BAKTI SOSIAL 2017 BADAN MAHASISWA UNIVERSITAS

   Badan Mahasiswa Universitas kembali mengadakan Bakti Sosial di Tahun 2017 ini sebagai rangkaian Program Kerja Tahunan. Melibatkan seluruh mahasiswa lintas fakultas yang berjumlah kurang lebih 23 panitia. Bakti sosial yang diadakan tanggal 29 – 30 April 2017 yang lalu, mengambil tema “Bersama Untuk Melayani”,  dengan dua format acara utama yaitu penyuluhan tentang ciri khas Universitas Katolik Widya Karya dan pengobatan murah. Kegiatan yang diawali dengan penyuluhan kaum muda ini mendapat antusiasme dari para peserta yang cukup baik. Para pemuda mulai dari lapisan anak SMA hingga OMK turut berpartisipasi aktif dalam penyuluhan yang disajikan oleh panitia yang berasal dari masing masing fakultas. Salah satu tujuan utama dari acara bakti sosial kali ini adalah menumbuhkan semangat solidaritas dari para mahasiswa Universitas Katolik Widya Karya dengan lingkungan yang ada di luar kampus widya karya.

   Baksos yang di selenggarakan di Desa Pujiharjo ini dapat terlaksana dengan didahului penggalangan dana yang telah dilakukan oleh rekan rekan panitia mulai dari mencari dana dengan menghibur (musik) para umat yang pulang dari gereja, menjual makanan dan minuman dikampus, mengajukan proposal kepada beberapa gereja, membuka  posko penggalangan dana langsung, hingga menjual baju impor. Acara bakti sosial ini terlaksana sesuai dengan rundown, hal ini karena komitmen para dokter yang hadir sangat on time.

   Ketua pelaksana, Jujun dari Fakultas Pertanian angkatan 2015 menuturkan  “mengapa memilih konsep pengobatan murah, karena pengobatannya tidak gratis, namun kami juga tidak sedikitpun menentukan berapa biayanya, pasien diberikan kesempatan secara sukarela memberikan semampu para pasien sendiri, sehingga pasien juga merasa bertanggung jawab atas kesehatannya namun sekaligus tidak merasa terbebani” . Pada umumnya orang tua yang datang mengeluhkan dan mengobatkan penyakit darah  tinggi dan asam urat, sedangkan anak anak umumnya terkena batuk, pilek, demam.  Baksos ini  juga terlaksana berkat bantuan dari Persatuan Dokter Katholik Indonesia (Perdakhi) yang diwakili oleh dr Elisabeth Heidy dan dr Nico dari RKZ, Ikatan dokter Indonesia kota malang (IDI) yang diwakili  dr Aldrian dan dr. Dita dari RSUD kota Malang serta dr. Inggrid dari Panti Nirmala. Baksos ini juga terbantu dengan kehadiran 8 orang perawat dari RKZ, dan ikatan apoteker mahasiswa malang 8 orang dan Apotek Arjasa kota malang yang mensupply obat-obatan.

   “Kami bakti sosial tapi rasa live in, karena kita diberikan kesempatan untuk tinggal bersama warga Pujiharjo sekaligus kami diperkenankan untuk memberi makan ternak dan memanen pisang dan bonus jalan-jalan dengan pak lurah ke pantai” ungkap Jujun. Pihak Pujiharjo juga berharap agar jalinan yang sudah ada tetap berlanjut dengan berbagai acara yang lain, sehingga tali silahturahmi tidak terputus. Baksos kali ini memang berbeda dengan baksos sebelumnya, jika sebelumnya diadakan disebuah pesantren maka kali ini ruang lingkupnya lebih besar, yaitu satu Desa Pujiharjo. Seluruh panitia berharap semoga bakti sosial berikutnya tidak terhenti dengan konsep pengobatan murah, tetapi dengan mengembangkan konsep-konsep terbaru terlebih lagi merawat jaringan (channel) yang telah ada.

