BADAN MAHASISWA FAKULTAS (BMF) HUKUM UKWK BERPARTISIPASI DALAM KONGRES NASIONAL IKATAN SENAT MAHASISWA HUKUM INDONESIA (ISMAHI)

Badan Mahasiswa Fakultas (BMF) Hukum Universitas Katolik Widya Karya Malang mendapatkan kesempatan untuk bergabung dalam seminar nasional dan kongres yang diadakan oleh Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI). Kegiatan tersebut diselenggarakan pada tanggal 6-8 November 2017 di Fakuktas Hukum Universitas Pancasila, Depok.

Kegiatan tersebut dibagi menjadi dua bagian yakni Seminar Nasional dan Kongres ISMAHI. Pada Seminar Nasional tersebut dibuka dengan sambutan dari Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.S. selaku Ketua Mahkamah Konstitusi. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa Hukum Indonesia harus mengabdi kepada bangsa dan negara. Lebih lanjut beliau menerangkan bahwa hukum pun mempunyai tanggung jawab yang bersifat veritikal yaitu membuat dan menegakkan. Sehingga penegakan hukum Indonesia merupakan sebuah dasar kehidupan bagi seluruh masyarakat Indonesia berdasarkan Pancasila. Berikutnya setalah sambutan tersebut, seminar nasional ini dibagi kedalam empat sesi yang diisi oleh empat pembicara yang sudah ahli dalam bidangnya. Sesi pertama diisi oleh Prof. Dr. Aidul Fitriciada Azhari, S.H., Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia, dengan tema Penegakan Hukum di Era Reformasi. Sesi kedua diisi oleh Kombes Pol. Dr. (C) Andry Wibowo, S. IK., M.H., M.Si., dengan tema Reformasi Hukum (Pemikiran Kritis dalam Negara Integralistik). Sesi Ketiga diisi oleh Dr. Armansyah nasution, S.H., M.H. dengan tema Grand Design Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia. Dan sesi terakhir oleh Prof. Dr. Andi Hamzah, S.H. yang membicarakan tentang Tanggapan Terhadap Rancangan Undang-Undang KUHP.

Berikutnya pada hari kedua, pada tanggal 7 November 2017, merupakan puncak kegiatan yaitu dimulainya kongres ISMAHI. Hari kedua ini dilakukan dua sidang Pleno, yaiu sidang Pelno I membahas penetapan agenda dan tata tertib kongres beserta pemilihan presidium sidang. Sally Octavia yang merupakan Ketua Badan Mahasiswa Fakultas (BMF) Hukum UKWK terpilih sebagai Presidium III dalam kongres tersebut yang bertugas sebagai sekretaris dan notulen siddang pleno. Sidang berikutnya adalah Sidang Pleno II yang membahas mengenai Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat ISMAHI dan Sidang-Sidang Komisi. Pada sidang komisi ini dibentuk tiga komisi yang masing-masing komisi diberikan tema khusus dalam pembahasannya. Komisi A membahas AD/RT organisasi;, Komisi B membahas menganai garis besar haluan organisasi; dan Komisi C mebahas mengenai kegiatan eksternal dan internal. Dari pembahasn ketiga komisi nanti akan ditetapkan rekomendasi bagi organisasi ISMAHI ke depannya untuk bekerja. Pada Hari kedua ini sidang Pleno berakhir hingga pukul 01.00 WIB dini hari.

Pada hari ketiga, 8 November 2017, kegiatan dimulai pada pukul 11.00 WIB dengan agenda sidang Pleno III dan Sidang Pleno IV. Sidang Pleno III beragendakan pembahasan dan penetapan hasil sidang komisi pada sidang Pleno II. Sidang Pleno III ini dilakukan dengan cara musyawarah untuk mencapai kata mufakat dan voting adalah sebagai jalan terakhir jika terjadi kebuntuan atau dead lock dalam permusyawaratan tersebut. Berikutnya setelah ditetapkan hasil sidang komisi tersebut, dilanjutkan pada Sidang Pleno IV. Agenda Sidang Pleno IV terdiri dari tiga agenda yakni (1). Pembahasan dan penetapan tata cara pemilihan dewan nasional dan dewan pengurus pusat ISMAHI periode 2017-2019; (2) Pemilihan dewan nasional ISMAHI periode 2017-2019; (3). Pemilihan dewan pengurus pusat ISMAHI 2017-2019; dan (4). Penetapan dan pelantikan pinpinan ISMAHI periode 2017-2019. Pada Sidang Pleno IV akhirnya terdapat 7 kandidat dewan nasional ISMAHI periode 2017-2019 dan yang terpilih adalah Yoga Yusdiadi dari Jawa Barat.

