WORKSHORP MENULIS PENTIGRAF

Bertempat di Aula St. Thomas Aquino UKWK, selama 2 hari, 8-9 Juli 2019 telah diadakan Workshop Menulis Pentigraf (Cerpen Tiga Paragraf). Acara tersebut merupakan kerja sama antara LPPM UKWK dengan Komunitas Penulis Katolik-Deo Gratias (KPK). Kegiatan yang diikuti tidak kurang dari 62 orang tersebut terdiri dari usia 17 s.d. 72 tahun. Ada siswa SMA, mahasiswa, ibu rumah tangga, guru, penulis, karyawan swasta, PNS, aktivis gereja, dan pensiunan. Peserta berasal dari Malang dan sekitarnya serta Surabaya. Adapun dari KPK DG yang ikut datang berasal dari Jakarta, Salatiga, Yogyakarta, Solo, Bojonegoro, Mojokerto, dan Sidoarjo,

Pada hari pertama acara diisi dengan pelatihan menulis pentigraf yang materinya dibawakan oleh Bpk. Tengsoe Tjahjono (sastrawan dan Pembina KPK DG) dan Bpk. Eka Budianta (sastrawan Indonesia dari Jakarta). Setelah menerima materi, peserta dibagi menjadi 6 kelompok dan kepada masing-masing peserta diminta membuat minimal 1 pentigraf.  Hasil terbaik di kelompok dipresentasikan pada hari kedua.

Hari kedua, acara diawali dengan Klinik Pentigraf. Hasil terbaik dari kelompok dibacakan untuk mendapat masukan dari para senior KPK DG yang ikut hadir dalam workshop tersebut. Para senior KPK DG memberikan apresiasi yang luar biasa karena 6 pentigraf yang dibacakan rata-rata sudah bagus, baik dari segi bahasa, alur, dan kedalaman pesan yang disampaikan. Selama 2 minggu setelah workshop, setiap peserta diminta minimal mengirimkan 5 pentigraf yang nantinya akan dibukukan.

Dalam kesempatan tersebut, untuk pertama kalinya KPK DG memberikan Deo Gratias Award. Yang mendapat penganugerah penghargaan di tahun 2017 ini adalah J.F.X. Hoery, sastrawan Katolik dari Bojonegoro yang sampai usia 72 tahun ini masih produktif berkarya. Acara dilanjutkan dengan launching dan bedah buku kumpulan pentigraf yang telah dihasilkan oleh para penulis di KPK DG yang berjudul “Pedagang Jambu Biji dari Phnom Phen”.  Bedah buku mengundang pembicara: Rm. Albertus Herwanta, O Carm., M.A. (Rektor UKWK), Maria Lupiani (Penulis) dan Bpk Eka Budianta (Kurator buku pentigraf yang dibedah). Keseluruhan acara yang berjalan sangat dinamis tersebut ditutup dengan Misa Perutusan oleh Rm. Albertus Herwanta, O. Carm.

 

REDAKSI MAJALAH SENTIL SHARING BERSAMA PENULIS

Pada hari Kamis tanggal 8 Juni 2017 yang lalu, kampus tercinta kita, Universitas Katolik Widya Karya, kedatangan seorang penulis buku berbakat yang menjadi inspirator bagi penulis-penulis muda, Bu Yuli Nugraheni. Beliau datang berkat undangan dari Rektor Universitas Katolik Widya Karya, beliau hadir bersama bersama dua orang yang ahli di bidang meditasi. Acara ini dibuka oleh Rm. Albertus Herwanta, O.Carm., M.A selaku rektor Universitas Katolik Widya Karya, dihadiri oleh Rm. Eko Putranto O.Carm., S.Pd selaku wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Bapak Ignatius Arga Nuswantoro,S.H., M.H. selaku staff bidang Kemahasiswaan, dan seluruh redaktur majalah SENTIL UKWK yang lama dan yang baru.

Acara dilaksanakaan di ruang rapat dosen di ruang 2.11, pukul 14.30 dan selesai pukul 17.10. Diawali dengan sharing pengalaman oleh Bu Yuli yang juga merupakan penggerak kelompok penulis kampung jerami, memiliki banyak pengalaman di bidang tulis-menulis, baik berita, cerpen, maupun novel. Kemudian di lanjutkan dengan diskusi dan tanya-jawab. Disela-sela acara juga dilakukan pelatihan mediasi singkat. Selesai mediasi, acara dilanjutkan kembali dengan diskusi bersama. Acara ditutup dengan penyerahan cindera mata dan foto bersama.

