Deskripsi Mata Kuliah Program Studi S1 Teknologi Hasil Pertanian ( THP )

Biokimia Pangan (3 sks)

   Pengertian biokimia pangan, Susunan Sel, Karbohidrat, Lemak, Protein, Enzim dan Koenzim, Asam Nukleat , Vitamin dan Metabolisme.

Referensi:

  1. Harper, (1996), Biokimia, Jakarta : EGC
  2. Lehninger, Maggy Thenawidjaya, (1993). Dasar-dasar Biokimia (terjemahan), Jakarta, Erlangga.
  3. Matthew, C. K. and Van Holde, K. E. 1996. Biochemistry (2nd edition). USA: The Benjamin/Cummings Publishing Co, Inc.
  4. Nelson D.L., and Cox M.M., 2008, Lehninger Principles Of Biochemistry Fifth Edition. New York: W. H. Freeman and Company.
  5. Poedjiadi,A.(1993). Dasar-dasar Biokimia. Yayasan Cendrawasih Bandung

Ekonomi Teknik (2 sks)

   Hubungan antara nilai uang dengan waktu dan tingkat bunga modal. Analisis biaya lata dan mesin pertanian,analisis produksi. Metode pemilihan dan analisis alternative. Break event point, evaluasi proyek pertanian.

Referensi:

  1. Djamin, Zulkarnain. Perencanaan dan Analisa Proyek. 1993. Edisi Dua. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi. Universitas Indonesia. Jakarta.
  2. Grant, Eugene L, Ireson, W. Grant, Leavenworth, Richard S., 2001. Dasardasar Ekonomi Teknik. Jilid 1. Cetakan 6. Rineka Cipta. Jakarta.
  3. Kadariah,1986, Evaluasi Proyek-Analisa Ekonomis, LPFE-UI, Jakarta
  4. Kodoatie, Robert J. 2000. Analisis Ekonomi Teknik. Cetakan Ketiga. Andi. Yogyakarta.
  5. Pujawan, I Nyoman. 1995. Ekonomi Teknik. PT Guna Widya. Jakarta.
  6. Gray Clive, dkk. Pengantar Evaluasi Proyek. Edisi Kedua. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Fisika (3 sks)

   Mekanika : sistem satuan, besaran scalar/ vector, hokum Newton, prinsip kesetimbangan, gerak sentry petal- sentrifugal dan besaran-besaran putaran, gerak selaras dan elestisitas . Liquit : sifat zat cair static, zat cair mengalir, fenomina molekul, tegangan permukaan . Thermodinamika : panas dan temperature, transformasi energi, transformasi panas. Fisika moderen : teori quantum, radiasi nuklir

Referensi:

  1. Zemansky, Sears. 1991. Fisika Untuk Universitas Jilid I, II dan III. Binacipta. Bandung
  2. Sears. 1986. Mekanika, Panas dan Bunyi. Binacipta. Bandung

Kimia Fisika (2 sks)

   Sifat-sifat zat cair dan larutan. Koloid dan larutan koloid. Film permukaan. Emulsi. Absorbsi, elektrometri, spektroskopi

Referensi:

  1. J.L. Kenneth. 1974. Emulsions and Emulsion Technology. Marcel Dekker. New York
  2. P.W. Atkins. 1988. Physical Chemistry 3rd ed. Elos. Oxford
  3. R.A. Alberty, R.J.silbey. 1992. Physical Chemistry 1th ed. John willey & sons. New York

Mikrobiologi Umum (3 sks)

   Sejarah dan perkembangan mikrobiologi, persiapan untuk pemeriksaan bakteri, morfologi dan sitologi bakteri, kultur bakteri, sifat-sifat koloni, pembiakan dan pertumbuhan bakteri, pertukaran zat pada bakteri, hasil metabolisme bakteri, pengaruh lingkungan terhadap mikroorganisme, kehidupan bersama mikroorganisme, jamur, bakteri, virus dan mikroorganisme dalam makanan

