BADAN MAHASISWA JURUSAN MANAJEMEN PERKANTORAN ADAKAN KEGIATAN TABLE MANNER

Malang, (16/04). Pada hari Minggu, 15 April 2018 BMJ Manajemen Perkantoran Unika Widya Karya bekerja sama dengan Taman Indie Restaurant mengadakan kegiatan Table Manner dengan tema yang diusung yakni “Express the Elegant and Classy in You”. Kegiatan ini dihadiri oleh lima belas peserta beserta dosen pembimbing. Tujuan dari kegiatan table manner ini adalah memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang etika dalam acara jamuan makan internasional. Acara ini diawali dengan pemberian materi oleh Bapak Nanang Wintoro selaku Restaurant Manager, lalu dilanjutkan dengan tour berkeliling di Taman Indie Restaurant, dan kemudian diakhiri dengan praktik makan sesuai dengan aturan yang berlaku dalam table manner, menu yang disajikan oleh Taman Indie Restaurant lengkap dari appetizer hingga dessert.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat sangat senang dan menikmati acara demi acara, ditambah dengan suguhan tempat dan pemandangan yang indah membuat para peserta betah berlama-lama dan mengambil kesempatan untuk selfie atau berfoto bersama. Melalui Kegiatan table manner ini, para peserta diharapkan mampu menerapkan perilaku sopan santun saat di meja makan dalam pergaulan sehari-hari maupun dalam dunia bisnis nantinya, serta dapat meningkatkan rasa percaya diri di dalam pribadi masing-masing. (Agt)

Salam Scientia ad Laborem.

Rancang Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro 3000 watt di desa Niwak, Kalimantan Selatan

Ketenagalistrikan merupakan salah satu prioritas pembangunan dalam pemerintahan Presiden Jokowi, yang membutuhkan investasi sebesar Rp 1.035 triliun dari total Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai Rp. 4.197 triliun.  Dari jumlah rupiah sebanyak itu, diharapkan sebagian partisipasi dari sektor swasta.

Keuskupan Banjarmasin dibawah Komisi Karya Nyata yang dipimpin oleh Bapak Willy Sebastian, ikut berpartisipasi dalam pembangunan terutama dalam Program Pembangunan Dayak Meratus di Kalimantan Selatan yang telah berlangsung selama 9,5 tahun.  Proyek ini bertujuan mengangkat harkat dan martabat Suku Dayak Meratus dengan pembangunan di bidang Pendidikan, Kesehatan dan Sosial ekonomi.  Salah satu desa yang sedang dibangun adalah desa Niwak; dimana desa ini terletak di lereng pegunungan Meratus dengan akses jalan yang sangat minim dan jauh dari jangkauan pembangunan pemerintah.  Tetapi karena letaknya di lereng di desa ini terdapat beberapa potensi air yang dapat dimanfaatkan untuk tenaga listrik.  Maka melalui surat permintaan tenaga ahli untuk perancangan dan pemasangan tenaga air ke Universitas Katolik Widya Karya Malang, diadakan kerjasama antara Komisi Karya Nyata Keuskupan Banjarmasin dengan UKWK.

Pertama-tama, pada bulan Agustus 2017, Bapak Harsa Dhani dari Teknik Mesin Unika Widya Karya, mengunjungi desa Niwak untuk survei kebutuhan warga dan potensi air yang ada.  Warga terdiri atas 12 kepala keluarga yang masing-masing membutuhkan listrik sekitar 200 watt untuk penerangan, televisi dan kulkas; maka kira-kira dibutuhkan listrik sebesar 2400 watt untuk seluruh desa.  Selanjutnya diadakan survei lapangan di beberapa titik yang potensial dan didapati di suatu titik sungai dapat menghasilkan sekitar 3000 watt.