 

Pendalaman Iman Menyenangkan !

   Menjadi sebuah Universitas Katolik merupakan sebuah panggilan yang perlu dipertanggung jawabkan. Hal ini nyata dilakukan oleh Universitas Katolik Widya Karya sebagai satu satunya Universitas Katolik di Malang memenuhi tanggung jawabnya dengan mengadakan acara bertajuk Pelatihan Praktik Penerapan Metode Pendalaman Iman yang Sesuai dengan Kebutuhan Umat.  Bertempat di Aula St. Thomas Aquino dengan peserta yang berjumlah tidak kurang dari 80 orang terbagi dalam 8 kelompok.

   Dr. Agustinus Indradi, M.Pd yang merupakan Dosen Universitas Katolik Widya Karya memandu jalannya kegiatan Pendalaman Iman ini yang berfokus pada pendalaman sabda untuk bisa dipraktikan. 2 hal yang menjadi penting dalam penawaran Dr. Agustinus adalah perumusan ide pokok atau pesan yang akan disampaikan. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa pengembangan gagasan pendukung melalui cerita sangat diperlukan, entah diletakkan di awal, di tengah, di akhir atau justru kombinasi diantaranya.

   Apa yang disampaikan Dr. Agustinus yang saat ini dipercaya menjabat Ketua LPPM
(Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) UKWK ini tidak terlepas dari apa yang dilakukan Yesus saat mengajar umatnya melalui perumpamaan dan cerita. Lebih jauh Dr. Agustinus memberikan contoh 2 bentuk penegasan melalui apa yang disebut repetisi  dan restatement. Acara yang juga dihadiri Rektor Universitas Katolik Widya Karya ini berjalan begitu menarik, terbukti dengan antusiasnya peserta hingga 1 jam lebih, setelah acara yang seharusnya berakhir pukul 13.00.

(IRAN)

LUSTRUM Ke- 7 Universitas Katolik Widya Karya

   Universitas Katolik Widya karya pada tahun 2017 ini merayakan lustrum yang ke- 7.  Ketua Pelaksana Lustrum ke-7 ini adalah Bpk. Benedictus Sonny Yoedono, S.Pd., M.T. Beliau menyampaikan bahwa semangat para penjasa lah yang membantu para panitia pelaksana untuk mendalami proses perencanaan Lustrum yang ke- 7 ini. “Pada Lustrum ke 7 ini, hendaknya seluruh civitas academica mulai dari mahasiswa, tenaga kependidikan (tendik), dan dosen dapat menginternalisasi semangat penjasa serta sejarah UKWK sebagai bahan untuk berjuang menghidupi dan mengembangkan UKWK supaya menjadi lebih baik” ucap dosen Fakultas Teknik ini.

   Beliau juga berharap bahwa dalam Lustrum ke- 7 ini dapat tercapai peningkatan kualitas internal. Berbagai macam acara telah disiapkan dalam rangkaian Lustrum ke- 7, mulai dari Workshop Pembuatan Kalender, Lomba Pembuatan Kalender, Lomba Tenaga Pendidik Kreatif, Ziarah Penjasa, Jalan Sehat, hingga Pelatihan Publikasi Internasional bagi para dosen. Secara resmi rangkaian Lustrum sudah dibuka melalui misa pembukaan yang dipimpin secara langsung oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Malang, Rm. Eko Atmono, Pr.

   Secara khusus Bpk. Sonny berharap rangkaian kegiatan lustrum ini bisa dijadikan bahan untuk merefleksikan apa yang telah kita lakukan tahun tahun sebelumnya, selain mengenang yang telah berjuang untuk widya karya, penjasa yang sudah mengantarkan widya karya hingga dititik ini. “Semoga semangat Lustrum bisa tidak berhenti sampai disini melainkan bisa dimanfaatkan untuk kehhidupan dan kegiatan lain sesuai tugas nya masing-masing di UKWK demi kinerja yang lebih baik”, tambah Bpk. Sonny

(I.R.A.N)

Misa Paskah Bersama Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan O.Carm

   Universitas Katolik Widya Karya Malang pada 5 Mei 2017 yang lalu menyelenggarakan Misa Perayaan Paskah Bersama Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan O.Carm. Dalam Perayaan Paskah tersebut Bapa Uskup didampingi secara langsung oleh Rm. Hudiono  Pr, Rm. Albertus Herwanta O.Carm,  Rm. Michael Moelja O.Carm, dan Rm. J. Primanto Ariwibowo, CP. Segenap civitas akademika Unversitas Katolik Widya Karya begitu larut dalam perayaan syukur tersebut.