Kongres ISMAHI ini merupakan undangan kongres secara nasional yang diikuti oleh Badan Mahasiswa Fakultas (BMF) Hukum UKWK. Dengan mengikuti acara kongres nasional tersebut semakin membuat jejaring-jejaring dalam lingkup nasional bagi pengembangan diri dan pengembangan organisasi BMF di wilayah nasional. Hasil dari kongres tersebut ke depan adalah banyaknya kerja sama antar Senat Mahasiswa Hukum baik di lingkup lokal, regional, dan nasional untuk mengembangkan ilmu hukum. Sesuai dengan moto BMF Hukum UKWK “Yudha Pratidina”. Salam Scientia Ed Laborem.

(E.R.D)

Forum Komunikasi Fakultas Pertanian 2017

Forum Komunikasi (Forkom) merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh Badan Mahasiswa Fakultas Pertanian dengan tujuan untuk menjalin komunikasi yang baik, sebagai wadah kesepakatan bersama, dan meningkatkan semangat kekeluargaan di antara dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa-mahasiswi Fakultas Pertanian. Forum Komunikasi tahun ini diadakan pada tanggal 26 Oktober 2017 dengan tema We Have One Spirit To Serve and To Learn in Agriculture Faculty. Tema ini dipilih dengan maksud agar seluruh keluarga besar Fakultas Pertanian memadukan semangat untuk saling melayani dan belajar di Fakultas Pertanian. Semangat inilah yang akan menghidupi seluruh kegiatan belajar mengajar dan organisasi sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Acara ini dihadiri oleh Rektor, para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa-mahasiswi Fakultas Pertanian. Peserta hadir mulai pkl.11.00 untuk presensi dan acara dimulai pkl.11.30. Acara dibuka dengan doa dan dipandu oleh MC yang juga mengajarkan jargon kepada seluruh peserta “Say Faperta Yoooo Faperta (3x), Cekidot”. Acara dilanjutkan dengan sambutan Romo Albertus Herwanta, O.Carm selaku Rektor dan Dr. Kukuk Yudiono selaku Dekan. Acara dilanjutkan dengan perkenalan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa seluruh angkatan dan jurusan. Untuk mempererat perkenalan di antara para mahasiswa, panitia mengadakan game singkat dengan membagikan kertas nama dari mahasiswa yang telah diacak dan setiap mahasiswa diminta untuk menemukan mahasiswa dengan nama yang tertera pada kertas yang diterimanya. Sorak sorai menyertai pelaksanaan game ini dan terdapat kebahagiaan tersendiri ketika mahasiswa berhasil menemukan pasangannya. Kebahagiaan ini dilanjutkan dengan penampilan stand up comedy dan nyayian ”Laskar Pelangi” dari mahasiswa angkatan 2016.

Setelah makan siang, acara dilanjutkan dengan presentasi materi dari Dekan, Ketua Jurusan THP, Ketua Jurusan Agribisnis, Kepala Laboratorium Pertanian, dosen motivator, BMF, BMJ THP, BMJ Agribisnis. Dekan menjelaskan visi, misi, tujuan dan sasaran Fakultas Pertanian. Ketua Jurusan menjelaskan visi, misi, tujuan dan sasaran jurusan, prospek kerja, kurikulum jurusan, peraturan dan tata tertib perkuliahan dan ujian, serta tugas mandiri mahasiswa. Kepala laboratorium menjelaskan peraturan dan tata tertib penggunaan laboratorium. Satu dosen selanjutnya diberi kesempatan untuk menyampaikan materi yang dapat memotivasi para mahasiswa dalam belajar dengan tema “Menuju: BERHASIL”. Rangkaian materi selanjutnya disampaikan oleh BMF dan BMJ terkait visi, misi, dan program kerja selama 1 (satu) tahun. Acara selanjutnya adalah penampilan Mahasiswa 2017 yang menyanyikan lagu Indonesia Pusaka dan Merah Putih, serta kuis dan tanya jawab tentang materi yang telah disampaikan. Acara ditutup dengan doa dan dilanjutkan dengan foto bersama sebagai salah satu perwujudan semangat kekeluargaan.