Referensi:

  1. Dwidjoseputro, 1980, Dasar-dasarMikrobiologi, P T Djambatan, Jakarta
  2. Pelezar and Chan, 1986, Dasar-dasarMikrobiologi, U I Press, Jakarta
  3. Salle, 1973, Fundamental Principle of Bacteriologi, McGraw Hill Book Co.Inc New York
  4. Wheeler V, 1988, MikrobiologiDasar, Edisike lima, PenerbitErlangga, Jakarta
  5. Fardiaz S, 1992, MikrobiologiPangan, P A U IPB Bogor

Satuan Operasi I (3 sks)

   Pengantar dasar-dasar teknik, Dasar-dasar perpindahan fluida dan keseimbangan massa, Dasar-dasar perpindahan panas, Pemanasan dan pendinginan, Dasar-dasar perpindahan massa, Evaporasi, Pengeringan, Pemisahan (sparasi), Pengecilan ukuran, Evaluasi proses.

Referensi:

  1. Geankoplis, C.J. 1983. Transport Processes and Unit Operations. Edisi kedua. Boston: allyn and Bacn Inc
  2. Sigh, R. Paul & Dennis R. Heldmand.1993. Introduction to Food Engineering. Edisi Kedua. California Academic Press Inc
  3. Earle, R.L. 1969. Unit Operation in Food Processing. Pergamon Press Ltd

Fisiologi Dan Teknologi Pasca Panen (3 sks)

   Pendahuluan umum tentang pengertian dasar fisiologi dan pasca panen. Umur fisiologis dan komoditi. Konsep ripening buah dan sayur. Respirasi dan etilen. Efek lingkungan terhadap buah dan sayur. Patologis dan lepas panen. Standart komoditi dan penetuan tingkat kematangan komoditi. Perlakuan pasca panen pada komoditi lepas panen. Pengepakan dan teknik pengemasan bentuk segar komoditi.

Referensi:

  1. Pantastico, E.B., 1989, Fisiologi Pasca Panen, Gajah Mada University Press, Yogyakarta
  2. Wills, R.H.H., et all., 1981, Postharvest, New South Wales University Press, Australia
  3. Kartosaputro, A.G., 1989, Teknologi Penanganan Pasca Panen, Bina Aksara, Jakarta
  4. Winarno, F.G., 1980, Mutu Daya Simpan Transportasi dan Penanganan Buah-buahan dan sayuran

Ilmu Gizi Dan Pangan ( 2 sks)

   Pengertian tentang arti gizi dalam makanan dan fungsi zat-zat gizi dalam tubuh; metabolism zat gizi ( karbohidrat, protein, lemak, air, vitamin dan mineral) dan factor-faktor yang mempengaruhi; penilaian kecukupan gizi dan status gizi; prinsip malnutrisi dan akibatnya; kebiasaan makan; pengaruh perkembangan usaha pertanian dan industry terhadap penyediaan sumber gizi; senyawa-senyawa anti gizi bahan hasil pertanian.

Referensi:

  1. Almatsier, Sunita. 2001. Prinsip dasar Ilmu Gizi. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama
  2. Doyle, ME, CE Steinhart dan B.A. Cochrane. 1993. Food Safty, Food Research Institute Marcel Dekker. Inc. New York
  3. Harper, L.J., B.J. deanton, J.A.Oriskel, Penerjemah suhardjo. 1986. Pangan, Gizi dan Pertanian. UI Press. Jakarta
  4. Wilson, Eva D., K.H. Fisher and P.A. Gracia. 1979. Principles of nutrision. John Wily. New York

Kimia Pangan (3 sks)

   Pengantar Kimia Hasil Pertanian yang berisi pengenalan konstituen-konstituen hasil pertanian secara umum, pokok-pokok bahasan rinci mengenai konstituenkonstituen tersebut yaitu : air, karbohidrat, protein, lipida, enzim, pigmen, vitamin dan mineral,flavor, serta food additives dan Peranan factor lingkungan

