendiri merupakan salah satu makanan yang digemari oleh semua kalangan masyarakat di Indonesia. Namun, pemahaman masyarakat Indonesia dalam mengolah tempe sangatlah kurang. Olahan tempe yang dikenal masyarakat Indonesia hanya sebatas tempe yang digoreng atau dibumbui, serta dalam bentuk keripik saja. Maka dari itu, BMF Pertanian mengadakan program perlombaan bagi siswa/siswi SMA sekota Malang yang bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui berbagai macam ide dan kreativitas siswa/siswi dalam bidang pengolahan makanan berbahan dasar tempe. Selain itu, program ini juga dimanfaatkan oleh BMF Pertanian sebagai ajang promosi Fakultas Pertanian yang ada di Universitas Katolik Widya Karya Malang.

Safari Kampus Universitas Widya Mandala Surabaya

Safari kampus atau kunjungan Universitas yang diadakan oleh Universitas Widya Mandala Surabaya merupakan acara yang menarik bagi Universitas Widya Karya Malang. Safari kampus ini di ketuai oleh Floren dari mahasiswa Universitas Widya Mandala Surabaya. Acara safari kampus di selenggarakan pada tanggal 14 Februari 2019 dan di mulai pukul 10.00 – 12.00 WIB. WIB.

Menurut Floren selaku ketua pelaksana merasa terkejut dan kagum ketika berkunjung ke Universitas Widya Karya, karena dari tiga Universitas yang saat ini di kunjungi oleh Floren, Widya Karya adalah Universitas yang paling welcoming dengan beberapa persiapan yang matang, dimulai dari BMU menyambut teman-teman dari Universitas Widya Mandala di pintu depan dan kemudian mengajak berkeliling sekitar kampus Widya Karya, serta memberikan beberapa penampilan dari teman-teman kesenian. Anggota dari Universitas Widya Mandala yang mengikuti kunjungan berjumlah 16 dari BPMU, 9 dari BMU, dan 2 dosen Universitas Widya Mandala.

Untuk persiapan kunjungan kampus ini melalui proses yang cukup lama melalui beberapa kali rapat, pemilihan universitas, karena sebelumnya Universitas Widya Mandala berkunjung ke Jakarta, Jogja, Semarang, dan mencoba untuk memilih Universitas yang terdekat dengan Surabaya yaitu Universitas di Malang salah satunya Universitas Widya Karya Malang. (CPTPA)