Kemudian dilakukan perancangan pembangkit listrik ini, dengan bendungan untuk menstabilkan aliran air, penstock untuk mengalirkan air, pompa sebagai turbin, generator sinkron, rumah turbin dan panel.  Barang-barang didatangkan ke desa dan diangkut ke posisi air terjun.  Warga desa Niwak dengan gigih dan pantang menyerah ikut berpartisipasi dana dan tenaga; pada saat pembangunan seorang warga mengendarai sepeda motor membawa semen untuk bendungan, melewati jalan sempit dan jatuh ke jurang, tetapi syukur kepada Tuhan, warga tersebut tidak mengalami luka serius, hanya lecet di beberapa tempat.  Berikutnya untuk mengangkut turbin dan generator ke site seberat 300 kg, itu membutuhan usaha ekstra, juga pengangkutan penstock ke site yang dipanggul warga, disini dapat dilihat berkat Tuhan yang luar biasa bagi orang-orang yang mau berusaha dan mengandalkan Tuhan.

Cara kerja PLTMH ini adalah air ditampung oleh bendungan sehingga pasokan air stabil, kemudian dialirkan ke penstock (pipa besar) ke turbin; karena tendangan air ini, turbin berputar pada porosnya.  Poros turbin dikopling dengan generator sehingga generator ikut berputar bersama-sama.  Generator yang berputar menghasilkan listrik.

Proyek ini telah terselesaikan dengan baik dan warga desa dapat menikmati listrik 3000 watt tanpa biaya bulanan dan tanpa polusi.  Anak-anak sekolah dapat belajar sampai sore hari.  Pada tanggal 18 Maret 2018, listrik mikro hidro “Niwak” ini diresmikan oleh Bapa Uskup Mgr. Petrus Boddeng Timang, yang dihadiri juga oleh para ketua adat dari desa Niwak dan desa-desa sekitar, Kapolsek Bapak Andre, Danramil Bapak Yohanes, Ketua Komisi Karya Nyata Bapak Willy Sebastian, Harsa Dhani dari Unika Widya Karya dan warga dari desa Niwak dan desa sekitar.

Salam Scientia Ad Laborem

INDONESIA DEAN’S COURSE FOR PRIVATE HIGHER EDUCATION IN INDONESIA

Surabaya, 5-8 Februari 2018

PENGANTAR

Universitas Katolik Widya Karya Malang (UKWK) berkesempatan mengikuti Indonesia Dean’s Course for Private Higher Education in Indonesia (INADC-PHEI) yang diadakan pada tanggal 5-8 Februari 2018 di Hotel Shantika Premiere Gubeng dengan tuan rumah (host) Universitas Surabaya.

Mengikuti workshop ini sungguh memperluas wawasan dan pengetahuan. Kesempatan yang baik untuk belajar dari para fasilitator dan sesama rekan partisipan dari 24 Perguruan Tinggi Swasta dari seluruh Indonesia yang amat bervariasi bentuk, mutu dan pengalamannya. 25 PTS telah diseleksi oleh panitia dari sekitar 50 pendaftar.

Calon partisipan  yang diseleksi harus mengirimkan proposalnya dalam bahasa Inggris karena teksnya dibaca oleh German: Deutscher Akademischer Austauschdienst atau German Academic Exchange Service (DAAD). Program ini merupakan kerjasama antara Kementerian Riset Dikti dan Pemerintah Jerman. Semua partisipan  dibiayai oleh DAAD kecuali ongkos transportasi dari tempat asal menuju lokasi workshop.

Workshop dibagi dalam dua tahap.  Pertama (Part 1) tanggal 5-8 Februari 2018. Kedua (Part 2) tanggal 21-23 Mei 2018 dengan tuan rumah Universitas Pembangunan Jaya, Bintaro, Banten.

WORKSHOP

Kegiatan workshop sangat padat, mulai jam 08.00 pagi hingga jam 17.00 tanpa istirahat (tidur) siang. Materi yang diberikan antara lain tentang Higher Education System (HES), Human Resource Management (HRM), Financial Management (FM), Research Management (RM) dan Project Management (PM).

Para fasilitatornya sangat handal, yakni Ibu Dr.Illah Sailah, MS (Koordinator Kopertis III), Ibu Leenawaty Limantara, M.Sc., Ph.D (Rektor Universitas Pembangunan Jaya, Bintaro), Bapak Tatas H.P. Brotosudarmo, Dipl.Chem., Ph.D (Direktur Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi dan Ma Chung Reserach Center for Photosynthetic Pigments), Bapak Nemuel Daniel Pah, Ph.D (Wakil Rektor I Universitas Surabaya).

