Seminar Fakultas Pertanian

Pada Fakultas Pertanian terdapat 3 jenis seminar yang diselenggarakan selain SKRIPSI yaitu Seminar Teknik Penulisan Ilmiah, Seminar Proposal Skripsi dan Seminar Hasil Penelitian.

Seminar Teknik Penulisan Ilmiah

  1. Pengertian Seminar Teknik Penulisan Ilmiah adalah kegiatan akademis yang dilakukan mahasiswa dengan menyusun suatu makalah/karya ilmiah berdasarkan studi literatur selama jangka waktu tertentu sesuai dengan bidang keilmuan mahasiswa yang bersangkutan. Seminar Teknik Penulisan Ilmiah adalah hasil dari mata kuliah Teknik Penulisan Ilmiah dan Presentasi.
  2. Tujuan Seminar Teknik Penulisan Ilmiah bertujuan untuk membantu mahasiswa agar dapat menyusun makalah/karya ilmiah sesuai dengan ilmu yang telah diperoleh dan mahasiswa wajib untuk mempresentasikan dengan baik dan benar.
  3. Syarat-syarat menempuh mata kuliah Teknik Penulisan Ilmiah dan Presentasi
    – Telah menyelesaikan sekurang-kurangnya 90 sks.
    – Telah memprogramkan di Kartu Rencana Studi.
  4. Dosen Pembimbing ditetapkan dengan Surat Keputusan Dekan atas usul Ketua Jurusan dengan memperhatikan bidang ilmu yang relevan dan jabatan fungsional akademik.

Seminar Proposal Skripsi

  1. Pengertian Seminar Proposal Skripsi adalah kegiatan akademis yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai salah satu rangkaian dalam penyusunan Skripsi dan dilakukan sebelum melakukan pengumpulan data penelitian.
  2. Tujuan Seminar Proposal Skripsi dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh masukan dari mahasiswa dan dosen pembimbing untuk menyempurnakan rencana penelitian sebelum pengumpulan data.
  3. Persyaratan Proposal skripsi telah disetujui oleh dosen pembimbing untuk diseminarkan di depan forum.

Seminar Hasil Penelitian

  1. Pengertian Seminar Hasil Penelitian adalah kegiatan akademis yang dilakukan oleh mahasiswa setelah menyelesaikan kegiatan pengumpulan data penelitian dan dilakukan sebelum pengajuan ujian Skripsi.
  2. Tujuan Seminar Hasil Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh masukan dari mahasiswa dan dosen pembimbing untuk menyempurnakan pembahasan hasil penelitian.
  3. Persyaratan Seminar Hasil Penelitian dilakukan setelah menyelesaikan pengambilan data penelitian serta memperoleh persetujuan dari masing-masing dosen pembimbing untuk diseminarkan di depan forum.

Laboratorium Fakultas Pertanian dan Aturan Penggunaan

Laboratorium Fakultas Pertanian

  • Dalam proses pembelajaran, di samping mendapatkan perkuliahan yang bersifat teoritis, mahasiswa juga diwajibkan untuk melakukan kegiatan lain sehubungan dengan mata-kuliah tertentu, yaitu kegiatan demonstrasi, latihan, praktikum, dan percobaan (sesuai bidangnya).
  • Kegiatan praktikum merupakan suatu bentuk pembelajaran yang dilakukan di laboratorium, untuk melatih ketrampilan dan kemampuan mahasiswa memecahkan masalah melalui percobaan atau eksperimen sehingga dapat memahami suatu teori.

Fungsi Laboratorium

  • menyiapkan sarana penunjang untuk melaksanakan pendidikan dan pengajaran yang meliputi aplikasi metodologi dalam satu atau sebagian cabang ilmu dan teknologi sesuai dengan bidang studi pertanian (agroindustri dan agribisnis) dalam rangka memperoleh wawasan eksperimental
  • menyiapkan sarana penunjang untuk melaksanakan penelitian dan pengembangan dalam satu atau sebagian cabang ilmu dan teknologi sesuai dengan bidang studi pertanian (agroindustri dan agribisnis)
  • menyiapkan sumber daya dasar (perangkat lunak dan perangkat keras) untuk mengembangkan disiplin ilmu sesuai dengan bidang studi pertanian (agroindustri dan agribisnis).

Penggunaan Laboratorium

  • Laboratorium dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan praktikum yang diselenggarakan dan diatur oleh Fakultas/Jurusan.
  • Penggunaan fasilitas laboratorium untuk kepentingan akademik ditentukan tersendiri oleh Fakultas/Jurusan dan Kepala Laboratorium.
  • Penggunaan peralatan laboratorium oleh warga kampus yang tidak secara langsung berkaitan dengan kegiatan akademik dikonsultasikan dan dimintakan ijin kepada Kepala Laboratorium.

Jenis Laboratorium

1. Laboratorium Kimia dan Biokimia Pangan

  • Laboratorium Kimiadan Biokimia Pangan mengembangkan ilmu yang berkaitan dengan aspek-aspek kimiawi seperti analisis kimiawi, fisiologi dan teknologi pasca panen, bahan tambahan makanan (food aditive), kimia dan biokimia pangan terapan, termasuk pula pengujian mutu pangan dan hasil pertanian lainnya ditinjau dari aspek kimia.
  • Peralatan yang dimiliki: pH Meter, color reader,Eksikator , Timbangan Analitis, Distillation unit (Kjeldahl), Hotplate Stirrer, Hand Refraktometer, penetometer, Spektofotometer, Oven.

2. Laboratorium Pengolahan

  • Laboratorium ini berkaitan dengan substansi ilmu pengolahan dan rekayasa seperti perancangan peralatan pengolahan, pengembangan produk baru, pengemasan dan penyimpanan, rheologi dan teknologi pengawetan.
  • Peralatan yang dimiliki: Oven, mixer, cup sealer, penetrometer, dan juice extractor, Molen dan Blower, Blender.

3. Laboratorium Mikrobiologi Pangan

  • Laboratorium Mikrobiologi ruang sterilisasi dan ruang isolasi baik untuk bakteri maupun kapang yang digunakan baik untuk penelitian maupun praktikum.
  • Laboratorium ini dilengkapi dengan peralatan seperti autoclave manual, incubator, Entkas Digital, Colony Counter, Mikroskop Elektrik

Aturan Penggunaan Laboratorium

  • Laboratorium dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan praktikum yang diselenggarakan dan diatur oleh Fakultas/Jurusan.
  • Penggunaan fasilitas laboratorium untuk kepentingan akademik ditentukan tersendiri oleh Fakultas/Jurusan dan Kepala Laboratorium.
  • Penggunaan peralatan laboratorium oleh warga kampus yang tidak secara langsung berkaitan dengan kegiatan akademik dikonsultasikan dan dimintakan ijin kepada Kepala Laboratorium.

Tata Tertib Pengunaan Laboratorium

  • Semua tas dan jacket diletakkan dalam locker.
  • Selama praktikum, para praktikan:
    a. Wajib mengenakan pakaian bersih, rapi, dan sopan; tidak diperkenankan mengenakan kaos tanpa krah, tanpa lengan, dan sandal;
    b. Wajib mengenakan jas laboratorium;
    c. Dilarang makan, minum, merokok, dan bersenda gurau;
    d. Dilarang mengambil dan memakai peralatan laboratorium dan/atau bahan-bahan kimia yang tidak sesuai dengan praktikum tanpa seijin asisten pembina praktikum atau laboran;
    e. Wajib mengikuti kegiatan praktikum secara aktif, tertib, dan sopan sesuai dengan prosedur dan petunjuk asisten pembina praktikum;
    f. Apabila kurang mengerti tentang pengoperasian peralatan laboratorium, mintalah petunjuk asisten pembina praktikum atau laboran;
    g. Membersihkan peralatan laboratorium yang telah selesai digunakan untuk praktikum;
    h. Mengembalikan semua peralatan, bahan kimia, dan bahan praktikum ke tempat semula;
    i. Wajib melaporkan kepada asisten pembina praktikum atau laboran jika terdapat peralatan laboratorium yang rusak atau pecah;
    j. Wajib mengganti peralatan laboratorium yang rusak atau pecah.
  • Selesai praktikum, para praktikan dan asisten pembina praktikum diwajibkan menandatangani presensi praktikum rangkap 2 (dua).