   Secara khusus Bapa uskup berpesan kepada segenap civitas akademika, khususnya para dosen untuk dapat membantu dan bersinergi dengan upaya keuskupan untuk terus bersama-sama memberikan yang terbaik kepada-Nya melalui langkah-langkah strategis di bidang pendidikan. Perayaan Paskah yang diawali dengan misa ini ditutup dengan acara ramah tamah segenap jajaran Dosen dan Tenaga Kependidikan di lingkungan Widya Karya dengan Bapa Uskup.

   Misa Paskah ini juga diadakan sebagai  bentuk Universitas Katolik Widya Karya untuk ikut ambil bagian memaknai  tema APP 2017 yaitu “Keluarga Berwawasan Ekologis”

(I.R.A.N)

MISA SYUKUR PEMBUKAAN LUSTRUM 7

   Peningkatan Kualitas Tridharma yang Promotif bagi Universitas Katolik Widya Karya Malang, tema inilah yang menjadi pegangan bagi seluruh rangkaian kegiatan dalam perayaan Lustrum ke- 7 bagi Universitas Widya Karya. Pada 9 April 2017 yang lalu Aula St Thomas Aquino menjadi saksi hangatnya dan berkobarnya semangat lustrum kali ini yang dibuka melalui sebuah misa kudus. Misa yang dipimpin oleh secara langsung oleh Vikaris Jendral Keuskupan Malang Rm. RD Y.C. Eko Atmono bersama Rm. Albertus Herwanta O.Carm  Rm. Michael Moelja O.Carm, Rm. Eko Putranto O.Carm dan Rm. J. Primanto Ariwibowo, CP.

   Dalam kotbah Rm. Eko Atmono menyampaikan perlunya menyamakan nada dasar syukur atas terselenggaranya kesempatan merasakan rahmat Allah melalui perayaan lustrum ini, termasuk didalamnya memaknai Tridharma yang promotif.  Misa yang diselenggarakan di Aula St. Thomas Aquino ini dilanjutkan dengan acara ramah tamah yang didahului pelepasan merpati putih tanda dibukanya rangkaian acara Lustrum ke- 7.

   Masih dalam suasana yang sama, Rm. Eko Atmono membacakan susunan Dewan Penyantun yang akan memberikan sumbang saran dan masukan bagi kemajuan Widya Karya. Dewan Penyantun yang dipilih merupakan individu terpercaya yang memiliki kapasitas dan kapabilitas di bidang pendidikan, sosial kemasyarakatan, kesehatan, dan pengembangan pribadi. Dalam sambutannya pula Rektor Universitas katolik Widya Karya Universitas Katolik Widya Karya secara langsung membacakan beberapa hal yang dilewati atau dilakukan oleh widya karya sampai dititik ini, baik perekrutan pegawai baru, rencana kedepan, prestasi mahasiswa, dan kegiatan-kegiatan bermutu dari widya karya.

Selamat Merayakan Lustrum ke- 7! (I.R.A.N)

Mendalami Profesionalisme Dalam Berkarier Bersama International Director of John Robert Powers

  Pusat Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (PPKK) Universitas Katolik Widya Karya menyelenggarakan seminar penutupan rangkaian Program Klinik Kerja Interview Simulation  6 Mei yang lalu dengan tema Profesionalisme dalam Berkarir. Seminar tersebut menghadirkan narasumber yang sangat kredibel dari John Robert Powers.  Ibu Indayati Oetomo yang merupakan International Director of John Robert Powers Indonesia memberikan berbagai mecam tips dan trik hingga masukan bagi setiap peserta seminar yang hadir mengenai langkah-langkah dan cara untuk mencapai sikap professional dalam bekerja.

   Acara seminar in didahului dengan pemberian sertifikat secara simbolis kepada perwakilan peserta Interview Simulation yang diserahkan secara langusng oleh Rm. Albertus Herwanta O.Carm selaku Rektor , Rm. Eko Putranto O.Carm selaku Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan dan perwakilan dosen yang bertugas sebagai interviewer. Seminar yang dimoderatori oleh Dr. Agustinus Indradi  ini berlangsung sangat menarik karena banyaknya tips praktis dan fakta menarik seputar dunia kerja dan proses meniti karir yang di paparkan oleh Ibu Indayati Oetomo.