(I.R.A.N)

TEKNIK SIPIL MERAIH JUARA 1 DALAM LOMBA DESAIN RUMAH TINGGAL DUA LANTAI

   Mahasiswa Teknik Sipil beraksi dan menorehkan prestasi di kancah regional Jawa Timur, Sabtu, 8 April 2017.  Silvianus Regiantoro, Filipus Hendra Subagia, Agatha Putri Rosalia meraih Juara 1 dalam Lomba Desain Rumah Tinggal 2 Lantai dengan Konsep Green Construction yang diadakan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Seluruh Indonesia (FKMTSI). Lomba yang diadakan di Universitas Widya Gama Malang ini sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun FKMTSI.

   3 Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil ini mengajukan sebuah konsep Rumah Ramah Lingkungan (Griya Asri). Rumah yang didesain secara khusus untuk mengoptimalkan pengolahan limbah air agar limbah tersebut dapat terbebas dari zat kimia dan dapat digunakan kembali. Limbah air yang dimaksud tidak langsung di buang ke saluran drainase kota tetapi diolah dulu melalui bangunan berkonsep Construction Wet Land sehingga dapat digunakan kembali untuk kebutuhan rumah tersebut misalnya untuk menyiram tanaman, flushing toilet, air kolam ikan dll.

   “Target kami waktu maju berangkat cuman masuk 3 besar” tutur Regi selaku ketua tim. Namun nampaknya para juri melihat potensi yang lebih dari sekedar 3 besar. Bagi mereka pengalaman baru ini sangat berkesan, terlebih karena banyaknya masukan dan ilmu baru yang mereka dapat. “Dalam jangka waktu terdekat kami akan mengikuti KJI (Kompetisi Jembatan Indonesia)” tambah Regi. Para mahasiswa teknik sipil ini memiliki motivasi kuat untuk mengharumkan nama Universitas Katolik Widya Karya melalui berbagai prestasi lainnya. Mereka berpesan bagi seluruh rekan rekan mahasiswa UKWK agar menghindari rasa minder dan kecil, kita harus menunjukkan bahwa kita mahasiswa Widya Karya juga bisa berprestasi di banyak bidang, kita memiliki kesempatan yang sama. Akhir kata mereka mengajak seluruh mahasiswa untuk lebih berani untuk tampil di luar kampus dan bukan hanya di dalam widya karya. Salam Prestasi!

(I.R.A.N)

Interview Simulation PPKK Universitas Katolik Widya Karya

   Pusat Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Universitas Katolik Widya Karya meluncurkan sebuah program baru berjudul Program Klinik Kerja Interview Simulation. Rangkaian Proklikeris ini diselenggarakan pada hari Jumat, 21 April di Aula St Thomas Aquino melalui 3 tahapan simulasi wawancara kerja (interview simulation). 3 tahapan terebut terdiri dari wawancara awal, wawancara lanjutan (user) dan wawancara akhir. Seminar yang didakan PPKK ini bertujuan untuk membekali para mahasiswa khususnya semester 6 dan 8 agar lebih siap menghadapi salah satu proses nyata yang harus dihadapi dalam dunia kerja, yaitu wawancara kerja (interview). Interview Simulation ini merupakan program unggulan yang akan direncanakan sebagai sebuah rangkaian yang ada di setiap tahunnya sebagai bentuk pengabdian dan keseriusan Universitas Katolik Widya Karya dalam memberikan pelayanan prima untuk  mempersiapkan lulusannya memasuki dunia kerja.

   Proses yang berlangsung kurang lebih 3 jam ini memberikan banyak masukan bagi para peserta simulasi untuk memproyeksikan perkiraan suasana (atmosfer) wawancara, pertanyaan yang akan muncul saat wawancara, jenis wawancara yang akan dihadapi, hingga nantinya peserta dapat mengetahui (mengevaluasi) hal apa apa saja yang harus dikembangkan untuk proses wawancara yang nyata.

   PPKK Universitas Katolik Widya Karya kedepan akan terus mengembangkan program-program terbaik untuk menunjang calon lulusan agar lebih siap lagi menghadapi pasar yang lebih besar dalam dunia kerja. Harapannya setiap calon lulusan mendapatkan bekal yang cukup dalam proses pencarian kerja dan lebih jauh agar tidak lama setelah mereka lulus mereka sudah mendapatkan pekerjaan yang diidamkan. Selamat berkarya PPKK!