Sistem dan Metode Pembelajaran Fakultas Pertanian

Berdasarkan SK Rektor no; 004/R/SK/Q/II/2013 sistem pembelajaran yang diberlakukan di Universitas Katolik Widya Karya adalah “Student Centered Learning” (SCL) mengacu pada UU no 12 tahun 2012 pasal 12 yaitu dosen sebagai anggota Sivitas Akademika memiliki tugas mentransformasikan Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi yang dikuasainya kepada mahasiswa dengan mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran sehingga mahasiswa aktif mengembangkan potensinya.

   Di masa globalisasi sekarang ini dunia kerja membutuhkan tenaga kerja yang berpendidikan baik, yang mampu bekerja sama dalam tim, memiliki kemampuan memecahkan masalah secara efektif, mampu memproses dan memanfaatkan informasi, serta mampu memanfaatkan teknologi secara efektif dalam pasar global, dalam rangka meningkatkan produktivitas. Mahasiswa sebagai subyek pembelajaran, perlu diarahkan untuk belajar secara aktif membangun pengetahuan dan keterampilannya dengan cara bekerjasama dan berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait.

   Student-centered learning(SCL) merupakan pendekatan pembelajaran yang menempatkan mahasiswa sebagai pusat kegiatan pembelajaran dan menuntut partisipasi aktif dari mahasiswa. SCL memiliki berbagai metode pembelajaran yang memungkinkan para mahasiswa memiliki dan memanfaatkan peluang dan/atau keleluasaan untuk mengembangkan segenap kapasitas, kreativitas, inovasi dan kemampuannya melalui berbagai macam aktivitas. Mahasiswa selalu ditantang untuk mampu menganalisis dan dapat memecahkan masalah-masalahnya sendiri dengan kritis dan sistematis.

   Sehubungan dengan hal tersebut di atas, metode pembelajaran yang dilaksanakan di Fakultas Pertanian adalah metode pembelajaran dengan pendekatan student centered learning (SCL), sebagai berikut :

  • Mahasiswa secara aktif mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan yang dipelajarinya, dan terlibat di dalam mengelola pengetahuan.
  • Tidak hanya menekankan pada penguasaan materi, tetapi juga mengembangkan karakter mahasiswa (life-long learning)dan memanfaatkan banyak media (multimedia), serta bagaimana cara mahasiswa dapat belajar dengan meggunakan berbagai bahan pelajaran
  • Fungsi dosen sebagai fasilitator dan evaluasi dilakukan bersama mahasiswa
  • Mahasiswa dan dosen belajar bersama di dalam mengembangkan pengetahuan, konsep dan ketrampilan
  • Proses pembelajaran dan penilaian dilakukan saling berkesinambungan dan terintegrasi,
  • Penekanan pembelajaran pada pencapaian kompetensi dan bukan tuntasnya materi
  • Penekanan pembelajaran padaproblem based learning,collaborative learningdan skill competency
  • Iklim akademik yang dikembangkan lebih bersifat kolaboratif, suportif dan kooperatif.

Deskripsi Mata Kuliah Fakultas & Universitas Fakultas Pertanian

Pendidikan Agama (3 sks)

   Tuhan Yang Maha Esa dan Ketuhanan (Keimanan dan ketaqwaan, Filsafat ketuhanan [Teologi]); Manusia (Hakikat manusia, Martabat manusia, Tanggungjawab manusia); Hukum (Menumbuhkan kesadaran untuk taat hukum Tuhan, Fungsi profetik agama dalam hukum); Moral (Agama sebagai sumber moral, Akhlak mulia dalam kehidupan); Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (iman, ipteks dan amal sebagai kesatuan, Kewajiban menuntut dan mengamalkan ilmu, Tanggungjawab ilmuwan dan seniman); Kerukunan antar umat beragama (Agama merupakan rahmat Tuhan bagi semua, Kebersamaan dalam pluralitas beragama); Masyarakat (Masyarakat beradab dan sejahtera, Peran umat beragama dalam mewujudkan masyarakat beradab dan sejahtera, Hak Asasi Manusia (HAM) dan demokrasi); Budaya (Budaya akademik, Etos kerja, sikap terbuka dan adil); Politik (Kontribusi agama dalam kehidupan berpolitik, Peranan agama dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa).

Referensi:

  1. Ismartono, SJ, I. 1993. Kuliah Agama Katolik di Perguruan Tinggi Umum. Jakarta: Obor.
  2. Riyanto CM, Armada (Ed). Agama Anti-Kekerasan (Membangun Iman yang Merangkul). Malang: STFT Widya Sasana.
  3. Magnis Suseno, Franz. 1993. Beriman dalam Masyarakat. Yogyakarta: Kanisius.
  4. Richards, Larry. 1988. Jadilah Dirimu yang Sebenarnya. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
  5. Mardiatmaja SJ, BS. 1991. Panggilan Hidup Manusia. Yogyakarta: Kanisius.
  6. Komisi Pendidikan Keuskupan Agung Semarang, 2009, Pendidikan Religiositas : Gagasan, isi, dan pelaksanaannya, Kanisisus, Yogyakarta

Logika (2 sks)

   Pengantar, Silabus, & Aturan Main; Definisi & Objek Logika; Sejarah & Manfaat Logika; Hubungan Logika dengan Ilmu Lainnya; Pembagian Materi Logika; Unsur-Unsur Penalaran: Pengertian & Term; Pembagian & Penggolongan Logika; Definisi & Dasar-dasar Penalaran; Penalaran Langsung Proposisi Kategoris; Penalaran Tidak Langsung Proposisi Kategoris; Silogisme Kategoris; Hukum Dasar & Metode Praktis Penyimpulan Silogisme Kategoris; Sistem Nilai Kebenaran: Pengolahan Proposisi Majemuk; Sistem Nilai Kebenaran: Silogisme Majemuk & Dilema; Kesesatan Fikir: Formal, Bahasa, dan Relevansi

Referensi:

  1. F. Soesianto & Djoni Dwijono, 2003, “Logika Proposisional”, Andi Offset, Yogyakarta
  2. F. Soesianto & Djoni Dwijono, 2003, “Logika Predikatif”, Andi Offset, Yogyakarta
  3. Rapar, Pengantar Logika : asas-asas penalaran sistematis, Kanisius, Yogyakarta.

Pancasila & Kewarganegaraan (3 sks)

   Filsafat Pancasila (Pancasila sebagai system filsafat, Pancasila sebagai ideology bangsa dan negara); IdentitasNasional (Karakteristik identitas nasional, Proses berbangsa dan bernegara); Politik dan Strategis (Sistem Konstitusi, Sistem politik dan kewarganegaraan Indonesia); Demokrasi Indonesia (Konsep dan Prinsip Demokrasi, Demokrasi dan pendidikan demokrasi); Hak Asasi Manusia dan Rule of Law (Hak Asasi Manusia (HAM), Rule of Law); Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia; Geopolitik Indonesia (Wilayah sebagai ruang lingkup, Otonomi Daerah); Geostrategi Indonesia (Konsep Asta Gatra, Indonesia dan perdamaian dunia)

Referensi:

  1. Darmodihardjo, Dardji. 1986. Nilai, Norma, dan Moral Dalam Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Jakarta: Aries Lima.
  2. Kartohadiprodjo, Soediman, 1983: Beberapa Pikiran Sekitar Pancasila, cetakan ke-4. Bandung: Penerbit Alumni.
  3. Notonagoro, 1984.Pancasila Dasar Filsafat Negara, Jakarta, PT Bina Aksara, cetakan ke-6.
  4. Notonagoro, 1980. Beberapa Hal Mengenai Falsafah Pancasila. Jakarta: Pantjuran Tudjuh.
  5. Suseno, Franz Magnis. 1987. EtikaPolitikPrinsip – prinsip Moral DasarKenegaraan Modern. Jakarta: Gramedia.
  6. Al Hakim, Suparlan. 2001. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi. Malang: Universitas Negri Malang.
  7. Fatah, Eep Saefulloh. 2002. Manajemen Konflik Politik dan Demokrasi. Jakarta: Prisma.