   Berdasarkan sumbang saran dari para mahasiswa peserta program klinik kerja interview simulation, mereka merasakan bahwa pembekalan seperti ini merupakan hal yang sangat bermanfaat dan harus diadakan lagi di lain kesempatan. Beberapa Dosen bahkan menyatakan ketertarikannya untuk mendukung secara penuh acara serupa dikemudian hari. Gayung bersambut dengan hal tersebut Rektor Universitas Katolik widya Karya menyatakan bahwa mulai di tahun ini maka pembekalan bagi mahasiswa tingkat akhir yang dekat dengan proses pencarian kerja sebelum lulus akan diberikan rangkaian pembekalan bukan hanya satu kali sebelum wisuda, melainkan selama satu semester. Sampai Jumpa di Program Klinik kerja berikutnya!

(I.R.A.N)

BAKTI SOSIAL 2017 BADAN MAHASISWA UNIVERSITAS

   Badan Mahasiswa Universitas kembali mengadakan Bakti Sosial di Tahun 2017 ini sebagai rangkaian Program Kerja Tahunan. Melibatkan seluruh mahasiswa lintas fakultas yang berjumlah kurang lebih 23 panitia. Bakti sosial yang diadakan tanggal 29 – 30 April 2017 yang lalu, mengambil tema “Bersama Untuk Melayani”,  dengan dua format acara utama yaitu penyuluhan tentang ciri khas Universitas Katolik Widya Karya dan pengobatan murah. Kegiatan yang diawali dengan penyuluhan kaum muda ini mendapat antusiasme dari para peserta yang cukup baik. Para pemuda mulai dari lapisan anak SMA hingga OMK turut berpartisipasi aktif dalam penyuluhan yang disajikan oleh panitia yang berasal dari masing masing fakultas. Salah satu tujuan utama dari acara bakti sosial kali ini adalah menumbuhkan semangat solidaritas dari para mahasiswa Universitas Katolik Widya Karya dengan lingkungan yang ada di luar kampus widya karya.

   Baksos yang di selenggarakan di Desa Pujiharjo ini dapat terlaksana dengan didahului penggalangan dana yang telah dilakukan oleh rekan rekan panitia mulai dari mencari dana dengan menghibur (musik) para umat yang pulang dari gereja, menjual makanan dan minuman dikampus, mengajukan proposal kepada beberapa gereja, membuka  posko penggalangan dana langsung, hingga menjual baju impor. Acara bakti sosial ini terlaksana sesuai dengan rundown, hal ini karena komitmen para dokter yang hadir sangat on time.

   Ketua pelaksana, Jujun dari Fakultas Pertanian angkatan 2015 menuturkan  “mengapa memilih konsep pengobatan murah, karena pengobatannya tidak gratis, namun kami juga tidak sedikitpun menentukan berapa biayanya, pasien diberikan kesempatan secara sukarela memberikan semampu para pasien sendiri, sehingga pasien juga merasa bertanggung jawab atas kesehatannya namun sekaligus tidak merasa terbebani” . Pada umumnya orang tua yang datang mengeluhkan dan mengobatkan penyakit darah  tinggi dan asam urat, sedangkan anak anak umumnya terkena batuk, pilek, demam.  Baksos ini  juga terlaksana berkat bantuan dari Persatuan Dokter Katholik Indonesia (Perdakhi) yang diwakili oleh dr Elisabeth Heidy dan dr Nico dari RKZ, Ikatan dokter Indonesia kota malang (IDI) yang diwakili  dr Aldrian dan dr. Dita dari RSUD kota Malang serta dr. Inggrid dari Panti Nirmala. Baksos ini juga terbantu dengan kehadiran 8 orang perawat dari RKZ, dan ikatan apoteker mahasiswa malang 8 orang dan Apotek Arjasa kota malang yang mensupply obat-obatan.

   “Kami bakti sosial tapi rasa live in, karena kita diberikan kesempatan untuk tinggal bersama warga Pujiharjo sekaligus kami diperkenankan untuk memberi makan ternak dan memanen pisang dan bonus jalan-jalan dengan pak lurah ke pantai” ungkap Jujun. Pihak Pujiharjo juga berharap agar jalinan yang sudah ada tetap berlanjut dengan berbagai acara yang lain, sehingga tali silahturahmi tidak terputus. Baksos kali ini memang berbeda dengan baksos sebelumnya, jika sebelumnya diadakan disebuah pesantren maka kali ini ruang lingkupnya lebih besar, yaitu satu Desa Pujiharjo. Seluruh panitia berharap semoga bakti sosial berikutnya tidak terhenti dengan konsep pengobatan murah, tetapi dengan mengembangkan konsep-konsep terbaru terlebih lagi merawat jaringan (channel) yang telah ada.