(I.R.A.N)

Mempersiapkan Mental Diri Memasuki Dunia Kerja

   Pusat Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Universitas Katolik Widya Karya Malang membuka rangkaian Program Klinik Kerja dengan mengadakan Seminar “Mempersiapkan Mental Diri Memasuki Dunia Kerja” yang berlangsung pada Sabtu, 8 April 2017 di Aula St. Thomas Aquino Unika Widya Karya dengan menghadirkan pembicara yaitu Bapak Yosef Argo Trilaksono selaku Regional Manager Wilayah Indonesia Timur PT. Marga Nusantara Jaya Konimex Group.

   Acara yang dibuka oleh Rm. Albertus Herwanta O.Carm, MA selaku Rektor Universitas Katolik Widya Karya Malang ini mendapatkan respon dan antusias yang baik dari warga Universitas Katolik Widya Karya Malang terutama mahasiswa Semester 8 dan Semester 6 Universitas Katolik Widya Karya Malang yang memang akan segera lulus dan akan menghadapi dunia kerja.

   Seminar ini sangat menarik karena memberikan pemahaman yang langsung mengenai kondisi yang harus dipersiapkan oleh pencari kerja dalam dunia kerja saat ini secara real, tertutama dalam mempersiapkan mental diri agar pencari kerja memiliki kualitas diri yang baik yang diharapkan oleh berbagai perusahaan. Acara semakin menarik dengan adanya game dan kuis yang mengasah kreatifitas peserta, karena selain dituntut memiliki semangat fighting spirit yang tinggi, karakter yang mendukung untuk berkembang, fleksibilitas, knowledge & Intuition dan networking, sebagai pencari kerja juga diharapkan harus kreatif, dengan berani berbeda merupakan langkah alternatif untuk mencapai peningkatan kualitas sehingga mampu unggul dalam berkompetisi.

   Pesan yang menarik juga disampaikan oleh Bapak Yosef Argo Trilaksono : “If you take the same action everyday, You will always get the same result” and “If you want different results, you must get different action.”  (NDJ)

klik tautan dibawah untuk melihat video presentasi

Video Presentasi

Rekoleksi Mahasiswa Katolik UKWK 2017 (Semangat Baru dalam sebuah Karya Nyata)

   Minggu, 2 April 2017, sebuah momen yang begitu menyemangati dan bersejarah bagi Universitas Katolik Widya Karya. Rekoleksi Mahasiswa Katolik se- Universitas Widya Karya 2017 menjadi bukti komitmen Widya Karya sebagai satu satunya Universitas Katolik di Kota Malang untuk mengembangkan tidak hanya ilmu pengetahuan bagi karya nyata tetapi juga kedalaman iman dalam sebuah proses yang nyata. Dihadiri tidak kurang dari 200 Mahasiswa acara rekoleksi mahasiswa katolik ini berlangsung dengan lancar. Buah-buah semangat pertumbuhan ke arah yang lebih baik dan baik lagi hasil rekoleksi tertuang dalam proses dinamika kelompok.

   Acara Rekoleksi Mahasiswa Katolik 2017 yang diadakan di Aula SMAK Albertus (DEMPO) ini dibuka secara langsung oleh Rektor Universitas Katolik Widya Karya, Rm. Albertus Herwanta, O.Carm., M.A. Acara yang penuh semangat ini diawali dengan sesi kewidyakaryaan yang dibawakan oleh Wakil Rektor III, Rm. Eko Putranto,O.Carm. Sesi kewidyakaryaan ini memandu para peserta mahasiswa untuk menggali 2 hal, keprihatinan dan kebahagiaan sebagai keluarga besar Universitas Katolik widya Karya. Peserta begitu antusias memberikan sumbang kritik saran demi kemajuan Widya Karya tercinta.