Ilmu Kealaman Dasar /IAD (3 sks)

   Pengantar IAD (Hakikat dan ruang lingkup IAD, IAD sebagai bagian dan MBB); Alam Pikiran Manusia dan Perkembangannya (Hakikat manusia dan sifat keingintahuannva, Perkembangan fisik, sifat dan pikiran manusia, Sejarah pengetahuan manusia); Perkembangan dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam (Metode ilmiah sebagal dasar IPA, Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ruang lingkup IPA dan pengembangannya); Bumi dalam Alam Semesta (Pembentukan alam semesta dan tata surya, Bumi sebagai planet, Struktur bumi, Pembentukan benua dan samudra); Keanekaragaman Makhluk Hidup dan Persebarannya (Biosfer dan makhluk hidup, Asal mula kehidupan di bumi, Keanekaragaman makhluk hidup, Persebaran dan sejarah perkembangan makhluk hidup); Makhluk Hidup dalam Ekosistem Alami (Populasi dan komunitas makhluk hidup, Berbagai bentuk ekosistem alami, Aliran energi dan materi dalam ekosistem alami, Macammacam bentuk pola kehidupan); Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Klasifikasi sumberdava alam dan lingkungan hidup, Konsep-konsep pengelolaan sumberdaya alam, Masalah kependudukan dan lingkungan hidup, Prinsip dan usaha pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup); Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi bagi Kehidupan Manusia (IPA sebagai dasar pengembangan teknologi, Sejarah peradaban manusia dan perkembangan teknologi, Manfaat dan dampak IPA & teknologi terhadap kehidupan sosial, IPA dan teknologi masa depan); Beberapa Perkembangan Teknologi Penting (Bioteknologi, Teknologi Informasi, Teknologi Kearifan Lokal); Isu Lingkungan (Isu lingkungan global, Isu lingkungan nasional, Isu lingkungan lokal, Studi kasus)

Referensi:

  1. TIM FMIPA. 2013. Sains Dasar. Surabaya : Unipress IKIP Surabaya
  2. Ahmadi Abu dan Supatmo A. 1998. Ilmu Alamiah Dasar. Rineka cipta.
  3. Harmoni, Ati. 1992. Ilmu Alamiah Dasar. Gunadarma

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar /ISBD (3 sks)

   Pengantar ISBD (Hakikat dan ruang lingkup ISBD, ISBD sebagai MBB dan pendidikan umum, ISBD sebagai altematif pemecahan masalah sosial budaya); Manusia Sebagai Makhluk Budaya (Hakikat manusia sebagai makhluk budaya, Apresiasi terhadap kemanusiaan dan kebudayaan, Etika dan estetika berbudaya, Memanusiakan manusia melalui pemahaman konsep konsep dasar manusia, Problematika kebudayaan); Manusia Sebagai Individu dan Makhluk Sosial (Hakikat manusia sebagai individu dan makhluk sosial, Fungsi dan peran manusia sebagai individu dan makhluk sosial, Dinamika interaksi sosial, Dilema antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat); Manusia dan Peradaban (Hakikat peradaban, Manusia sebagai makhluk beradab dan masyarakat adab, Evolusi budaya dan wujud peradaban dalam kehidupan social budaya, Dinamika peradaban global, Problematika peradaban pada kehidupan manusia); Manusia, Keragaman dan Kesetaraan (Hakikat keragaman dan kesetaraan manusia, Kemajemukan dalam dinamika sosial dan budava, Keragaman dan kesetaraan scbagai kekayaan sosial budaya bangsa, Problematika keragaman dan kesetaraan serta solusinya dalam kehidupan masvarakat dan Negara); Manusia. Nilai, Moral dan Hukum (Hakikat, fungsi, dan perwujudan nilal, moral dan hukum dalam kehidupan manusia, masyarakat dan negara; Keadilan ketertiban dan kesejahteraan sebagai wujud masyarakat yang bermoral dan mentaati hukum; Problematika nilai, moral dan hukum dalam masyarakat dan negara); Manusia. Sains, Teknologi dan Seni (Hakikat dan makna sains, teknologi dan seni bagi manusia, Dampak penyalahgunaan IPTEKS pada kehidupan sosial dan budaya, Problematika pemanfaatan IPTEKS di Indonesia); Manusia dan Lingkungan (Hakikat dan makna lingkungan bagi manusia, Kualitas penduduk dan lingkungan terhadap kesejahteraan manusia, Problematika lingkungan sosial budava yang dhadapi masyarakat, Isu-isu penting tentang persoalan lintas budava dan bangsa

Referensi:

  1. Darmo, Hendro dan Yeni Kaligis.2004. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta : Universitas Terbuka
  2. Hudiyono, Sumi. 2004. Alam Pikiran Manusia dan Perkembangannya. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
  3. Jasin, Maskoeri. 2006. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Bahasa Indonesia (3 sks)

   Kedudukan Bahasa Indonesia: (a) sejarah bahasa Indonesia (b) bahasa negara, (c) bahasa persatuan, (d) bahasa ilmu pengetahuan, teknologi. dan seni, dan (e) fungsi dan peran Bahasa Indonesia dalam pembangunan bangsa. Tatabahasa, sintaksis, ejaan, logika berbahasa, sistematika penulisan Karya Ilmiah, Penggunaan istilah baku, serapan dari bahasa asing dan lokal. Metode pembuatan ringkasan. Menulis: (a) makalah, (b) rangkuman/ringkasan buku atau bab. dan (d) resensi buku. Membaca untuk menulis: (a) membaca tulisan/artikel ilmiah, (b) membaca tulisan populer, dan (c) mengakses informasi melalui internet. Berbicara untuk keperluan akademik: (a) presentasi, (b) berseminar. dan (c) berpidato dalam situasi formal.

Referensi:

  1. Finoza, Lamuddin. 2001. Aneka Surat Bisnis Indonesia. Jakarta: Mawar Gempita.
  2. Finoza, Lamuddin. 2002. Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Mawar Gempita.
  3. Keraf, Gorys. 2000. Komposisi. Ende-Flores: Nusa Indah.
  4. Sabarti, Akhadiah. 2001. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Teknologi Informasi dan Komunikasi /TIK (2 sks)

   Pengetahuan Dasar-dasar Komputer; MS Word, MS Excel, MS Powerpoint, dan MS Publisher; CorelDraw; Internet;

Referensi:

  1. Daryanto. 2007. Pengetahuan Dasar Ilmu Komputer. Bandung: CV Yrama Widya.
  2. Madcoms. 2013. Kupas Tuntas Microsoft Word 2013. Yogyakarta: Penerbit ANDI.
  3. Madcoms. 2013. Membangun Rumus dan Fungsi Pada Microsoft Excel 2007-2010-2013. Yogyakarta: Penerbit ANDI.
  4. Madcoms. 2013. 100 Tip Dan Trik Microsoft PowerPoint 2013. Yogyakarta: Penerbit ANDI.
  5. Mansoor, Nizam. 2013. Panduan Menguasai Corel Draw Graphics Suite X6 ( SC ). Yogyakarta: Pustaka Makmur.