Referensi:

  1. Bennion, M. 1980. The Science of Food. John Wiley & sons New York
  2. Charley, H. 1990. Food science. John Wiley. New York
  3. De Man, J.M. 1999. Principles of Food Chemistry 3rd ed. Aspen Publishers. Inc
  4. Meyer. L.H. 1973. Food Chemistry. Reinhold Publ. Corp. New York
  5. Pomeranz, Y. 1991. Functional Properties of Food Component 2nd ed. Academic Press. Inc
  6. Winarno, FG. 2000. Kimia Pangan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Pengetahuan Bahan (3 sks)

   Sifat fisik bahan pangan, sifat mekanik bahan pangan, perlakuan fisik bahan pangan, komposisi kimia bahan pangan

Referensi:

  1. Aman, W., Kamaruddin Abdulah dan Atjeng M. Syarif. 1992. Sifat Fisik Pangan. PAU IPB
  2. Atkins, P.W. 1986. Physical Chemistry. Oxford: Oxford University Press
  3. Pomeranz, Y. and meloan, C.E. 1994. Food Analysis: theory and Practice. New York: Chapman & Hall
  4. Sawnkhe, D.K and B.B. desai. 1984. Postharvest for The Tropics. Boca Raton: CRC Press. Inc
  5. Sutitno. 1988. Pengujian sifat Fisik bahan Pangan. Pusat Antar universitas. Universitas Gadjah Mada

Satuan Operasi 2 (3 sks)

   Pendahuluan, Pendinginan dan pembekuan, Contralled atmosphere stroge, Irradiasi, Pemanasan, Pengeringan, Pengasapan, Penambahan garam, Pengalengan, Pembotolan

Referensi:

  1. Fellow, P.J. 1990. Food processing Technology: Principles and Practices
  2. Wirakartakusuma, Aman; Suhardihardjo dan Purwiyatno hartadi. 1988. Rekayasa Proses Pangan. IPB. Bogor
  3. Heldman and Paul sigh. 2001. Food Process Engineering. Avi Westport. Connecticut

Aditif Makanan dan Toksikologi (2 sks)

   Mengulas secara rinci tentang masing-masing jenis bahan tambahan makanan (food aditive), fungsinya seluk beluk cara penggunaan, pengembangan produk dan memberi gambaran tentang peraturan penggunaan bahan tambahan makanan. Responsi interaktif mencakup pembahasan studi kasus aplikasi BTP, demo contoh produk-produk BTP, penelusuran via internet dan diskusi langsung dengan praktisi pengguna, penentu kebijakan dan distributor BTP

Referensi:

  1. Doyle, M.E., C.E. Steinhart dan B.A. Cochrane. 1993. Food Safety. Food Research Institute. Marcel Dekker. Inc. New York
  2. Hannsen, M.J and J. marsden. 1984. E. for additives. Thomsons. Northmptonshire
  3. Furia. T.E. 1986. Hand Book of Food additives The chemical. Rubber. Ohio

Mesin Peralatan (2 sks)

   Pendahuluan, Karakteristik Bahan Baku, Pembersihan, Sortasi & Grading, Pengecilan ukuran, Pencampuran dan Emulsi, Centrifugasi, Filtrasi, Ekstraksi & Expresi, Kristalisasi, Proses Panas, Preservasi

Referensi:

  1. Hall, Carl W and Davis, Denny C. 1979. Processing Equipment For Agricultural Product. Avi Publishing Company, Inc. USA
  2. Fellow, P.J,. Food Processing Technology Principles and Practice. Ellis Horwood ltd. New York
  3. Brennan. Food Engineering Operation. Apllied Science. London.
  4. Helmand, D.R. Food Process Engineering. Marcel Dekker Inc. New York.
  5. Perry,. Handbook Chemical Engineering.