   Rekoleksi Mahasiswa Katolik yang mengambil tema Membangun Soliditas dan Solidaritas ini tidak lain merupakan rekoleksi pertama yang mempertemukan secara keseluruhan mahasiswa katolik dari seluruh angkatan aktif untuk berjumpa dan berproses bersama. Sesi kedua yang terkait dengan Hospitalitas untuk Membangun Soliditas dan Solidaritas dibawakan oleh Rm. Hudiono, Pr. Keceriaan yang dibawakan oleh Rm. Hudi memberikan kesan yang mendalam dalam memaknai solidaritas. Acara rekoleksi ini ditutup dengan perayaan misa bersama yang dipimpin langsung oleh Rm. Albertus Herwanta O.Carm. Dalam kotbah beliau, menantang keseluruhan peserta yang hadir untuk berani berkembang dan memajukan widya karya melalui semangat yang sama menjadikan Universitas Katolik Widya Karya sebagai Universitas Katolik yang berkualitas. Peserta tanpa ragu menyatakan siap!

(I.R.A.N)

UKWK Mencicipi’ Metode Pengembangan Diri dari Perancis ‘Personalité et Relations Humaines’

   Sebuah hal yang sangat berharga saat seseorang diberikan kesempatan untuk mampu mengenali potensinya lebih dalam, bahkan yang sangat erat kaitannya dengan hakikat diri. Universitas Katolik Widya Karya mendapatkan kesempatan berharga untuk mengadakan lokakarya pada tanggal 20 Maret 2017 dengan tema Authentic Encounters: Being Who We Truly Are in the Face of Others (Perjumpaan Sejati: Menjadi diri kita yang sesungguhnya di hadapan orang lain). Loka Karya ini di fasilitatori oleh dr. Theresia Citraningtyas, MWH, PhD, Sp.KJ dari PRH Indonesia.

   Acara yang dibuka secara langsung oleh Rm. Albert Herwanta, O.Carm. M.A selaku rektor Universitas Katolik Widya Karya ini dihadiri oleh beberapa perwakilan Keluarga Mahasiswa Katolik Universitas lain, diantaranya seperti UAKKAT Brawijaya, KMK ITN, KMK UMM, Perwakilan Badan Mahasiswa Universitas, Fakultas dan Jurusan dan dosen di lingkungan Univ. Katolik Widya Karya. Metode dari PRH ini yang awalnya dikembangkan oleh André Rochais (catatan khusus: seorang akademisi, pendidik, dan pastor Katolik di Perancis). Sebagai seorang yang relijius dan spiritual, relasi dengan keilahian menjadi sesuatu yang penting dalam kehidupannya maupun dalam teori yang dikembangkannya di Perancis lebih dari 40 tahun yang lalu, dan kini hadir di lebih dari 40 negara di dunia ternyata menyita perhatian para peserta untuk secara aktif dalam menggali potensi dirinya secara langsung melalui perjumpaan sejati.

   Lokakarya yang berlangsung 3 jam ini memiliki salah satu tujuan agar setiap peserta dapat menemukan, mengembangkan dan mengharagai kepribadian dan relasi manusia menurut potensi masing‐masing. “Pendekatan yang digunakan dalam PRH ini berupaya membantu tiap orang semakin mengenal diri di tingkat yang lebih dalam (hakikat diri), bertumbuh dalam otonomi diri dan penerimaan akan orang lain, sehingga semakin mampu menghadapi tantangan kehidupan dan pekerjaan, meningkatkan kualitas hidup dan karya, dan berelasi secara lebih selaras secara pribadi maupun professional”, jelas dr. Theresia yang juga merupakan lulusan Master of Women’s Health di University of Melbourne dan PhD in Psychological and Addiction Medicine di Australian National University ini

   Mahasiswa Teladan se‐Indonesia tahun 1999 ini menambahkan “Lokakarya ini mengawali perubahan menuju kemampuan menjadi diri kita yang sejati dalam perjumpaan sehari-hari”. Seorang Athlete Snowboarding asal Amerika pernah mengatakan  We’ll never know our full potential unless we push ourselves to find it”. Selamat menggali potensi diri!