 

Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan partisipasi demi terselenggarakannya Forkom 2017.

Sampai bertemu di Forkom 2018.

 

Say Faperta Yooo Faperta……. Cekidot…..

(Pan. Forkom FP’17)

5 Mahasiswa Unika Widya Karya Berpartisipasi Dalam Intercultural Student Camp 2017

Pemuda lintas budaya! Merawat keberagaman Bangsa Indonesia tidak cukup hanya dengan proses pembelajaran dikelas, melainkan perlu adanya sebuah interaksi secara langsung dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Inilah yang baru saja secara serius dilakukan oleh 5 mahasiswa Unika Widya Karya yang hadir dalam perhelatan akbar ‘Intercultural Student Camp 2017’ tanggal 25- 28 Oktober yang lalu. Mengambil tempat di dua kampus ternama yang juga sebagai penyelenggara utama yaitu di Universitas Katolik Atmajaya Jakarta & Universitas Katolik Parahayangan Bandung acara ini bertema “Saya Muda, Saya Peduli, Saya Indonesia”.

Filipus Hendra Subagia (Fakultas Teknik Sipil), Yohan Ade Kurnia  (Fakultas Teknik Sipil), Maria Goreti Wahyuni (Teknologi Hasil Pertanian), Vincentius Verdy PP (Teknologi Hasil Pertanian) dan Ancillia Griselda (Akuntansi) telah berproses dengan perwakilan- perwakilan mahasiswa yang berasal dari 18 Perguruan Tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK (Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik). Acara ISC 2017 ini mampu menyajikan berbagai isu- isu kebangsaan dengan menarik dan dapat memacu para peserta untuk saling berinteraksi dalam rangka mencari solusi atas permasalahan bangsa.

Acara ISC APTIK 2017 ini tidak hanya memacu interaksi dipermukaan namun lebih mendalam melalui community building yang dimaksudkan untuk mendalami keindahan keragaman yang ada dari tiap individu peserta. Hari pertama dan kedua dilalui peserta di Jakarta, begitu banyak motivasi yang tersebar di setiap sesinya, mulai dari leadership, bagaimana menjadi active citizen, belajar bagaimana membangun social-entreprenuership bersama Bank Mandiri dan diskusi lintas keagamaan. Hari ketiga dan keempat peserta diajak berpindah ke kota Bandung, diawali dengan menikmati alam dan diberikan sebuah suntikan semangat tentang profesi sebagai petani muda hingga menyaksikan dan belajar bersama kesenian angklung khas bandung di Saung Angklung Udjo dan ditutup dengan sight seeing di daerah Cihampelas. Esok harinya peserta secara semarak menggunakan batik kebanggannya mengikuti Upacara Sumpah Pemuda di Unika ParahayanganBandung, di ikuti berikutnya Motivational Session dari Mgr. Anton (Uskup Bandung)  tentang Crative Minority, serangkaian talkshow tematik dalam memaknai sumpah pemuda, yang menghadirkan diantaranya seniman Nyoman Nuarta, aktivis muda, hingga Rektor Unika Parahayangan (Mangadar, S., PhD) & Prof Bambang Sugiharto yang menyampaikan perihal ‘kontekstualisasi Pancasila serta problematika identitas’.

Acara ini ditutup dengan sebuah misa penutup dan tampilan bakat dari ke 18 Perguruan Tinggi Katolik anggota Asosiasi. Sebelumnya para peserta telah mengadakan rapat pleno dan menyusun sebuah deklarasi. Salam Pemuda Lintas Budaya!!

(i.r.a.n)

Forum Komunikasi Umat Beragama Kunjungi UKWK

Hari Jum’at (20/10) pada pukul 14.00 WIB Universitas Katolik Widya Karya mendapat kehormatan untuk menjadi destinasi pertama organisasi FKUB kota Malang untuk berbagi ilmu dan berdiskusi tentang kerukunan umat beragama yang ada di UKWK. Kegiatan ini dilaksanakan oleh pihak FKUB setidaknya tiga sampai empat kali dalam setahun. Mereka akan sambangi dan sharing, serta tanya jawab kepada pihak kampus terkait keberagaman dan kerukunan umat beragama yang ada di kampus-kampus.