Mikrobiologi Pengolahan Pangan (3 sks)

   Pertumbuhan mikroorganisme, faktor intrinsik dan ekstrinsik yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme dalam bahan pangan. Peran mikroorganisme dalam kerusakan mikrobiologis berbagai jenis bahan pangan dan hasil olahannya. Mikroba patogen dalam bahan pangan serta perubahan sifat fisiologis mikrobia akibat terjadinya perubahan kondisi lingkungan sebagai akibat dari berbagai perlakuan meliputi pengeringan, pemanasan, pendinginan, pembekuan, irradiasi dan pemberian bahan pengawet. Kerusakan pangan secara biologis selama penanganan, pengolahan dan penyimpanan.

Referensi:

  1. Sopandi, tatang dan Wardah. 2014. Mikrobiologi Pangan. Penerbit Andi. Yogyakarta
  2. Anonimous. 1979. Microbial Process: Promising Technologies Developing Countries (Report of an Ad Hoc Panel of the Advisory Commitee on Technology Innovation Board on Science and Technology for International Development Commission on International Relations). National Research Council. National Academy of Sciences. Washington, D.C.
  3. Ray, B. 2004. Fundamental Food Microbiology. CRC Press. Washington, D.C
  4. Kumalaningsih, S dan Nur H. 1995. Mikrobiologi Hasil Pertanian. IKIP Malang
  5. Fardiaz S. 1992. Mikrobiologi Pengolahan Pangan lanjut. PAU IPB. Bogor

Tekn. Pengolahan Hasil Hewani (3 sks)

   Pengetahuan dasar mengenai hasil-hasil Hewani meliputi stuktur, komposisi, sifat-sifat kimia, fisika dan mikrobiologis. Perubahan-perubahan yang terjadi setelah pasca panen, kualitas hasil Hewani. Perubahan yang terjadi setelah pemotongan, cara pengukuran kualitas, cara penyimpanan, pengawetan, pengembangan produk-produk olahan dari hasil Hewani

Referensi:

  1. Edward R.A, buckle K.A, Fleet G.H. and Wooton M. 1987. Ilmu Pangan. Penerjemah: Hari Purnomo dan adiono. Penerbit UI. Jakarta
  2. Hari Purnomo. 1996. Dasar-dasar pengolahan dan Pengawetan daging. PT grasindo. Jakarta
  3. Sri Raharjo. 1996. Technologies for The Production of Restruktured Meat: AReview. Indonesian Food and nutrition Progress. 3(1): 39-53
  4. A. Hidalgo, M. Lucisano, E.M. comelli and C. Pompei. 1996. Evolution of Chemical and Physical Yolk characteristics During The storage of Shell eggs. J. Agriculture Food Chemistry. 44: 1447-1452

Makanan Tradisional dan Fermentasi (2 sks)

   Fermentasi Pangan dari bahan berprotein nabati (tempe, kecap, tauco, oncom, miso), fermentasi Pangan dari bahan berprotein hewani ( kecap ikan, yoghourt, terasi, bekasang), fermentasi Pangan dari bahan karbohidrat ( tape, growol, natta, brem padat, brem cair, anggur)

Referensi:

  1. Winarno, F.G dan ivone E. Fernandes. 2007. Susu dan Produk Fermentasinya. M-Brio Press. Bogor
  2. Sopandi, tatang dan wardah. 2014. Mikrobiologi pangan. Penerbit andi. Yogyakarta
  3. Djujung, D dan ansori R. 1996. Teknologi Fermentasi Sayuran dan Buahbuahan. Pusat antar Universitas IPB. Bogor
  4. Suliantari dan winiarti P.R. 1990. Teknologi Fermentasi Umbi-umbian dan Bijibijian. PAU IPB. Bogor

Tek. Pengolahan Gula & Kembang Gula (2 sks)

   proses pengolahan gula kristal sakarosa dari bahan dasar tebu, proses pengolahan gula cair dan gula kristal dari pati dengan cara hidrolisa enzim dan asam. gula tradisional proses pembuatan dan sifat-sifat gula tradisional, kristal gula (hard candy) dan kristalisasi lemak ( mentega dan coklat), kristalisasi pembuatan coklat, factor-faktor yang mempengaruhi proses kristalisasi.produk candy yang lain.