(IRAN)

SIDANG AKADEMI JILID DUA

   Kemampuan public speaking dan berpikir kritis menjadi sesuatu yang masih dirasa langka saat ini. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Katolik Widya Karya menggelar untuk kedua kalinya acara yang melatih kemampuan public speaking dan berpikir kritis yang bertajuk Sidang Akademi II. Acara  tahun ini  mengangkat tema “PENGARUH SERTIFIKAT DALAM SISTEM POIN UNTUK LOYALITAS MAHASISWA DALAM BERORGANISASI”. Acara berlangsung pada sabtu, 4 maret 2017 di aula St. Thomas Aquino Universitas Katolik Widya Karya Malang

   Sidang akademi ini di ikuti oleh tiga fakultas yaitu pertanian dengan peserta berjumlah 5 orang,  teknik 6 orang dan ekonomi 11 orang, sedangkan fakultas hukum berhalangan hadir. Moderator pada sidang akademi ini adalah Deolito, mahasiswa semester 2, dari Fakultas Ekonomi,  Melalui persiapan yang matang dan itikad baik untuk secara kolektif ingin memajukan iklim kompetisi yang bermanfaat di Universitas Katolik Widya Karya maka acara ini berhasil digelar. Fakultas Pertanian kembali menjadi juara bertahan dalam sidang akademik kali ini. Juri pada sidang akademi kali ini adalah Bapak Ignatius Arga Nuswantoro, S.H., M.H., dari Fakultas Hukum. Beliau mengapresiasi setiap usaha dari para mahasiswa dalam upayanya memajukan Universitas Katolik Widya Karya, termasuk sidang akademi ini. Menurut beliau, tugas dan tanggung jawab memajukan universitas bukan hanya ada di tangan jajaran struktural universitas dan yayasan, namun kemajuan itu juga harus dibuat melalui tangan-tangan mahasiswa.  Sidang akademi ini menjadi bukti nyata bahwa  masih banyak potensi dari para mahasiswa Universitas Katolik Widya Karya yang bisa digali lebih dalam. Sampai jumpa di sidang akademi tahun depan!

(rasa)

Studium Generale Merintis Jalan Menuju Era Baru

   Perubahan merupakan sebuah hal yang tidak dapat dihindari. Bahkan menurut John Maxwell “Change is invitable. Growth Is Optional”.  Bagi sebuah lembaga pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, kemampuan membaca perubahan (bertumbuh) merupakan hal yang tidak dapat dikesampingkan pula. Sabtu, 11 Maret 2017, Universitas Katolik Widya Karya mengadakan Studium Generale dengan tema “Kompetensi Menuju Era Baru”.

   Seminar ini menghadirkan Drs. Theodorus Wiryawan, CEO Wyrsolution Consultant on Finance Company. Acara dibuka dengan sambutan oleh Rektor Universitas Katolik Widya Karya, Rm. Albertus Herwanta, O.Carm., M.A, beliau menekankan dan mengajak seluruh keluarga besar Univerisitas Widya Karya dalam sambutannya untuk menjadi pribadi-pribadi yang signifikan. Acara Studium Generale ini mengambil tempat di aula St. Thomas Aquino dan dihadiri 200 peserta serta tamu undangan dari seluruh elemen keluarga besar Widya Karya. Bertugas sebagai moderator adalah Dr. Celina Tri Siwi K, S.H., M.Hum, yang merupakan Dekan Fakultas Hukum Universitas Katolik Widya Karya.

   Drs. Theodorus Wiryawan dalam paparannya memberikan penekanan betapa pentingnya memahami dan menguasai data sebagai modal penting untuk menentukan gerak langkah dan mengeluarkan kebijakan dalam dunia bisnis. Beliau juga memberikan pemahaman baru tentang ekonomi berbagi dan riset perkembangan daerah di era yang baru ini.

   Dalam kontek meningkatkan promosi Universitas Katolik Widya Karya, beliau menyarankan untuk lebih agressif (jemput bola) karena media iklan sudah out of date. Lebih lanjut jika diperlukan dan dirasa menjadi sebuah kebutuhan yang mendesak maka perlu dibuat unit khusus terkait upaya peningkatan promosi, marketing dan publikasi. Terlepas dari kesemuanya itu, usaha awal yang nyata dapat dimulai sedini mungkin yaitu dengan menjadikan setiap mahasiswa dan dosen di Universita Katolik Widya Karya menjadi brand ambassador Widya Karya.