Sesi tanya jawab  dan diskusi ini dilakukan di dalam ruang rapat dosen UKWK. Terkait dengan pertanyaan-pertanyaan pihak FKUB seputar keberagaman budaya dan agama yang ada di UKWK. Andy Endra Krisna, M. Pd., selaku KAHUMAS UKWK menjelaskan bahwa universitas kita merupakan universitas yang multicultural, sehingga mahasiswa dan mahasiswinya tidak hanya yang beragama Katolik saja, namun juga Islam, Kristen, Hindu maupun Budha. Tidak hanya itu, staff dan tenaga pendidik pun juga ada yang beragama non-Katolik.

KAHUMAS UKWK juga menyatakan bahwa toleransi bagi umat non-Katolik, yang kebanyakan adalah umat Muslim, dianggap baik. Seperti misalnya, mahasiswi dan tenaga kerja wanita beragama Islam yang ada di UKWK diperbolehkan untuk berhijab.

Selain itu, keberagaman budaya yang ada di UKWK tak luput juga dibahas dalam forum ini. Mulai dari mahasiswa dari kota malang sendiri, hingga luar kota Malang di pulau Jawa, mahasiswa dari NTT, sampai Papua. Keberagaman budaya tersebut tak ayal dapat menimbulkan problem antar budaya bagi masyarakat sekitar kampus. Kendati demikian, seperti yang disampaikan oleh KAHUMAS UKWK, hingga saat ini belum ada keluhan dari warga sekitar tentang perbedaan budaya tersebut.

Adapun upaya-upaya yang dilakukan pihak UKWK untuk membangun relasi antara umat beragama yakni dengan menghadiri undangan halal bihalal umat Muslim, dan lain sebagainya. Hal itu dianggap sebagai suatu kewajiban yang harus dilakukan, membangun relasi dan menjaga nama baik UKWK. Setelah itu, FKUB juga bertanya tentang nilai-nilai yang diajarkan di matakuliah Agama di kampus kita. KAHUMAS UKWK menjawab bahwa matakuliah ini adalah matakuliah yang tergolong fleksibel. Matakuliah ini tidak hanya mengajarkan tentang agama Katolik saja, namun membahas tentang religiusitas semua agama. Dalam matakuliah ini, ada beberapa kegiatan yang dilakukan mahasiswa, seperti berkunjung ke gereja, berkunjung ke masjid dan wawancara dengan Kyai, juga berkunjung ke wihara yang ada di kota Malang, sebagai upaya untuk memperluas ilmu tentang keberagaman agama yang ada.

Forum diskusi ini berakhir sekitar pukul 15.30 WIB dengan apresiasi yang baik dari kedua belah pihak, pihak UKWK maupun pihak FKUB turut senang dapat berbagi ilmu dan informasi dan berharap keduanya dapat membina relasi yang baik juga kedepannya. Pihak FKUB juga mengutarakan bahwa Universitas Katolik Widya Karya dapat dijadikan contoh untuk kampus-kampus lain.

Salam Scientia ed Laborem.

Bekali Mahasiwa, BMF-FH Selenggarakan FORKOM 2017

Malang – Badan Mahasiswa Fakultas-Fakultas Hukum (BMF-FH) Universitas Katolik Widya Karya (UKWK) menyelenggarakan salah satu program kerja rutinnya, yakni Forum Komunikasi (FORKOM) FH Sabtu (23/9) lalu. Forum yang diadakan di Laboratorium Hukum UKWK ini diisi bekal berupa beragam materi yang bisa dimanfaatkan mahasiswa selama masa perkuliahan bahkan sampai setelah lulus nanti.

Pemateri merupakan dosen-dosen FH UKWK sendiri, di antaranya Celina Tri Siwi K. selaku dekan FH, Hermanto Silalahi selaku ketua jurusan Ilmu Hukum, Ignatius Arga Nuswantoro, Parao Sitanggang, Emanuel Raja Damaitu, dan R. Diah Imaningrum. Mereka menjelaskan tentang kemahasiswaan, Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), dan aturan perkuliahan pada umumnya.

Tak terbatas pada materi di atas, para peserta (mahasiswa FH dari seluruh angkatan) bebas menanyakan seputar perkuliahan, menyampaikan keluhan dan opini, serta diskusi perihal ilmu hukum. Segalanya itu demi perbaikan mutu fakultas dan sumber daya manusia FH.