Dinamika workshopnya sangat menarik dan bervariasi sehingga tidak membuat partisipannya jenuh atau mengantuk. Setelah acara smashing boundaries semua partisipan dan fasilitator begitu akrab. Ini bertahan sampai akhir. Bahkan group WAnya pun masih tetap hidup dan hangat sampai tulisan ini dituangkan.

Metodenya: presentasi oleh fasilitator (15-20 menit) dalam bentuk paparan dan permainan, diskusi kelompok singkat (10-15 menit), presentasi kelompok (setiap kelompok 5 menit), tanggapan dari fasilitator dan partisipan, dan ada pula peer-counseling untuk kasus konkret yang disampaikan oleh salah satu partisipan dalam setiap kelompok. Pada hari Senin, 5 Februari partisipan  diberi kesempatan untuk mengobservasi Universitas Surabaya untuk dapat memberikan penilaian terhadap pelbagai fasilitas, proses, layanan dan aktivitas di lingkungan kampus tersebut. Para partisipan kemudian mendiskusikannya dalam kelompok untuk memberikan laporannya dalam pleno. Pada hari Selasa, 6 Februari sore disampaikan cara membuat Project Action Plan (APA) yang diikuti dengan pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan oleh setiap partisipan. Pada hari Rabu, 7 Februari pagi  hingga sore setiap partisipan selama 5 menit memresentasikan APAnya yang berkenaan dengan rencana konkret yang akan dilaksanakannya di lembaga masing-masing dalam jangka waktu 3 bulan ke depan (Februari-April) dan akan dipresentasikan hasilnya pada tahap II workshop pada tanggal 21-23 Mei 2018.

PENUTUP

Sebagai salah satu partisipan rektor UKWK sudah membuat PAP tentang Human Resource Management yang akan disampaikan kepada dosen dan tenaga kependidikan UKWK untuk dapat dilaksanakan. Jika ini bisa dilaksanakan, diharapkan akan terjadi perubahan-perubahan menuju kondisi dan kualitas kinerja UKWK yang lebih baik.

Karena itu, diharapkan pengertian, partisipasi dan dukungan semua dosen dan tendik untuk membuat PAP itu terlaksana secara baik, lancar dan berhasil.

Salam Scientia ad Laborem

Malang, 8 Februari 2018

Albertus Magnus Herwanta, O.Carm., M.A.

Rektor

Rekoleksi Adven Mahasiswa Katolik UKWK 2017

Universitas Katolik Widya Karya telah sukses menyelenggarakan Rekoleksi Natal 2017, yang berlokasi di Aula SMAK Santa Maria Malang, pada hari minggu tanggal 10 Desember 2017. Acara ini dihadiri oleh 134 Mahasiswa Katolik Widya Karya dari semua fakultas dan angkatan, dengan tema “BersamaMu, Hatiku Damai”. Tujuan rekoleksi adalah untuk membangun semangat kristiani dan sekaligus menjadi kesempatan untuk evaluasi diri dalam kehidupan iman Katolik. Salah satu manfaat penting lainnya adalah untuk membangun kualitas relasi para peserta untuk saling mengenal dan membangun keakraban.

Materi rekoleksi diberikan oleh 3 pembicara, yaitu; Romo Albertus Herwanta, O.Carm (Rektor UKWK) dengan materi “DamaiKu, Kuberikan Kepadamu”, kemudian dilanjutkan dengan meditasi kristiani oleh Ibu Inez (alumni UKWK), dan materi terakhir oleh Pak Hari Kurniawan (Dosen Fakultas Ekonomi UKWK) dengan judul “The Power of Partnership”. Semangat yang dibangun dalam penyampaian materi, tidak hanya soal religiusitas dan spiritualitas, namun juga pengetahuan, mindset serta mental positif para mahasiswa. Selain itu panitia juga mempersiapkan suatu skema aktivitas kelompok dengan memanfaatkan fitur sosial media Instagram, untuk menyebarkan pesan yang positif.