   Panitia dalam Studium Generale ini adalah gabungan beberapa angkatan mahasiswa aktif Fakultas Hukum. Acara menjadi unik dan meninggalkan kesan tersendiri baik bagi Bapak Drs. Theodorus yang terkesima oleh pantun pantun dari pembawa acara dan terkait jalannya acara yang diperpanjang oleh audience karena menariknya topik pembahasan.

(I.R.A.N)

Perpisahan Mahasiswa Penerima Beasiswa Misereor APTIK dengan Sr. Hotmaria Sitanggang. H.Carm

   Mahasiswa Penerima Beasiswa Misereor APTIK mengadakan acara perpisahan dengan Sr. Hotmaria pada hari Sabtu, 11 Maret 2017 di Restoran Gang Djangkrik. Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor III Universitas Katolik Widya Karya, Rm. E. Eko Putranto O.Carm, Yayasan Pendidikan Tinggi Katolik Adisucipto yang diwakili oleh Ibu Maria Cecilia Winarni, S.E., Dra Hieronyma Endang S (Kabiro Kemahasiswaan) dan Alumni dan Ibu Niarie Dwi Jayanti, S.AB (Staff Kemahasiswaan) serta para mahasiswa beasiswa Misereor APTIK dari 4 angkatan.

   Acara yang diawali dengan doa dan kesan pesan dari perwakilan tiap angkatan mahasiswa penerima beasiswa misereor APTIK ini berlangusung penuh haru. Para perwakilan mahasiswa menyatakan bahwa bertemu dan menjalani proses bimbingan dengan Sr. Hotmaria merupakan kenangan dan pelajaran yang berharga. Perjumpaan dengan beliau lah yang ikut mewarnai sejarah hidup mereka. Para penerima beasiswa pun meminta maaf secara khusus atas kenakalan-kenakalan yang dibuat baik sengaja maupun tidak disengaja.

   Suster Hotmaria secara pribadi menghimbau kepada para mahasiswa untuk selalu semangat dalam perkuliahan dan jangan menyerah. Secara khusus, Suster menyatakan permintaan maaf atas kecerewetan suster selama ini saat menjadi pembimbing. Uniknya hal ini ditanggapi secara lugas oleh para perwakilan mahasiswa penerima beasiswa Misereor APTIK bahwa justru hal (kecerewetan)  itu lah yang akan sangat dirindukan dari suster Hotmaria, yang secara sabar dengan naluri keibuannya mengingatkan para mahasiswa.

    Teguran Sr. Hotmaria kepada para mahasiswa yang tegas dan lugas justru berbekas dan memberikan semangat dan kehangatan bagi para mahasiswa untuk memaknai studi dan hidup lebih baik lagi. Para mahasiswa menggambarkan kehangatan itu melalui syal hitam merah yang diberikan secara khusus untuk Suster Hotmaria. Di moment perpisahan yang istimewa ini pula, Suster secara khusus memberikan cindera mata berupa buah tangan (origami) yang berbentuk kelopak bunga, yang didalamnya berisi pesan pribadi yang ditujukan bagi tiap tiap individu penerima beasiswa.

   Acara yang digagas secara khusus atas insiatif para mahasiswa penerima beasiswa Misereor APTIK ini diakhiri dengan makan dan foto bersama. Selamat bertugas di tempat yang baru Sr. Hotmaria, jangan lupakan kami anak-anakmu!

(I.R.A.N)

Lomba Diversifikasi Pangan 2017 Fakultas Pertanian

   Lomba Diversifikasi Pangan 2017 merupakan salah satu agenda tahunan Fakultas Pertanian dan untuk tahun ini juga merupakan rangkaian kegiatan Lustrum VII Universitas Katolik Widya Karya Malang. Panitia lomba terdiri dari para dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian. Tema lomba adalah “ANEKA KREASI OLAHAN BUAH PISANG”. Pemilihan bahan dasar pisang berdasarkan pada beberapa pertimbangan, yaitu bahwa jumlah pisang yang melimpah sehingga mudah didapatkan, banyaknya jenis pisang yang tersedia, dan berbagai manfaat dari buah pisang. Salah satu tujuan dari lomba ini adalah menggali kreativitas dan inovasi para siswa dalam mengolah buah pisang menjadi beberapa produk olahan yang dapat menambah nilai dari pisang sehingga tidak hanya dimakan dalam bentuk pisang segar saja.