Mata Kuliah Fakultas

Kimia Anorganik (3 sks)

   Pendahuluan: pengertian dasar tentang zat komposis, struktur zat, unsur dan senyawa. Teori atom : perkembangan teori atom, teori kuantum, nomer atom dan nomer nol, isotop dan isobar, konfigurasi dan elektron susunan berkala dan sifatsifat umum, potensial ionisasi, afinitas electron, kolektronegatifan. Ikatan kimia : definisi ikatan kimia, ionic, kavolen koordinat. Larutan dan konsentrasi: pegertian konsentrasi berat solid dalam volume solven tertentu, berat ekivalen. Teori asam basah : menurut arrhenius, tetapan ionisasi asam basa dan perhitungan. pH larutan : teori dan perhitunfan pH pada larutan asam berat, basa kuat asam lemak basa kuat dan larutan buffer. Stoikiometri: stoikiometri dalam analisa volumetric, gravimetric. Analisa volumetric : larutan standar, asidialkalimetri, pengendapan, permangaomatri, charomatometri, iodometri. Pengantar analisa kalomateri dan spektrofotometri : teori dasar analisa kalometri dan A spektromateri dan spektrofotometri : teori dasar analisa kalomatri dan panjang gelombang dengan konsentrasi, transformasi dengan konsentrasi analisa Fe dan Iodine. Elektro kimia : prinsip analisa kimia listrik, hokum nerst, penetapan harga k, penentuan konsentrasi.

Referensi:

  1. Brady, J.E. 1990. General Chemisrty, Principles and Structures. 1990. Singapore: John Wiley and Sons.
  2. Brady, J.E. 1990.Brown, Theodore E.,H. E Lemay. 1991. Chemistry 5th ed. Singapore: Prentice-Hall International Editions.
  3. Mahan, B.M. and Rollie J. Meyers. 1987. University Chemistry 4th ed. Singapore: The Benyamin/Cummings Publishing Company.

Bahasa Inggris (2 sks)

   Penggunaan Bahasa Inggris disesuaikan dengan taraf intermediate dan preadvanced. Penggunaan ditekankan pada kemampuan memahami membacaan ilmiah dan penambahan perbendaharaan kata serta ungkapan dalam Bahasa Inggris sebanyak 4.000-5.000 kata. Struktur kalimat (tata bahasa) diberikan sesuai dengan bacaan ilmiahnya diberikan sesuai dengan bacaan ilmiahnya. Penggunaan ditekankan pada kemampuan memahami bacaan ilmiah dan perbendaharaan kata serta ungkapan-ungkapan dalam bahasa inggris.

Referensi:

  1. Brady, J.E. 1990. General Chemisrty, Principles and Structures. 1990. Singapore: John Wiley and Sons.
  2. Brady, J.E. 1990.
  3. Brown, Theodore E.,H. E Lemay. 1991. Chemistry 5th ed. Singapore: Prentice-Hall International Editions.
  4. Mahan, B.M. and Rollie J. Meyers. 1987. University Chemistry 4th ed. Singapore: The Benyamin/Cummings Publishing Company.

Biologi (3 sks)

   Organisasi kehidupan, klasifikasi dalam biologi. Sistem reproduksi. Biologi molekuler. Fungsi dan Struktur Tumbuhan dan Hewan. Bioster. Organiesme dan lingkungannya. Peranan biologi dalam pertanian, industri dan sumerdaya alam. Analisis mengenai Dampak Lingkungan. Konservasi dan Pembangunan.

Referensi:

  1. 1. Campbell, N.A.,J.B. Reecee and L.G. Mitchell.1999. Biologi. Edisi 5. Terjemahan.
  2. Bilgrami, K.S., LM. Srvasta, J.L. Shreemali. 1972. Fundamentals of Botany.
  3. de Robertis, E.D.P. and F.A. Saesz dan E.M.F. de Robertis. 1975. Cell Biology.
  4. Johnson. 1984. Biology-An Introduction.
  5. Soemarwoto, I. 1981. Biologi Umum.
  6. Standfild. 1991. Genetika
  7. Mellanby, K., 1985. The Biology of Pollution.
  8. Weisz, P., 1963. The Science of Biology.

Matematika (3 sks)

   Gugus dan pengolahannya, Pengantar Hitung Peluang, vector dan matrik, Determinan Matriks segi, Transformasi dasar matriks, matriks kebalikan, gugus persamaam linier. Aljabar Pernyataan, Induksi Matematika, Gugus Ganda certecius, hubungan, Fungsi dan pengolahannya.

Referensi:

  1. Ayres, Frank Jr., Ph.D, 1971, Calculus 2nd ed., Schaum’s Outline Series, Schaumm Publ.Co, New York
  2. Purcell dan Verberg, 1992, Kalkulus dan Geometri Analitik Ed.ke-5 (diterjemahkan oleh susilo dkk.), Erlangga, Jakarta
  3. Lipscuhutz, Seymour, 1974, Probability, Schaum’s Outline Series, Mc. Graw-hill, Inc, New York
  4. Anton, Howard, 1987. Elementary Linear algebra, 5th ed., Jhon wiley & Sons, New York
  5. Hutahaean. 1981. Kalkulus diferensial dan Integral. Gramedia. Jakarta

Pengantar Ilmu Pertanian (2 sks)

   Pendahuluan, Unsur-unsur Pertanian, Sejarah Perkembangan dan Sistem Pertanian, Pengelolaan Lahan Kering, Masalah Sumberdeaya Alam, Pengelohan Lingkungan, Kelembaan di Bidang Pertanian, Peranan Ilmu Dasar dalam Dunia Pertanian, IPTEK dalam Bidang Pertanian, Pembangunan Pertanian, Pertumbuhan Penduduk dan Kebutuhan Pangan, Teknologi Produksi Pertanian, Pasca Panen.

Referensi:

  1. Adrianto, Tahana Taufiq. 2014. Pengantar Ilmu Pertanian. Yogyakarta: Global Pustaka Utama.
  2. Badcock, R. Cristopher. 2008. Lev 1 Strauss Strukturalisme Dan Teori Sosiologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
  3. Haryanto, Dany dan G Edwi Nugroho. 2011. Pengantar Sosiologi Dasar. Jakarta : Prestasi Pustakarya.
  4. Horton, Paul B. dan Chester L. Hunt. 1992. Sosiologi Jilid II. Jakarta : Erlangga.

Pengantar Teknologi Pertanian (2 sks)

   Pendahuluan : Ruang lingkup teknologi pertanian, Strategi ketanagakerjaan. Teknik Pertanian : Kondisi dan Hambatan. Teknologi Budidaya : Daya dalam bidang pertanian, Mesin dan peralatan. Teknik Prosesing ; Berbagai cara penanganan produksi dari aspek fisik dan mekanik. Teknik tanah dan air : Penyediaan air, irigasi drainase. Teknik Bangunan Pertanian : Model-model Bangunan Pertanian. Pengolahan Produk Pertanian : Cara fisik, khemis dan mikrobiologis. Industri Basis Pertanian : Aspek Manajemen dan Teknologi. Pengendalian kualitas: Prinsip-prinsip mutu produksi. Pengemasan dan penyimpanan Teknologi: kebijakan Pemerintah arah perkembangan, kecenderungan dan kendala

Referensi:

  1. Buckle, K.A; Edward, R.A.; Fleet, G.H; Wooton, M., 1978. Food Science. PGHE-IDP Australia
  2. Fellow, Pj. 1992. Food Processing Tchnology. Principles and Practice Ellis Hawood L. England
  3. Winarno, FG. 1993. Pangan, Gizi, Teknologi dan Konsumen. PT. Gramedia. Jakarta
  4. Murano, P.S. 2—3. Understanding Food Science and Technology. Thomson Learning, USA

Dasar2 Budidaya Pertanian (3 sks)