Rekoleksi tahun ini dapat disebut memiliki keunikkan karena selain memiliki variasi tema materi yang beragam, juga memanfaatkan perkembangan fitur digital untuk menciptakan kreasi yang relevan dengan semangat damai Natal. Setelah mengikuti rekoleksi ini, diharapkan seluruh peserta memiliki cara pandang yang baru dan mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat, untuk menghadapi tantangan di tahun 2018. Semoga mahasiswa Katolik Widya Karya bisa lebih produktif dan kontributif, baik dalam lingkup universitas, gereja dan masyarakat, serta mampu menjadi mitra Allah yang baik.

Selamat menyambut Hari Natal 2017 dan semoga Damai Tuhan senantiasa menyertai kita

Salam Scientia ad Laborem

BADAN MAHASISWA FAKULTAS (BMF) HUKUM UKWK BERPARTISIPASI DALAM KONGRES NASIONAL IKATAN SENAT MAHASISWA HUKUM INDONESIA (ISMAHI)

Badan Mahasiswa Fakultas (BMF) Hukum Universitas Katolik Widya Karya Malang mendapatkan kesempatan untuk bergabung dalam seminar nasional dan kongres yang diadakan oleh Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI). Kegiatan tersebut diselenggarakan pada tanggal 6-8 November 2017 di Fakuktas Hukum Universitas Pancasila, Depok.

Kegiatan tersebut dibagi menjadi dua bagian yakni Seminar Nasional dan Kongres ISMAHI. Pada Seminar Nasional tersebut dibuka dengan sambutan dari Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.S. selaku Ketua Mahkamah Konstitusi. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa Hukum Indonesia harus mengabdi kepada bangsa dan negara. Lebih lanjut beliau menerangkan bahwa hukum pun mempunyai tanggung jawab yang bersifat veritikal yaitu membuat dan menegakkan. Sehingga penegakan hukum Indonesia merupakan sebuah dasar kehidupan bagi seluruh masyarakat Indonesia berdasarkan Pancasila. Berikutnya setalah sambutan tersebut, seminar nasional ini dibagi kedalam empat sesi yang diisi oleh empat pembicara yang sudah ahli dalam bidangnya. Sesi pertama diisi oleh Prof. Dr. Aidul Fitriciada Azhari, S.H., Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia, dengan tema Penegakan Hukum di Era Reformasi. Sesi kedua diisi oleh Kombes Pol. Dr. (C) Andry Wibowo, S. IK., M.H., M.Si., dengan tema Reformasi Hukum (Pemikiran Kritis dalam Negara Integralistik). Sesi Ketiga diisi oleh Dr. Armansyah nasution, S.H., M.H. dengan tema Grand Design Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia. Dan sesi terakhir oleh Prof. Dr. Andi Hamzah, S.H. yang membicarakan tentang Tanggapan Terhadap Rancangan Undang-Undang KUHP.

Berikutnya pada hari kedua, pada tanggal 7 November 2017, merupakan puncak kegiatan yaitu dimulainya kongres ISMAHI. Hari kedua ini dilakukan dua sidang Pleno, yaiu sidang Pelno I membahas penetapan agenda dan tata tertib kongres beserta pemilihan presidium sidang. Sally Octavia yang merupakan Ketua Badan Mahasiswa Fakultas (BMF) Hukum UKWK terpilih sebagai Presidium III dalam kongres tersebut yang bertugas sebagai sekretaris dan notulen siddang pleno. Sidang berikutnya adalah Sidang Pleno II yang membahas mengenai Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat ISMAHI dan Sidang-Sidang Komisi. Pada sidang komisi ini dibentuk tiga komisi yang masing-masing komisi diberikan tema khusus dalam pembahasannya. Komisi A membahas AD/RT organisasi;, Komisi B membahas menganai garis besar haluan organisasi; dan Komisi C mebahas mengenai kegiatan eksternal dan internal. Dari pembahasn ketiga komisi nanti akan ditetapkan rekomendasi bagi organisasi ISMAHI ke depannya untuk bekerja. Pada Hari kedua ini sidang Pleno berakhir hingga pukul 01.00 WIB dini hari.