Referensi:

  1. Edward, W.P. 2000. The Science of Sugar Confectionery. The Royal Society of Chemistry.
  2. Hugat. E. 1982. Handbook of sugar engineering. Elsevier. New York
  3. Meade, G.P. 1985. Cane Sugar handbook 11th ed. John wiley
  4. R. Lees, E. B. Jackson (auth.). 1995. Sugar Confectionery and Chocolate Manufacture. US : Springer.

Tek. Pengolahan Minuman (2 sks)

   Karakterisasi Parameter mutu (pH, Brix, TA) pada pengolahan minuman, Hubungan Perubahan Parameter mutu (pH, Brix, TA) pada proses penentuan Umur Simpan Minuman, Pengaruh Proses Termal dan Waktu Holding serta Suhu Filling terhadap Stabilitas Minuman, Stratifikasi Kemasan Minuman Komersial pada Mata Rantai Perdagangan Minuman, Pengenalan Jenis dan Tipe Kemasan Karton Pada Minuman Komersial

Referensi:

  1. Alasalvar, Cesarettin dan Shahidi, Fereidon. Handbook of Functional beverage and human kealth. CRC press.
  2. Hui, Y.H. dan Evranus, E. Ozgul. Handbook of Fermented Food and Beverage Technology, 2 ed. Handbook of Plant-Based Fermented Food and Beverage Technology. CRC Press
  3. Hui, Y.H. dan Evranus, E. Ozgul. Handbook of Fermented Food and Beverage Technology, 2 ed. Handbook of Animal-Based Fermented Food and Beverage Technology. CRC Press
  4. Shachman, Maurice. 2004. The Soft Drink Companion: A Technical Handbook for The Beverage Industry. CRC Press.

Analisa Pangan (3 sks)

   Pendahuluan, Sampling dan air, abu mineral, Karbohidrat, Protein, Peralatan laboratorium dasar, Lemak, Peralatan canggih, Analisa pigmen, Analisa bahan, Spektrofotometer, Kromatografi, Flame Photometer Kromatografi.

Referensi:

  1. Sudarmadji, S; Haryono, B dan Suhardi. 1996. Analisa Bahan makanan dan Pertanian. Liberty. Yogyakarta
  2. Nollet, leo M.L. 1996. Handbook of food analysis. Marcel Dekker
  3. Hart and Fisher. Modern Food analysis. Mc Graw-Hill

Perencanaan Proyek (2 sks)

   Faktor-faktor kuantitatif dan kualitatif dalam penentuan lokasi pabrik. Perencanaan kapasitas, aliran dan penanganan bahan serta pertalian antar aktivitas. Teknik penyusunan tata letak berdasarkan tipe operasi, penentuan jumlah mesin/tempat kerja dan luas ruang, teknik evaluasi tata letak. Penyusunan studi kelayakan pendirian pabrik

Referensi:

  1. Peters M.S., K.D. timmerhaus. 1991. Plant Design and economics for Chemical Engineering 4th ed. Mc. Graw Hill Int. Book Co
  2. William D.B.1990. Preliminary Chemical Engineering Process design and Economics. John willey and son. New York
  3. Arie R.S., R.D. newton. 1955. Chemical engineering Cost Estimation. Mc Grawhill Book Co. New York

Tek. Pengolahan Hasil Nabati (3 sks)