   Pendahuluan. Produksi pertanian. Energi dan komponennya, pangan dan gizi. Asal usul dan klasifikasi tanaman, perbanyakan secara generatif dan vegetatif, pertumbuhan dan perkembangan sel tanaman. Perkembangan tanaman, faktor tanah dan lingkungan tanaman, hubungan air, cahaya, tanah, suhu dan tanaman, sistem budidaya dan pola tanam, Pengolahan Tanah dan Tempat Bertanam, Pupuk dan Pemupukan, Perlindungan Tanaman. Iklim dan Pertumbuhan Tanaman

Referensi:

  1. Gunarsih, ance. 1988. Klimatologi. Jakarta; Bina aksara.
  2. Paryo, 2011. Pertanian Tumpang Sari. Pelosok Pedesaan: Indonesia
  3. Rismunandar. 1983. Membudidayakan Tanaman Buah-buahan. Bandung; Sinar baru.
  4. Sugito, yogi. 1994. Dasar-dasar Agronomi. Malang; Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Kimia Organik (3 sks)

   Berbagai reaksi termokimia dan termodinamika pada reaksi kimia. Pengukuran laju fan proses-proses kinetika reaksi, aspek-aspek kimia inti, reaksi dan reaktifitas senyawa organik, pengenalan kimia hayati dan aspek-aspek kimia lingkungan.

Referensi:

  1. Ralph J. Fessenden & joan S. Fessenden. Kimia Organik I+II, University of Montana, Penerbit Airlangga. Jakarta
  2. Peter Sykes. Penuntun Mekanisme Reaksi Kimia Organik. Penerbit Airlangga. Jakarta
  3. Meislich, Herbert, et al; Schaum’s. Outline of Theory and Problems of Organic Chemistry. SI (Metric) ed. Mc Graw-Hill,Inc. New York

Pengantar Ilmu Ekonomi (2 sks)

   Ruang lingkup dan metodologi ilmu ekonomi, teori perilaku konsumen, teori produksi, teori harga dan pasar, teori kesejahteraan ekonomi, penentuan pendapatan nasional, employment, neraca perdagangan dan inflasi.

Referensi:

  1. Rosyidi, suherman. 1991. Pengantar Teori Ekonomi. Airlangga University. Surabaya
  2. Sudarman, Ari. 1990. Teori Ekonomi Mikro. BPFE. Yogya
  3. Samuel, Pail A. and William D. Nordhaus. 1992. Economics 14th ed., Mc Graw-Hill. Singapore

Dasar-dasar Manajemen (2 sks)

   Hubungan antar manusia, manusia dengan sarana kerja. Pengertian kegunaan manajemen, definisi-definisi manajemen, meramal masa depan, perencanaan, organisasi, kepemimpinan, koordinasi, pelaksanaan, pengawasan dan pengenalan perusahaan pada umumnya.

Referensi:

  1. Panglaykim, J. dan Hazil Tanzil. 1984. Manajemen Suatu Pengantar. Ghalia Indonesia. Jakarta
  2. Benge, Eugene J. 1993. Pokok-pokok Manajemen Modern. PPM-Pustaka Binaman Pressindo
  3. Stoner, James, A.F. and Freeman, R. Edward. 1992. Manajemen 5nd ed. Prsntice Hall. New York
  4. Hellriegel, Jackson, and Slocun. 2002. Management, 9th ed. South Western- Australia

Statistika (3 sks)

   Pembahasan mengenai ruang lingkup dan kegunaan statistika, penyederhanaan data, ukuran pembedaan dan penyebaran data persamaan garis dan penyajian dalam tabel. Daftar frekuensi, histogram dan dahan daun, diagram kotak, garis dan pancaran titik. Permodelan keragaman melalui kaidah peluang dan fungsi sebarannnya. Populasi dan contoh. Pendugaan parameter dan uji hipotesis. Analisis regresi dan koreksi sederhana. Metode pengumpulan data, survei dan permasalahan. Analisis ragam untuk perbandingan nilai tengah. Regresi linier dengan dua peubah. Analisis tabel kontingensi dan rancangan faktorial.

Referensi:

  1. Walpole, R.E., Myers, R.H., Myers S.L. dan Ye, Keying, Probability and Statistics for Engineers dan Scientists, 8th edition Prentice‐Hall,. 2006. 8th Ed Penerbit ITB
  2. Walpole, R.E. dan Myers, R.H. 1989, 4-th ed. Ilmu Peluang dan Statistika untuk Insinyur dan Ilmuwan. Penerbit ITB Bandung (1995)

Rancangan Percobaan (3 sks)

   Maksud dan tujuan merancang percobaan. Asas-asas perancangan percobaan. Sumber-sumber alat dalam percobaan dan tekik-teknik untuk mengatasinta, Rancangan perlakuan. Rancangan lingkungan. Masalah dalam pendugaan respon pecobaan. Teladan analisis untuk beberapa rancangan bau. Analisis kovarian. Anggapan-anggapan yang melandasi suatu model analisis ragam dan uji-uji kesesuaiannya.

Referensi:

  1. Zainuddin. 1999. Metode Penelitian
  2. Hick, C.R. 1993. Fundamental Concept in the Design of Experiments. Oxford University Press. New York
  3. Santoso, R.D dan Kusnadi, M.H. 1992. Analisa Regresi. Andi Offset. Yogyakarta
  4. Billey, K.D. 1987. Methods of Social Research, 3th. Ed. Collier Mac Millian Publisher. London

Sistem Pertanian Organik /SPO (3 sks)

   Pengertian SPO, Penting dan perlunya pertanian organik, Unsur-unsur dan sistem Pertanian Orgsanik, Budidaya pertanian organik, Sistem Usahatani, Keterpaduan dalam pertanian Organik, Macam,kualitas dan sifat bahan organik. Penanganan pasca panen produk pertrnian organik. Pemberdayaan sumber daya manusia. Pemasaran produk organik ( Fair trade). Segmen pasar produk organik. Teknik pengemasan dan Sertifikasi produk organik.

Referensi:

  1. Rosmarkam, A dan N.W Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius. Yogyakarta.
  2. Rosenow, Soltysiak, dan Verschuur. 1996. Organic Farming, Sustainable Agriculture Put Into Practice. Jerman: IFOAM
  3. Sutanto,R. 2006. Pertanian Organik. Yogyakarta: Gramedia
  4. Soetriono, dkk. 2006. Pengantar Ilmu Pertanian. Malang: Bayumedia
  5. Sutedjo, M. M., dan A.G. Kartasaputra, 1990. Pupuk dan Pemupukan. Rineka Cipta, Jakarta.

Etika Profesi dan Bisnis (2 sks)

   Hakekat Etika dan Bisnis, Prinsip-prinsip Etis dalam Bisnis, Bisnis dan Lingkungannya, Etika dalam menjalankan Fungsi Perusahaan, Hubungan Etika dan Budaya, Perspektif Etika bisnis, Etika dalam Profesi, Penerapan Etika Profesi.

Referensi:

  1. Kieser, B. 1986. “Etika Profesi. Tantangan Untuk Menjadi Hati Nurani Masyarakat” dalam Basis No. 35
  2. Magnis-Suseno, Franz, SJ. 1987. “sekitar Etika Bisnis” dalam Basis no 35
  3. Magnis-Suseno, Franz, SJ. 1987. Etika Dasar. Masalah-masalah Pokok Filsafat Moral. Yogyakarta. Kanisius
  4. Magnis-Suseno, Franz, SJ. 1989. Etika Sosial. Bukau panduan mahasiswa PB I- PB VI. Jakarta: Gramedia
  5. Kieser, B. 1986. Moral Dasar. Kaitan Iman dan Perbuatan. Yogyakarta: Kanisius

Riset Operasi (3 sks)

   Pengertian riset operasi. Linier programming (sederhana, integer, dynamic and multistage), Analisis Network (CPM/PERT), persoalan transportasi: teori keputusan dan teori permainan (game theory). Teori antrian, teori persediaan. Ruang lingkup/batasan pembahasan, research operasi, analisis pemanfaatan/alokasi sumberdaya dengan: analisis sederhana dengan menggunakan grafik dan contoh-contohnya; model programasi liner dan alokasi sumberdaya. Analisis jaringan kegiatan (net worrks); net qork minimization, skortest-Route problem; maksimal flow problem, pemanfaatan programasi linier dalam net works. Dynamic (multistage) programming dan pemanfaatannya dalam pengembangan agroindustri dan agribisnis.