   Kegiatan lomba diawali dengan technical meeting (TM) yang diselenggarakan pada Hari Rabu, 15 Februari 2017 di Aula St. Thomas Aquino. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan peserta sejumlah 13 kelompok dari berbagai SMA/SMK di Kota Malang, yaitu SMAK Santa Maria, SMKN 7, SMK Tumapel, SMAK Frateran, SMKN 13, SMAK Santo Albertus, dan SMK Kartika IV. Para peserta dan guru pendamping dari mengajukan berbagai pertanyaan terkait dengan poin–poin peraturan dan kriteria lomba yang telah dibacakan sebelumnya. Jawaban diberikan oleh panitia dan tim juri yang terdiri dari tenaga ahli BLK Wonojati Singosari dan dosen Fakultas Pertanian. Kegiatan ini dimulai dari Pkl. 09.30—11.15. Persiapan lomba dilanjutkan pada Hari Kamis, 16 Februari 2017. Para peserta menata area dengan menempatkan berbagai peralatan yang akan digunakan saat lomba. Panitia dosen dan mahasiswa melakukan simulasi dengan tujuan untuk memperlancar penyelenggaraan lomba.

   Kegiatan lomba, pada Hari Jumat, 17 Februari 2017 dibuka dengan doa dan dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pelaksana (Maria Angelina) dan Rektor Universitas Katolik Widya Karya Malang (Albertus Herwanta, O.Carm, M.A.). Lomba dimulai Pkl. 08.45 dan diakhiri pada Pkl. 10.45. Para juri memulai penilaian dengan cara berkeliling untuk melihat proses pengolahan pisang dan mengajukan beberapa pertanyaan kepada para peserta. Untuk memeriahkan acara, para supporter menunjukkan semangat dalam mendukung tim kesayangan dengan yel-yel yang juga dilombakan. Setelah produk selesai diolah, masing-masing tim menata produk unggulan di meja display. Beragam sajian menu memperlihatkan kreativitas yang tinggi dari para peserta, mulai dari menu tradisional seperti es dawet sampai menu internasional seperti pizza, yang siap dinilai oleh tim juri sesuai dengan kriteria penilaian.

   Pada saat tim juri berunding untuk menentukan juara, Tim BLK Wonojati Singosari memberikan demo masak dengan menu Pizza Pisang ala BLK. Para peserta, supporter, tamu undangan, dan panitia antusias dalam mengikuti demo tersebut. Pengumuman pemenang diawali dengan pembagian doorprize dan pemberian hadiah kepada pemenang lomba yel-yel. Yel-yel supporter terbaik diraih oleh SMAK Santa Maria Malang. Pemenang Lomba Diversifikasi Pangan 2017 berturut-turut adalah sebagai berikut: Juara I adalah Tim No. 3 dari SMK Kartika IV-1 dengan menu Banana Pasta with Chicken Bolognaise dan Pispel Juice. Juara II adalah Tim No. 12 dari SMAK Frateran dengan menu Maia Nitri with Iaurt Sauce dan Aliquet Crustulam with Yoghurt Sauce. Juara III adalah Tim No. 6 dari SMKN 13 dengan menu Brownies Pisang Panco dan Dawet Kelereng Sanggarsih, Juara Harapan I Tim No. 2 dari SMK Tumapel dengan menu Banana Burger Pancake Tumapela dan Banana Straight Drink Tumapela. Juara Harapan II Tim No. 10 dari SMAK Santa Maria dengan menu Uuu…Enak (Banana Jam)  dan Fresh Banana Shake.

   Terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga lomba ini dapat berjalan dengan lancar. Sampai bertemu di Lomba Diversifikasi Pangan 2018. Salam FAPERTA

(Pan. Diversifikasi Pangan FP 2017)