Pada hari ketiga, 8 November 2017, kegiatan dimulai pada pukul 11.00 WIB dengan agenda sidang Pleno III dan Sidang Pleno IV. Sidang Pleno III beragendakan pembahasan dan penetapan hasil sidang komisi pada sidang Pleno II. Sidang Pleno III ini dilakukan dengan cara musyawarah untuk mencapai kata mufakat dan voting adalah sebagai jalan terakhir jika terjadi kebuntuan atau dead lock dalam permusyawaratan tersebut. Berikutnya setelah ditetapkan hasil sidang komisi tersebut, dilanjutkan pada Sidang Pleno IV. Agenda Sidang Pleno IV terdiri dari tiga agenda yakni (1). Pembahasan dan penetapan tata cara pemilihan dewan nasional dan dewan pengurus pusat ISMAHI periode 2017-2019; (2) Pemilihan dewan nasional ISMAHI periode 2017-2019; (3). Pemilihan dewan pengurus pusat ISMAHI 2017-2019; dan (4). Penetapan dan pelantikan pinpinan ISMAHI periode 2017-2019. Pada Sidang Pleno IV akhirnya terdapat 7 kandidat dewan nasional ISMAHI periode 2017-2019 dan yang terpilih adalah Yoga Yusdiadi dari Jawa Barat.

Kongres ISMAHI ini merupakan undangan kongres secara nasional yang diikuti oleh Badan Mahasiswa Fakultas (BMF) Hukum UKWK. Dengan mengikuti acara kongres nasional tersebut semakin membuat jejaring-jejaring dalam lingkup nasional bagi pengembangan diri dan pengembangan organisasi BMF di wilayah nasional. Hasil dari kongres tersebut ke depan adalah banyaknya kerja sama antar Senat Mahasiswa Hukum baik di lingkup lokal, regional, dan nasional untuk mengembangkan ilmu hukum. Sesuai dengan moto BMF Hukum UKWK “Yudha Pratidina”. Salam Scientia Ed Laborem.

(E.R.D)

Forum Komunikasi Fakultas Pertanian 2017

Forum Komunikasi (Forkom) merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh Badan Mahasiswa Fakultas Pertanian dengan tujuan untuk menjalin komunikasi yang baik, sebagai wadah kesepakatan bersama, dan meningkatkan semangat kekeluargaan di antara dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa-mahasiswi Fakultas Pertanian. Forum Komunikasi tahun ini diadakan pada tanggal 26 Oktober 2017 dengan tema We Have One Spirit To Serve and To Learn in Agriculture Faculty. Tema ini dipilih dengan maksud agar seluruh keluarga besar Fakultas Pertanian memadukan semangat untuk saling melayani dan belajar di Fakultas Pertanian. Semangat inilah yang akan menghidupi seluruh kegiatan belajar mengajar dan organisasi sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Acara ini dihadiri oleh Rektor, para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa-mahasiswi Fakultas Pertanian. Peserta hadir mulai pkl.11.00 untuk presensi dan acara dimulai pkl.11.30. Acara dibuka dengan doa dan dipandu oleh MC yang juga mengajarkan jargon kepada seluruh peserta “Say Faperta Yoooo Faperta (3x), Cekidot”. Acara dilanjutkan dengan sambutan Romo Albertus Herwanta, O.Carm selaku Rektor dan Dr. Kukuk Yudiono selaku Dekan. Acara dilanjutkan dengan perkenalan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa seluruh angkatan dan jurusan. Untuk mempererat perkenalan di antara para mahasiswa, panitia mengadakan game singkat dengan membagikan kertas nama dari mahasiswa yang telah diacak dan setiap mahasiswa diminta untuk menemukan mahasiswa dengan nama yang tertera pada kertas yang diterimanya. Sorak sorai menyertai pelaksanaan game ini dan terdapat kebahagiaan tersendiri ketika mahasiswa berhasil menemukan pasangannya. Kebahagiaan ini dilanjutkan dengan penampilan stand up comedy dan nyayian ”Laskar Pelangi” dari mahasiswa angkatan 2016.