Referensi:

  1. Hamdy Taha, Operation Research An Introduction, Edisi 4, Macmillan, New York
  2. Richard Bronson, Theory and Problem of Operation Research , McGraw- Hill, Singapore
  3. Subagyo Pangestu. 2000. Marwan Asri, dan T. Hani Handoko. Dasar- Dasar Operation Research, Yogyakarta: PT. BPFE-Yogyakarta
  4. Aminudin. 2005. Prinsip-Prinsip Riset Operasi. Erlangga
  5. Yulian Zamit. Manajemen Kuantitatif, BPFE, Yogyakarta

Metodologi Penelitian (3 sks)

   Mempelajari cara-cara melakukan penelitian ilmiah termasuk membuat usulan penelitian, pelaksanaan penelitian dan pembuatan laporan hasil penelitian. Proses penelitian secara umum, mulai dari: penentuan masalah, tinjauan pustaka, identifikasi variabel, penelitian percobaan, pengamatan dan pengumpulan data, interpretasi hasil penelitian percobaan dan tata cara penulisan karya ilmiah (skripsi) dan pblikasi ilmiah serta tata cara seminar

Referensi:

  1. Kerlinger, F. N.1986. Foundations of behavioral research (3rd ed.). New York: Holt, Rinehart and Winston.
  2. Nasir, M. 1988. Metoda Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
  3. Nawawi, H. dan Martini, M.H. 1994. Penelitian Terapan
  4. Sutrisnohadi. 1994. Metodologi Penelitian, Jilid 1, 2, 3, dan 4. Yogyakarta: Andi Offset.
  5. Wasito, H. 1992. Pengantar Metodologi Penelitian. Gramedia: Jakarta.

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan/AMDAL(2 sks)

   Kebijaksanaan nasional pembangunan Lingkungan Hidup. Kebijaksanaan nasional pembangunan LH – (AMDAL) (lanjutan). Masalah pembangunan dan lingkungan. Dasar-dasar ekologi: proses dan manfaat AMDAL: penapisan dan pelingkupan, metode dan identifikasi dampak, prakiraan dan evaluasi, pendekatan pengelolaan lingkungan, prinsip-prinsip dasar pemantauan lingkungan, dampak pembangunan dan penggunaannya (aspek geo-fisikkimia), dampak pembanugnan dan penangannnya (aspek biologi), dampak pembangunan dan penangannnya (aspek sosek dan sosbud), laporan AMDAL dan kasus studi AMDAL.

Referensi:

  1. Fandeli, Ch, 2004. Analisis Mengenai Dampak Linkungan Prinsip Dasar Dalam Pembangunan. Penerbit Liberty, Yogyakarta.
  2. Koesnadi, Hardjosoemantri, 1986. Hukum Tata Lingkungan, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  3. Wardhana, AW, 2004. Dampak Pencemaran Lingkungan. Andi Offset. Yogyakarta

Kewirausahaan (3 sks)

   Ciri-ciri wirausaha, sikap yang diperlukan oleh wirausahawan, leadership, cara-cara pengambilan risko, decision making process, perencanaan bisnis, manajemen waktu, perencanaan pengendalian keuangan, sistem informasi, penggunaan sumberdaya, dan menilai peluang pasar.

Referensi:

  1. Joe setyawan. 1994. Strategi Efektif Berwirausaha Cetakan ke-2. Jakarta: PT Gramedia Pustaka
  2. Geoffrey G. Meredith et al. 1986. Kewirausahaan Teori dan Praktek. Jakarta: PT Pustaka Binaman Pressindo
  3. Cuplikan dari berbagai majalah dan surat kabar

Teknik Penulisan Ilmiah dan Presentasi (2 sks)

   Jenis-jenis karya ilmiah. Teknik Penulisan Ilmiah. Sistematika Penulisan Ilmiah. Teknik Pembuatan Materi Presentasi. Teknik Presentasi. Seminar Problematik adalah hasil dari mata kuliah Teknik Penulisan Ilmiah dan Presentasi. Mahasiswa menyusun suatu makalah/karya ilmiah berdasarkan studi literatur/studi lapang selama jangka waktu tertentu sesuai dengan bidang keilmuan mahasiswa yang bersangkutan dan dipresentasikan.

Referensi:

  1. Tim Fakultas Pertanian, 2014. Pedoman Penulisan Tugas akhir. FPUKWK. Malang.

Kuliah Kerja Nyata/KKN (2 sks)

   Mata kuliah ini dikelola oleh PUSDIKAT yang pada dasarnya memberikan kesempaan kepada peserta untuk dapat memahami permasalahan di lokasi. Selanjutnya dengan adanya permasalahan ini diharap peserta dapat menawarkan penyelesaiannya melalui satu rancangan yang sesuai khususnya dari sisi waktu peserta di lokasi.

Referensi :

  1. Tim LPPM. Buku Pedoman Kuliah Kerja Nyata. Pusdikat-LPPM. Malang.

Praktik Kerja Lapang (2 sks)

   Kegiatan akademis yang dilakukan mahasiswa dengan cara melakukan magang kerja dalam lembaga/instansi pemerintah atau swasta selama waktu tertentu sesuai dengan bidang keilmuan mahasiswa yang bersangkutan. Praktik Kerja Lapang (PKL) dilaksanakan selama satu bulan secara terus menerus di Lapangan, 5 hari dalam seminggu, 3 – 4 jam/hari.

Referensi :

  1. Tim Fakultas Pertanian, 2014. Pedoman Penulisan Tugas akhir. FP-UKWK. Malang.

Skripsi (6 sks)

   Karya tulis ilmiah penelitian di laboratorium atau di lapang yang dipresentasikan dalam kolokium serta dipertanggung jawabkan dalam ujian akhir.

Referensi :

  1. Tim Fakultas Pertanian, 2014. Pedoman Penulisan Tugas akhir. FP-UKWK. Malang

Standar Akademik Fakultas Pertanian

Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN DIKTI) yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 tahun 2015 adalah satuan standar yang meliputi Standar Nasional Pendidikan, ditambah dengan Standar Nasional Penelitian, dan Standar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat. SN DIKTI merupakan kriteria minimal tentang pembelajaran pada jenjang pendidikan tinggi di perguruan tinggi di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas:

  • standar kompetensi lulusan;
  • standar isi pembelajaran;
  • standar proses pembelajaran;
  • standar penilaian pembelajaran;
  • standar dosen dan tenaga kependidikan;
  • standar sarana dan prasarana pembelajaran
  • standar pengelolaan pembelajaran
  • standar pembiayaan pembelajaran.

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan kriteria minimal tentang kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran (CP)mengacu kepada KKNI.Dasar hukum CP dinyatakan di dalam Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yaitu kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor (pasal 1 ayat 1). Selanjutnya di dalam pasal 1 ayat 2 peraturan tersebut, CP dinyatakan sebagai kemampuan yang diperoleh melalui internalisasi pengetahuan, sikap, keterampilan, kompetensi, dan akumulasi pengalaman kerja.