Suyani, ketua pelaksana FORKOM 2017, memaparkan, “Secara luas sebenarnya mahasiswa memiliki jiwa pemimpin, tetapi melalui FORKOM ini diharapkan semua juga bisa bertanggung jawab. Tanggung jawab ini secara sederhananya dapat dilihat saat dia mengerjakan tugas kuliah.”

“Harapan saya tentunya FORKOM berikutnya bisa lebih baik lagi, lebih mengedepankan keterbukaan antara dosen dengan mahasiswa sehingga bisa sama-sama maju, dan belajar menjadi pemimpin dimulai dengan tanggungjawab dan disiplin” lanjut mahasiswa semester tiga itu. Hal ini selaras dengan tema FORKOM tahun ini, yaitu “Be a Good Leader for Justice”.

UKWK Sambangi Camaba di Malang Raya

Malang – Dalam rangka promosi, bulan ini Universitas Katolik Widya Karya (UKWK) menghadiri pameran pendidikan perguruan tinggi di berbagai Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) di Malang Raya. Sekolah penyelenggara pameran pendidikan ini antara lain SMAK Kolese Santo Yusup (9-10/9), SMAK Cor Jesu (11/9), SMAK Frateran (12/9), SMAK Santa Maria (14/9), dan SMAK Santo Albertus (16/9).

Selama pameran, UKWK menyediakan konsultasi pendidikan gratis bagi calon mahasiswa baru (camaba). Camaba bebas menanyakan terkait program studi yang ditawarkan, biaya perkuliahan, profil lulusan, beasiswa, kegiatan Ospek, Unit Aktivitas Mahasiswa (UAM) serta informasi media sosial UKWK. Diharapkan melalui konsultasi ini, UKWK dapat membantu camaba menentukan pilihan dan memahami betul keinginan dan potensi mereka.

Untuk memperluas wawasan tentang dunia perkuliahan, UKWK mengajak para mahasiswa yang juga merupakan alumni SMAK tersebut untuk membagikan pengalaman mereka. Kehadiran mahasiswa ternyata mampu menggait lebih banyak siswa. Usia yang hampir sama menjadi salah satu faktor pendukungnya. Selain itu, berbagai merchandise menarik dibagikan kepada para pengunjung di stan pameran.

SAPA MABA 2017 Dongkrak Nasionalisme dan Nilai Kekeluargaan

   Malang – Serangkaian Acara Pendampingan Awal Mahasiswa Baru (SAPA MABA) 2017 Universitas Katolik Widya Karya (UKWK) yang diselenggarakan Senin (28/8) sampai dengan Sabtu (2/9) lalu mengangkat tema “100% UKWK, 100% Indonesia”. Panitia SAPA MABA 2017 berupaya mendongkrak rasa nasionalisme dan kekeluargaan. Hal ini selaras dengan semangat kemerdekaan di bulan Agustus.

   “Kami melihat bahwa UKWK ini miniatur dari Indonesia. Kami menggambarkan bahwa di UKWK ini bukan milik satu golongan, tetapi berbagai macam,” ujar Emanuel Raja Damaitu, Steering Committee SAPA MABA 2017. Berbagai golongan yang dimaksud itu pun mewakili Indonesia secara keseluruhan. Nasionalisme, menurut Emanuel, tidak dibatasi oleh wilayah, tetapi lebih berdasar pada spirit kebersamaan.

   Gelora nasionalisme tahun ini ditampilkan melalui dress code merah-putih saat inagurasi. Gervasius Adi Pratama selaku Organizing Committee mengatakan, “Jiwa nasionalisme pun ditanamkan melalui pemakaian lagu-lagu nasional untuk yel-yel dan nama pahlawan yang jarang dikenal sebagai nama kelompok.”

   Terkait nilai kekeluargaan yang disematkan, Emanuel menjelaskan, “Kami tidak berbicara mengenai senioritas, tetapi lebih kepada menghilangkan gap. Panitia adalah kakak bagi adik-adik yang baru sehingga target kami setelah serangkaian acara formalnya selesai, kami semua adalah keluarga.”

   Kegiatan luar biasa ini diikuti oleh 169 peserta, termasuk 1 mahasiswa difabel dan 1 mahasiswa berkebutuhan khusus. Kehadiran mereka dinilai semakin mengembangkan semangat dan niat belajar bagi para Organizing Committee juga Steering Committee.