Setelah makan siang, acara dilanjutkan dengan presentasi materi dari Dekan, Ketua Jurusan THP, Ketua Jurusan Agribisnis, Kepala Laboratorium Pertanian, dosen motivator, BMF, BMJ THP, BMJ Agribisnis. Dekan menjelaskan visi, misi, tujuan dan sasaran Fakultas Pertanian. Ketua Jurusan menjelaskan visi, misi, tujuan dan sasaran jurusan, prospek kerja, kurikulum jurusan, peraturan dan tata tertib perkuliahan dan ujian, serta tugas mandiri mahasiswa. Kepala laboratorium menjelaskan peraturan dan tata tertib penggunaan laboratorium. Satu dosen selanjutnya diberi kesempatan untuk menyampaikan materi yang dapat memotivasi para mahasiswa dalam belajar dengan tema “Menuju: BERHASIL”. Rangkaian materi selanjutnya disampaikan oleh BMF dan BMJ terkait visi, misi, dan program kerja selama 1 (satu) tahun. Acara selanjutnya adalah penampilan Mahasiswa 2017 yang menyanyikan lagu Indonesia Pusaka dan Merah Putih, serta kuis dan tanya jawab tentang materi yang telah disampaikan. Acara ditutup dengan doa dan dilanjutkan dengan foto bersama sebagai salah satu perwujudan semangat kekeluargaan.

 

Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan partisipasi demi terselenggarakannya Forkom 2017.

Sampai bertemu di Forkom 2018.

 

Say Faperta Yooo Faperta……. Cekidot…..

(Pan. Forkom FP’17)

5 Mahasiswa Unika Widya Karya Berpartisipasi Dalam Intercultural Student Camp 2017

Pemuda lintas budaya! Merawat keberagaman Bangsa Indonesia tidak cukup hanya dengan proses pembelajaran dikelas, melainkan perlu adanya sebuah interaksi secara langsung dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Inilah yang baru saja secara serius dilakukan oleh 5 mahasiswa Unika Widya Karya yang hadir dalam perhelatan akbar ‘Intercultural Student Camp 2017’ tanggal 25- 28 Oktober yang lalu. Mengambil tempat di dua kampus ternama yang juga sebagai penyelenggara utama yaitu di Universitas Katolik Atmajaya Jakarta & Universitas Katolik Parahayangan Bandung acara ini bertema “Saya Muda, Saya Peduli, Saya Indonesia”.

Filipus Hendra Subagia (Fakultas Teknik Sipil), Yohan Ade Kurnia  (Fakultas Teknik Sipil), Maria Goreti Wahyuni (Teknologi Hasil Pertanian), Vincentius Verdy PP (Teknologi Hasil Pertanian) dan Ancillia Griselda (Akuntansi) telah berproses dengan perwakilan- perwakilan mahasiswa yang berasal dari 18 Perguruan Tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK (Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik). Acara ISC 2017 ini mampu menyajikan berbagai isu- isu kebangsaan dengan menarik dan dapat memacu para peserta untuk saling berinteraksi dalam rangka mencari solusi atas permasalahan bangsa.

Acara ISC APTIK 2017 ini tidak hanya memacu interaksi dipermukaan namun lebih mendalam melalui community building yang dimaksudkan untuk mendalami keindahan keragaman yang ada dari tiap individu peserta. Hari pertama dan kedua dilalui peserta di Jakarta, begitu banyak motivasi yang tersebar di setiap sesinya, mulai dari leadership, bagaimana menjadi active citizen, belajar bagaimana membangun social-entreprenuership bersama Bank Mandiri dan diskusi lintas keagamaan. Hari ketiga dan keempat peserta diajak berpindah ke kota Bandung, diawali dengan menikmati alam dan diberikan sebuah suntikan semangat tentang profesi sebagai petani muda hingga menyaksikan dan belajar bersama kesenian angklung khas bandung di Saung Angklung Udjo dan ditutup dengan sight seeing di daerah Cihampelas. Esok harinya peserta secara semarak menggunakan batik kebanggannya mengikuti Upacara Sumpah Pemuda di Unika ParahayanganBandung, di ikuti berikutnya Motivational Session dari Mgr. Anton (Uskup Bandung)  tentang Crative Minority, serangkaian talkshow tematik dalam memaknai sumpah pemuda, yang menghadirkan diantaranya seniman Nyoman Nuarta, aktivis muda, hingga Rektor Unika Parahayangan (Mangadar, S., PhD) & Prof Bambang Sugiharto yang menyampaikan perihal ‘kontekstualisasi Pancasila serta problematika identitas’.