KKNI pada sistem pendidikan tinggi dinyatakan dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang selanjutnya disingkat UU Dikti 12/2012. Pasal 29 UU Dikti 12/2012 menyatakan bahwa:

  • Kerangka Kualifikasi Nasional merupakan penjenjangan capaian pembelajaran yang menyetarakan luaran bidang pendidikan formal, nonformal, informal, atau pengalaman kerja dalam rangka pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.
  • Kerangka Kualifikasi Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi acuan pokok dalam penetapan kompetensi lulusan pendidikan akademik, pendidikan vokasi, dan pendidikan profesi.
  • Penetapan kompetensi lulusan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan oleh Menteri. Penerapan pasal 29 UU Dikti 12/2012 dan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang KKNI dituangkan di dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2013 tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan Tinggi. Pasal 10 ayat (3) Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2013 menyatakan bahwa dalam menerapkan KKNI di bidang kurikulum pendidikan tinggi.

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia merupakan kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja. Kesetaraan CP yang dihasilkan melalui pendidikan dengan jenjang kualifikasi pada KKNI lulusan Diploma 4 atau Sarjana Terapan dan Sarjana paling rendah setara dengan jenjang 6

Fasilitas Fakultas Pertanian

Laboratorium Fakultas Pertanian

  • Dalam proses pembelajaran, di samping mendapatkan perkuliahan yang bersifat teoritis, mahasiswa juga diwajibkan untuk melakukan kegiatan lain sehubungan dengan mata kuliah tertentu, yaitu kegiatan demonstrasi, latihan, praktikum, dan percobaan ( sesuai bidangnya ).
  • Kegiatan praktikum merupakan suatu bentuk pembelajaran yang dilakukan di laboratorium, untuk melatih ketrampilan dan kemampuan mahasiswa memecahkan masalah melalui percobaan atau ekcperimen sehingga dapat memahami suatu teori.

Fungsi Laboratorium

  • menyiapkan sarana penunjang untuk melaksanakan pendidikan dan pengajaran yang meliputi aplikasi metodelogi dalam satu atau sebagian cabang ilmu dan teknologi sesuai dengan bidang studi pertanian ( THP dan Agribisnis ) dalam rangka memperoleh wawasan eksperimental.
  • menyiapkan sarana penunjang untuk melaksanakan penelitian dan pengembangan dalam satu atau sebagian cabang ilmu dan teknologi sesuai dengan bidang studi pertanian ( THP dan Agribisnis ).
  • menyiapkan sumberdaya dasar ( perangkat lunak & keras ) untuk mengembangkan disiplin ilmu sesuai dengan bidang studi pertanian ( THP dan Agribisnis ).

Penggunaan Laboratorium

  • Laboratorium dipergunakan untuk kegiatan praktikum yang diselenggarakan dan diatur oleh Fakultas/ Jurusan.
  • Penggunaan fasilitas laboratorium untuk kepentingan akademik ditentukan sendiri oleh Fakultas/ Jurusan dan Kepala Laboratorium.
  • Penggunaan peralatan laboratorium oleh warga kampus yang tidak secara langsung berkaitan dengan kegiatan akademik dikonsultasikan dan simintakan ijin kepada Kepal Laboratorium.

Jenis Laboratorium

1. Laboratorium Kimia dan Biokimia Pangan
  • Laboratorium Kimia dan Biokimia pangan mengembangkan ilmu yang berkaitan dengan aspek-aspek kimiawi seperti analisis kimiawi, fisiologi dan teknologi pasca panen, bahan tambahan makanan ( food aditive ), kimia dan biokimia pangan terapan, termasuk pula pengujian mutu pangan hasil pertanian lainya ditinjau dari spek kimia
  • Peralatan yang dimiliki : Aw Meter, pH Meter, color reader, Eksikator, Timbangan Analitis, Distillation unit ( Kjeldahl ), Hotplate Stirrer, Hand Refraktormeter, penetometer, RH meter, Viscosimeter Shaker, Spektofotometer
2. Laboratorium Pengolahan
  • Laboratorium ini berkaitan dengan subtansi ilmu pengolahan dan rekayasa seperti perancangan peralatan pengolahan, pengembangan produk baru, pengemasan dan penyimpanan, rheologi dan teknologi pengawetan
  • Peralatan yang dimiliki : Drying cabinet, oven, freeze, mixer, cup sealer, penetrometer, dan juice extractor, molen dan Blower, Blender
3. Laboratorium Mikrobiologi Pangan
  • Laboratorium Mikrobiologi ruang sterilisasi dan ruang isolasi baik untuk bakteri maupun kapang yang digunakan baik untuk penelitian maupun praktikum.
  • Laboratorium ini dilengkapi dengan peralatan seperti autoclave manual, incubator, Entkas Digital, Colony Counter, Mikroskop Elektrik

Kerja Sama Fakultas Pertanian

Dalam rangka meningkatkanmutu proses belajar mengajar baik bagi para mahasiswa maupun dosen, maka Fakultas Pertanianmenjalin kerjasama dengan beberapa instansi pemerintah maupun swasta. Beberapa kerjasama yang telah terjalin adalah sebagai berikut ini.

  • BLKPPTKLN Wonojati-Malang untuk kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL) dan penelitian mahasiswa.
  • Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) “Mulyo Santoso”yang bergerak di bidang agribisnis dan pengolahan sayuran organik.
  • Unika Soegijapranata Semarang; di bidang pendidikan dan pengajaran dalam kegiatan Service Learning untuk menunjang mata kuliah Sistem Pertanian Organik.
  • Beberapa industri pengolahan hasil pertanian yaitu PT Agar-agar Srigunting, Puspa Florist Malang dan Kripik Buah-buahan “Maniez” Malang untuk studi lapang, PKL dan penelitian mahasiswa.

Kerjasama di tingkat UKWK Malang yang juga terkait dengan Fakultas Pertanian adalah sebagai berikut ini.

  • Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Dissperindagkop) Kota Malang, di bidang pengabdian kepada masyarakat.
  • Microsoft Campus Agreement (MCA), di bidang lisensi software legal.
  • Citra Media Solusindo Malang, di bidang pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), terutama dalam akses internet. Hal ini juga semakin membuka lebar peluang kerjasama di bidang multimedia guna meningkatkan kemampuan civitas academica dalam TIK.
  • SMAK Frateran Malang dan SMAK Kolose Santo Yusuf Malang, di bidang penerimaan dan seleksi mahasiswa baru.
  • Carmel Vision Entertainment Malang, di bidang promosi.
  • The University of San Carlos, Cebu – Philippines, di bidang pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen untuk kegiatan pendidikan dan pengajaran, serta penelitian, dan kolaborasi dalam proyek-proyek penelitian.
  • PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk., di bidang pendidikan dan pengajaran dengan kegiatan seminar, kuliah tamu, dan magang mahasiswa, serta penyaluran lulusan.

Tata Pamong Fakultas Pertanian

   Dalam melaksanakan tugasnya, setiap pimpinan/kepala/ketua di lingkungan Fakultas Pertanian, baik Dekan, Ketua Jurusan, maupun Kepala Laboratorium mengacu pada tata kerja fakultas yang termuat dalam Statuta Universitas. Struktur organisasi Fakultas/Sekolah Tinggi serta tugas/fungsi dari tiap unit adalah sebagai berikut ini.

     Fakultas Pertanian dipimpin oleh seorang Dekan yang bertanggungjawab langsung kepada Rektor. Dekan adalah penanggung jawab utama tingkat fakultas, di samping memberikan arahan serta kebijakan umum, menetapkan peraturan, norma dan tolok ukur penyelenggaraan Fakultas. Dalam melaksanakan tugasnya, Dekan dibantu oleh Ketua Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Ketua Jurusan Agribisnis, dan Kepala Laboratorium. Ketua Jurusan sebagai pimpinan jurusan adalah unsur pelaksana akademik pada fakultas yang melaksanakan pendidikan akademik dan/atau profesional di bidang Teknologi Hasil Pertanian atau Agribisnis. Kepala Laboratorium adalah pimpinan laboratorium sebagai unsur pelaksana akademik di tingkat jurusan. Tugas dan fungsi dari setiap unit sudah dirumuskan secara jelas pada Statuta Universitas yang kemudian dijabarkan dalam Deskripsi Kerja.