   Jenis kacang-kacangan dan serealia ; Komposisi kimia kacang-kacangan; Teknologi pengolahan kacang-kacangan; Komposisi kimia serealia; Teknologi Pengolahan Serealia; Senyawa Bioaktif dalam Kacang-kacangan dan Serealia; Rumput Laut(Jenis-jenis rumput,) Teknologi rempah-rempah dan bumbulaut sumber bahan pangan; Teknologi Pengolahan Kelapa; Pemurnian Minyak Sawit; Pemanfaatan Hasil Samping Pengolahan Sawit; Eksplorasi Senyawa Bioaktif Sawit; Karakteristik Umbi-umbian; Pati Umbi-umbian; Modifikasi Pati Umbi- Umbian; Detoksifikasi Umbi-umbian; Teknologi Pengolahan Umbi-umbian

Referensi:

  1. Matz, A.S. 1980. Cereal Technology. The avi Publishing Company Inc. Westport. Connecticut
  2. Samson, J.A. 1992. Trpical Fruits. Longman scientific. Technical. New York
  3. Winarno, F.G. 1992. Teknologi Produksi dan Pengolahan. Pustaka sinar Harapan. Jakarta

Makanan Fungsional (2 sks)

   Makanan fungsional, gaya hidup dan kebiasaan makan; hubungan makanan/ diet, kesehatan dan penyakit; suplemen; senyawa bioaktif dalam bahan pangan; serat makanan, mono dan oligo sakarida; gula alcohol dan antioksidan; peran protein dan peptide bioaktif dalam kesehatan manusia; lemak dan asam lemak; vitamin dan mineral; probiotik dan prebiotic; regulasi, prospek dan tren makanan fungsional

Referensi:

  1. Aluko, R. E. 2012. Fungtional food and nutraceutical. Springer, USA.
  2. Shi, Y. C. and C. C. Maningat (ed). 2013. Resistant starch: sources, applications and health benefits. John Wiley & Sons, Ltd., UK.
  3. Rolfes, S. R., K. Pinna, E. Whitney. 2006. Understanding Normal and Clinical Nutrition. Belmont, USA: Thompson Wadsworth.

Tek. Pengolahan Roti dan Kue (2 sks)

   Pengertian umum produk roti dan kue; komponen penyusun produk roti dan kue; proses pembuatan roti; penerapan proses pembuatan roti dan kue; proses kebasian roti dan kue; pengendalian proses roti dan kue

Referensi:

  1. Faridi, Hamed. 1994. The Science of Cookie and Cracker Production. Chapman & Hall. New York
  2. Figoni, Paula I. 2008. How Baking Works: Exploring the Fundamentals of Baking Science. John Willey and Sons.
  3. Pomeranz, Y. 1991. Fungtional Properties of Food component. Academic Press Inc. San Diego. California
  4. H. Charley. Food science 2nd ed. John wiley & Sons. New York
  5. Hanneman. L.J. 1980. Bakery: Bread & Fermented Good. William Hanneman Ltd. London

Tek. Pengolahan Susu (2 sks)

   Biosintesis dan sekresi susu; struktur dan komponen susu; mikrobiologi susu dan produknya; produk es krim dan frozen dessert; produk susu fermentasi; produk susu bubuk; produk susu kental; control proses, mutu dan sanitasi; filling, packing

Referensi:

  1. Winarno, F.G dan ivone E. Fernandes. 2007. Susu dan Produk Fermentasinya. M-Brio Press. Bogor
  2. R.A Edwards, K.A. Buckk, G.H. fleet and M Wooton. Penerjemah: Hari Purnomo dan adiono. 1987. Ilmu Pangan. Penerbit UI. Jakarta
  3. Gilbert Chandler. 1993. Principles of Chessemaking. The Victorian Collage of Agriculture and Horticulture Ltd. Melbourne
  4. Hari Purnomo, Indratiningsih, Made sugitha dan R.a. rihastuti. 1996. Rekayasa paket Teknologi Produksi Starter dan Enzim Mikroba dan Paket Aplikasinya pada Pengolahan Susu. UMM Press. Malang

Mikrobiologi Industri Pangan (3 sks)