   Sabtu (2/9) lalu menjadi hari terakhir kegiatan SAPA MABA 2017. Inagurasi menjadi penutup sekaligus penghujung acara. Inagurasi ini dilaksanakan pukul 16.00-21.00 WIB di lapangan area depan kampus. Beberapa aktivitas yang dilakukan adalah doa bersama, penampilan per fakultas, seremonial pemotongan tumpeng, makan malam bersama, drama, tari modern, fashion show (nuansa kemerdekaan), akustik, penobatan King & Queen, penyerahan hadiah, dan flash mob.

Babak Final Tendik Kreatif

jumat, 21 Juli 2017 lomba tendik kreatif Unika Widya Karya Malang telah berakhir. Dengan berakhirnya lomba ini pemenang lomba juara 1, 2 dan 3 sudah diputuskan. Penilaian lomba ini melalui dua tahap yakni; (1) Penjurian hasil portofolio, (2) Penjurian wawancara. Hasil dari penjurian babak pertama tersaring 7 peserta dengan nilai tertinggi untuk kemudian melakukan ujian wawancara sebagai babak terakhir. Pada ujian wawancara ini, para peserta diwawancara oleh 3 juri. Juri 1 Rm. Albertus Herwanta, O.Carm, juri 2 Bpk. Dr. N. Tugur Redationo, ST., MT., juri 3 Bpk. Dr. Agustinus Indradi, M.Pd. Hasil penilaian dewan juri direkap dan diplenokan, setelah itu diperoleh tiga nilai terbanyak sebangai juara 1, 2 dan 3. Peringkat pertama jatuh pada Ibu Dra. Hieronyma Endang Sumarwahyati. Peringkat kedua jatuh pada P. Bambang Prayitno R.M., SE. Peringkat ketiga jatuh pada Ibu Theresia Edi Setyowati, SE. Hadiah akan diberikan kepada para pemenang pada saat Wisuda Sarjana dan Ahli Madya Angkatan XXXII tahun 2017. Selamat bagi para peserta lomba, khususnya bagi para pemenang. Semoga ide-ide kreatif mereka bisa segera terealisasi demi kemajuan Unika Widya Karya Malang.

Salam Scientia ad Laborem

Tim Promosi UKWK Malang

Tim Promosi UKWK Malang menghipnotis peserta MOS SMK Katolik Santo Yusuf Blitar

Rabu, 19 Juli 2017 bertempat di aula SMK Katolik Santo Yusuf Blitar, tim promosi dari UKWK hadir dalam acara Masa Orientasi Siswa (MOS) di sekolah ini. Kehadiran tim dari UKWK ini membawakan acara motivasi dalam satu sesi acara MOS pada hari tersebut. Kehadirannya menghipnotis seluruh peserta yang berjumlah 271 siswa, dengan serangkaian motivasi-motivasi, ice breaking, sulap juga hypnosis. Acara ini disambut dengan meriah oleh peserta, panitia dan guru pendamping. Selain itu Kepala Sekolah Rm. Vincentius Prastowo, mengapresiasi kedatangan tim promosi ini dan berharap supaya kedepan kunjungan-kunjungan seperti ini intensitasnya lebih sering lagi. Tidak hanya untuk para siswa tetapi juga untuk para guru. Semoga kedepan hubungan antara kedua institusi pendidikan ini terjalin lebih erat lagi.

Salam Scientia ad Laborem

 

Kunjungan Profesor USF ke Unika Widya Karya

Hari ini, Jumat tanggal 14 Juli 2017, Unika Widya Karya berbahagia atas kunjungan seorang Profesor dari University of South Florida (USF). Beliau adalah Prof. Yashwant Pathak, Ph.D, M.Pharm yang berkenan memberikan presentasinya tentang Academic Career: Special Research Focus and Achievements di Aula Santo Thomas Aquinas. Beliau memaparkan seberapa pentingnya seorang akademisi/dosen meniti karirnya melalui penelitian demi penelitian. Presentasi berlangsung selama 45 menit dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Antusiasme para dosen begitu besar terhadap topik yang beliau bawakan, sehingga sesi tanya jawab berlangsung dengan sangat meriah sampai total waktu 2 jam presentasi.

Terima kasih  Prof. Yashwant Pathak atas sharing ilmu yang diberikan. Salam Scientia ad Laborem.