Acara ini ditutup dengan sebuah misa penutup dan tampilan bakat dari ke 18 Perguruan Tinggi Katolik anggota Asosiasi. Sebelumnya para peserta telah mengadakan rapat pleno dan menyusun sebuah deklarasi. Salam Pemuda Lintas Budaya!!

(i.r.a.n)

Forum Komunikasi Umat Beragama Kunjungi UKWK

Hari Jum’at (20/10) pada pukul 14.00 WIB Universitas Katolik Widya Karya mendapat kehormatan untuk menjadi destinasi pertama organisasi FKUB kota Malang untuk berbagi ilmu dan berdiskusi tentang kerukunan umat beragama yang ada di UKWK. Kegiatan ini dilaksanakan oleh pihak FKUB setidaknya tiga sampai empat kali dalam setahun. Mereka akan sambangi dan sharing, serta tanya jawab kepada pihak kampus terkait keberagaman dan kerukunan umat beragama yang ada di kampus-kampus.

Sesi tanya jawab  dan diskusi ini dilakukan di dalam ruang rapat dosen UKWK. Terkait dengan pertanyaan-pertanyaan pihak FKUB seputar keberagaman budaya dan agama yang ada di UKWK. Andy Endra Krisna, M. Pd., selaku KAHUMAS UKWK menjelaskan bahwa universitas kita merupakan universitas yang multicultural, sehingga mahasiswa dan mahasiswinya tidak hanya yang beragama Katolik saja, namun juga Islam, Kristen, Hindu maupun Budha. Tidak hanya itu, staff dan tenaga pendidik pun juga ada yang beragama non-Katolik.

KAHUMAS UKWK juga menyatakan bahwa toleransi bagi umat non-Katolik, yang kebanyakan adalah umat Muslim, dianggap baik. Seperti misalnya, mahasiswi dan tenaga kerja wanita beragama Islam yang ada di UKWK diperbolehkan untuk berhijab.

Selain itu, keberagaman budaya yang ada di UKWK tak luput juga dibahas dalam forum ini. Mulai dari mahasiswa dari kota malang sendiri, hingga luar kota Malang di pulau Jawa, mahasiswa dari NTT, sampai Papua. Keberagaman budaya tersebut tak ayal dapat menimbulkan problem antar budaya bagi masyarakat sekitar kampus. Kendati demikian, seperti yang disampaikan oleh KAHUMAS UKWK, hingga saat ini belum ada keluhan dari warga sekitar tentang perbedaan budaya tersebut.

Adapun upaya-upaya yang dilakukan pihak UKWK untuk membangun relasi antara umat beragama yakni dengan menghadiri undangan halal bihalal umat Muslim, dan lain sebagainya. Hal itu dianggap sebagai suatu kewajiban yang harus dilakukan, membangun relasi dan menjaga nama baik UKWK. Setelah itu, FKUB juga bertanya tentang nilai-nilai yang diajarkan di matakuliah Agama di kampus kita. KAHUMAS UKWK menjawab bahwa matakuliah ini adalah matakuliah yang tergolong fleksibel. Matakuliah ini tidak hanya mengajarkan tentang agama Katolik saja, namun membahas tentang religiusitas semua agama. Dalam matakuliah ini, ada beberapa kegiatan yang dilakukan mahasiswa, seperti berkunjung ke gereja, berkunjung ke masjid dan wawancara dengan Kyai, juga berkunjung ke wihara yang ada di kota Malang, sebagai upaya untuk memperluas ilmu tentang keberagaman agama yang ada.