Dekan

  1. Mengkoordinasikan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan pengajaran, penelitian
    dan pengabdian masyarakat di tingkat fakultas.
  2. Merencanakan dan mengkoordinasikan peningkatan jumlah mahasiswa di tingkat fakultas.
  3. Merencanakan dan mengkoordinasikan peningkatan kualitas lulusan.
  4. Merencanakan dan mengkoordinasikan peningkatan SDM di tingkat fakultas.
  5. Merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan akademik dan penunjang akademik di tingkat fakultas.
  6. Merencanakan pengembangan jurusan dan program.
  7. Merencanakan dan mengkoordinasikan peningkatan status jurusan/program di tingkat fakultas.
  8. Menciptakan iklim kerja yang sehat di tingkat fakultas.
  9. Melaksanakan fungsi organisasi dan kepemimpinan secara efektif dan efisien.
  10. Mengkoordinasikan kegiatan kemahasiswaan di tingkat fakultas.
  11. Melaksanakan tugas-tugas lain atas perintah atasan langsung demi kepentingan lembaga

Ketua Jurusan

  1. Membuat perencanaan Proses Belajar Mengajar (PBM) di tingkat jurusan/program.
  2. Melaksanakan dan memonitor pelaksanaan Proses Belajar Mengajar.
  3. Melaksanakan dan mengkoordinasikan kegiatan akademik dan penunjang akademik di tingkat jurusan
  4. Mengkoordinasikan pelaksanaan penelitian dan pengabdian masyarakat di tingkat jurusan.
  5. Mengkoordinasikan kegiatan kemahasiswaan di tingkat jurusan.
  6. Melaksanakan tugas – tugas lain atas perintah atasan demi kepentingan lembaga.

Kepala Laboratorium

  1. Melayani kegiatan-kegiatan praktikum bagi staf Pengajar dan mahasiswa, baik untuk pendidikan dan pengajaran maupun penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
  2. Mempersiapkan sarana penunjang Laboratorium untuk kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.
  3. Menyusun buku penunjang praktikum untuk mahasiswa.
  4. Menyusun program pengembangan sarana laboratorium sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan ilmu teknologi atau seni tertentu.
  5. Bertanggung jawab atas pemeliharaan dan pengembangan sarana Laboratorium.
  6. Membuat dan memonitor tata tertib dalam pelaksanaan praktikum.
  7. Merencanakan dan membuat laporan anggaran praktikum.
  8. Melaksanakan tugas–tugas lain atas perintah atasan demi kepentingan lembaga.

Staf Administrasi Fakultas

1. Melaksanakan registrasi mahasiswa baru dan mahasiswa lama:

  • Mengumpulkan blangko biodata.
  • Meng-entry data mahasiswa di Sistem Informasi Manajemen (SIM).
2. Melaksanakan administrasi perkuliahan di tingkat fakultas:

  • Mencetak Kartu Rencana Studi.
  • Mencetak presensi kuliah.
  • Meng-entry data perkuliahan di Sistem Informasi Manajemen (SIM) (kehadiran dosen dan mahasiswa, materi, dll.).
  • Merekapitulasi, mencetak rekapitulasi presensi, dan menyerahkannya kepada Biro Administrasi Akademik (BAA) setelah ditandatangani oleh Dekan.
3. Menerima, mengecek, dan mengarsip kesediaan mengajar dosen serta memberikan tembusan/copy kesediaan mengajar ke BAA.
4. Melaksanakan administrasi Ujian Tengah Semester (UTS):

  • Menerima berkas ujian ujian BAA dan memasukkan berkas ujian (kecuali soal ujian) ke sampul.
  • Menyerahkan berkas ujian dosen tidak tetap ke bagian Ekspedisi Universitas (BAU).
  • Menyerahkan berkas ujian dosen tetap kepada dosen yang bersangkutan.
  • Menerima nilai UTS dari dosen dan memberikan tanda terima nilai dan mengarsipkannya.
5. Melaksanakan administrasi Ujian Akhir Semester (UAS):

  • Mencetak dan membagi Kartu Peserta Ujian (KPU) setelah mahasiswa menyerahkan tanda bukti penyelesaian administrasi keuangan yang telah disahkan.
  • Menerima berkas ujian ujian BAA dan memasukkan berkas ujian (kecuali soal ujian) ke sampul.
  • Menyerahkan berkas ujian dosen tidak tetap ke bagian Ekspedisi Universitas (BAU).
  • Menyerahkan berkas ujian dosen tetap kepada dosen yang bersangkutan.
  • Merekapitulasi jumlahquestionnaire mahasiswa dan menyerahkan pada Dekan.
  • Menerima nilai UAS dari dosen dan memberikan tanda terima nilai dan mengarsipkannya.
  • MencetakKHS dan menyerahkannya kepada BAA setelah ditandatangani oleh Dekan.
6. Menyiapkan data pendukung laporan EPSBED dan meng-entry data bersama-sama dengan BAA dan didampingi Ketua Jurusan.
7 Menyiapkan data-data yang diminta sesuai kebutuhan.
8. Melaksanakan administrasi surat menyurat di fakultas.
9. Melaksanakan tugas-tugas lain atas perintah atasan langsung demi kepentingan lembaga.

Dasar Hukum Fakultas Pertanian

Dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Fakultas Pertanian UKWK mendasarkan diri pada :

1 Undang – undang Nomor 12 Tahun 2012, tentang Pendidikan Tinggi
2 Undang – undang Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional
3 Undang – undang Nomor 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen
4 Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 045/U/2002 Tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi
5 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999, tentang Pendidikan Tinggi;

Sejarah Singkat Fakultas Pertanian


Fakultas Pertanian Universitas Katolik Widya Karya, Malang didirikan pada tanggal 9 Mei 1982. Berdasarkan Surat Keputusan MENDIKBUD No. 0497/0/1990 tanggal 8 Agustus 1990 memperoleh status DIAKUI. Sejak didirikan sampai sekarang Fakultas Pertanian telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan (Dekan). Adapun nama pejabat dekan mulai tahun 1982 sampai sekarang sebagai berikut:

 

Tahun 1982 – 1996   : Ir. Noor Subagio
Tahun 1996 – 2004   : Dr. Ir. Sudaryono
Tahun 2004 – 2007   : Ir. Kukuk Yudiono, MS
Tahun 2007 – 2009   : Ir. Lisa Kurniawati, MS
Tahun 2009 – 2013   : Ir. Sari Perwita, MSIE
Tahun 2013 – 2017   : Ir. Lisa Kurniawati, MS
Tahun 2017 – sekarang   : Dr. Ir. Kukuk Yudiono, MS

Akreditasi dan SK nya

Fakultas Pertanian sejak didirikan sampai sekarang memiliki 2 (dua) jurusan yang
telah terakreditasi, yaitu:

  1. Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
    Status TERAKREDITASI dengan SK No. 1729/SK/BAN-PT/Akred/S/VII/2018, dengan konsentrasi Teknologi Pangan, dan
  2. 3.2 Jurusan Agribisnis
    Status TERAKREDITASIdengan SK No. 1133/SK/BAN–PT/Akred/S/X/2015, dengan konsentrasi AGRIBISNIS.

Dosen Tetap

Seluruh dosen tetap di Fakultas Pertanianmemiliki standar pendidikan minimum adalah S2, baik dari Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) maupun Jurusan Agribisnis. Dosen tetap pada masing-masing Jurusan memiliki kepangkatan mulai dari Asisten Ahli sampai Lektor Kepala, serta terdapat keterlibatan profesor dalam proses kegiatan belajar mengajar.