(I.R.A.N)

TEKNIK SIPIL MERAIH JUARA 1 DALAM LOMBA DESAIN RUMAH TINGGAL DUA LANTAI

   Mahasiswa Teknik Sipil beraksi dan menorehkan prestasi di kancah regional Jawa Timur, Sabtu, 8 April 2017.  Silvianus Regiantoro, Filipus Hendra Subagia, Agatha Putri Rosalia meraih Juara 1 dalam Lomba Desain Rumah Tinggal 2 Lantai dengan Konsep Green Construction yang diadakan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Seluruh Indonesia (FKMTSI). Lomba yang diadakan di Universitas Widya Gama Malang ini sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun FKMTSI.

   3 Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil ini mengajukan sebuah konsep Rumah Ramah Lingkungan (Griya Asri). Rumah yang didesain secara khusus untuk mengoptimalkan pengolahan limbah air agar limbah tersebut dapat terbebas dari zat kimia dan dapat digunakan kembali. Limbah air yang dimaksud tidak langsung di buang ke saluran drainase kota tetapi diolah dulu melalui bangunan berkonsep Construction Wet Land sehingga dapat digunakan kembali untuk kebutuhan rumah tersebut misalnya untuk menyiram tanaman, flushing toilet, air kolam ikan dll.

   “Target kami waktu maju berangkat cuman masuk 3 besar” tutur Regi selaku ketua tim. Namun nampaknya para juri melihat potensi yang lebih dari sekedar 3 besar. Bagi mereka pengalaman baru ini sangat berkesan, terlebih karena banyaknya masukan dan ilmu baru yang mereka dapat. “Dalam jangka waktu terdekat kami akan mengikuti KJI (Kompetisi Jembatan Indonesia)” tambah Regi. Para mahasiswa teknik sipil ini memiliki motivasi kuat untuk mengharumkan nama Universitas Katolik Widya Karya melalui berbagai prestasi lainnya. Mereka berpesan bagi seluruh rekan rekan mahasiswa UKWK agar menghindari rasa minder dan kecil, kita harus menunjukkan bahwa kita mahasiswa Widya Karya juga bisa berprestasi di banyak bidang, kita memiliki kesempatan yang sama. Akhir kata mereka mengajak seluruh mahasiswa untuk lebih berani untuk tampil di luar kampus dan bukan hanya di dalam widya karya. Salam Prestasi!

(I.R.A.N)

Interview Simulation PPKK Universitas Katolik Widya Karya

   Pusat Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Universitas Katolik Widya Karya meluncurkan sebuah program baru berjudul Program Klinik Kerja Interview Simulation. Rangkaian Proklikeris ini diselenggarakan pada hari Jumat, 21 April di Aula St Thomas Aquino melalui 3 tahapan simulasi wawancara kerja (interview simulation). 3 tahapan terebut terdiri dari wawancara awal, wawancara lanjutan (user) dan wawancara akhir. Seminar yang didakan PPKK ini bertujuan untuk membekali para mahasiswa khususnya semester 6 dan 8 agar lebih siap menghadapi salah satu proses nyata yang harus dihadapi dalam dunia kerja, yaitu wawancara kerja (interview). Interview Simulation ini merupakan program unggulan yang akan direncanakan sebagai sebuah rangkaian yang ada di setiap tahunnya sebagai bentuk pengabdian dan keseriusan Universitas Katolik Widya Karya dalam memberikan pelayanan prima untuk  mempersiapkan lulusannya memasuki dunia kerja.

   Proses yang berlangsung kurang lebih 3 jam ini memberikan banyak masukan bagi para peserta simulasi untuk memproyeksikan perkiraan suasana (atmosfer) wawancara, pertanyaan yang akan muncul saat wawancara, jenis wawancara yang akan dihadapi, hingga nantinya peserta dapat mengetahui (mengevaluasi) hal apa apa saja yang harus dikembangkan untuk proses wawancara yang nyata.

   PPKK Universitas Katolik Widya Karya kedepan akan terus mengembangkan program-program terbaik untuk menunjang calon lulusan agar lebih siap lagi menghadapi pasar yang lebih besar dalam dunia kerja. Harapannya setiap calon lulusan mendapatkan bekal yang cukup dalam proses pencarian kerja dan lebih jauh agar tidak lama setelah mereka lulus mereka sudah mendapatkan pekerjaan yang diidamkan. Selamat berkarya PPKK!

(I.R.A.N)