Forum diskusi ini berakhir sekitar pukul 15.30 WIB dengan apresiasi yang baik dari kedua belah pihak, pihak UKWK maupun pihak FKUB turut senang dapat berbagi ilmu dan informasi dan berharap keduanya dapat membina relasi yang baik juga kedepannya. Pihak FKUB juga mengutarakan bahwa Universitas Katolik Widya Karya dapat dijadikan contoh untuk kampus-kampus lain.

Salam Scientia ed Laborem.

Bekali Mahasiwa, BMF-FH Selenggarakan FORKOM 2017

Malang – Badan Mahasiswa Fakultas-Fakultas Hukum (BMF-FH) Universitas Katolik Widya Karya (UKWK) menyelenggarakan salah satu program kerja rutinnya, yakni Forum Komunikasi (FORKOM) FH Sabtu (23/9) lalu. Forum yang diadakan di Laboratorium Hukum UKWK ini diisi bekal berupa beragam materi yang bisa dimanfaatkan mahasiswa selama masa perkuliahan bahkan sampai setelah lulus nanti.

Pemateri merupakan dosen-dosen FH UKWK sendiri, di antaranya Celina Tri Siwi K. selaku dekan FH, Hermanto Silalahi selaku ketua jurusan Ilmu Hukum, Ignatius Arga Nuswantoro, Parao Sitanggang, Emanuel Raja Damaitu, dan R. Diah Imaningrum. Mereka menjelaskan tentang kemahasiswaan, Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), dan aturan perkuliahan pada umumnya.

Tak terbatas pada materi di atas, para peserta (mahasiswa FH dari seluruh angkatan) bebas menanyakan seputar perkuliahan, menyampaikan keluhan dan opini, serta diskusi perihal ilmu hukum. Segalanya itu demi perbaikan mutu fakultas dan sumber daya manusia FH.

Suyani, ketua pelaksana FORKOM 2017, memaparkan, “Secara luas sebenarnya mahasiswa memiliki jiwa pemimpin, tetapi melalui FORKOM ini diharapkan semua juga bisa bertanggung jawab. Tanggung jawab ini secara sederhananya dapat dilihat saat dia mengerjakan tugas kuliah.”

“Harapan saya tentunya FORKOM berikutnya bisa lebih baik lagi, lebih mengedepankan keterbukaan antara dosen dengan mahasiswa sehingga bisa sama-sama maju, dan belajar menjadi pemimpin dimulai dengan tanggungjawab dan disiplin” lanjut mahasiswa semester tiga itu. Hal ini selaras dengan tema FORKOM tahun ini, yaitu “Be a Good Leader for Justice”.

UKWK Sambangi Camaba di Malang Raya

Malang – Dalam rangka promosi, bulan ini Universitas Katolik Widya Karya (UKWK) menghadiri pameran pendidikan perguruan tinggi di berbagai Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) di Malang Raya. Sekolah penyelenggara pameran pendidikan ini antara lain SMAK Kolese Santo Yusup (9-10/9), SMAK Cor Jesu (11/9), SMAK Frateran (12/9), SMAK Santa Maria (14/9), dan SMAK Santo Albertus (16/9).

Selama pameran, UKWK menyediakan konsultasi pendidikan gratis bagi calon mahasiswa baru (camaba). Camaba bebas menanyakan terkait program studi yang ditawarkan, biaya perkuliahan, profil lulusan, beasiswa, kegiatan Ospek, Unit Aktivitas Mahasiswa (UAM) serta informasi media sosial UKWK. Diharapkan melalui konsultasi ini, UKWK dapat membantu camaba menentukan pilihan dan memahami betul keinginan dan potensi mereka.

Untuk memperluas wawasan tentang dunia perkuliahan, UKWK mengajak para mahasiswa yang juga merupakan alumni SMAK tersebut untuk membagikan pengalaman mereka. Kehadiran mahasiswa ternyata mampu menggait lebih banyak siswa. Usia yang hampir sama menjadi salah satu faktor pendukungnya. Selain itu, berbagai merchandise menarik dibagikan kepada para pengunjung di stan pameran.