   Pemanfaatan mikrobia dalam industri pengolahan hasil pertanian, makanan dan minuman tradisional, makanan-makanan fermentasi dari bahan kedelai, susu, daging, ikan, sayur dan buah, minuman beralkohol, serta produk-produk bahan kimia dan obat-obatan misalnya alkohol, asam sitrat, asam asetat, MSG, asam amino, Vitamin dan enzim

Referensi:

  1. Labeda, D.P. 1990. Isolation of Biotechnological Organisms from Nature. McGraww Hill Publishing Co. New York.
  2. Lee, K.L. and S. Salminen. 2009. Handbook of Probiotics and Prebiotics (2nd edition). A John Wiley and Sons, Inc.New Jersey, USA.
  3. Irianto, K. 2006. Mikrobiologi: Menguak dunia mikroorganisme (Jilid 1 dan 2). Yrama Widya. Bandung.
  4. Hidayat, N., M.C. Padaga, dan S. Suhartini. 2006. Mikrobiologi Industri. Penerbit Andi. Yogyakarta.
  5. Berry, D.R. 1988. Physiology of Industrial Fungi. Blackwell Scientific Publication. Boston.
  6. Sikyta, B. 1983. Methods in Industrial Microbiology (Translated by K. Sigler). John Wiley and Sons. New York.
  7. Anonimous. 1979. Microbial Process: Promising Technologies DevelopingCountries (Report of an Ad Hoc Panel of the Advisory Commitee on Technology Innovation Board on Science and Technology for International Development Commission on International Relations). National Research Council. National Academy of Sciences. Washington, D.C. 8. Ray, B. 2004. Fundamental Food Microbiology. CRC Press. Washington, D.C.

Pengawasan Mutu Pangan (3 sks)

   Pendahuluan (lingkup pengawasan mutu), Standard an standarisasi, Sistem pengawasan mutu, Teknik pengujian mutu, Teknik statistic, Pengujian mutu dengan inderawi, HACCP, Titik kendali kritis, Batasan kritis, Standar operating procedure

Referensi:

  1. Montgomery, D. C. 1985. Introduction to Statistical Quality Control. Joh Wiley & sons. New York
  2. Summers. D.C.S. 1997. Quality Control. Prentice-Hall International. Inc. New Jersey
  3. Soekarto, S.T. 1990. Dasar-dasar Pengawasan dan Stadarisasi Mutu Pangan. PAU IPB. Bogor
  4. Winarno, F.G. 2004. Keamanan Pangan I dan II. M-Brio Press. Bogor

Sosiologi Industri (2 sks)

   Pola kebudayaaan, proses sosial, kelembagaan sosial, sistem dan status dan peayanan masyarakat, pola komunikasi sosial, pola adaptasi dan perubahan sosial demografis, maksud dan tujuan sosiologi masyarakat, beberapa program pembagian komunikasi dari perubahan teknologi masyarakat.

Referensi:

  1. Djajaningrat dan Farmiola. 2004. Kawasan Industri Berwawasan Lingkungan. Bandung: Penerbit Rekayasa.
  2. Miller and Form. 1951. Industrial Sociology, The Sociology of Work Organization. New York: harper & Row Publishers.
  3. Scneider, Eugene V. 1986. Sosiologi Industri. Jakarta: Angkasa Persada.
  4. Suprihanto. 1995. Hubungan Industrial sebuah pengantar. BPFEYogyakarta.

Tekn peng Limbah dan Sanitasi (2 sks)

   Ekologi, biosfir dan keseimbangan alam. Siklus air. Peraturan dan perundangundangan tentang lingkungan di Indonesia. Definisi pencemaran. Limbah dan pencemaran lingkungan. Macam-macam limbah, bahaya limbah dan cara-cara penanganannya secara fisik, kimiawi, dan biologik. Pembicaraan tentang sanitasi pabrik, cara penyimpanan air bersih untuk keperluan pengolahan hasil pertanian dan produksi pangan

Referensi:

  1. Troller, J.A. 1993. Sanitation in Food Processing 2nd ed. Academic Press. Inc. san diego. New York
  2. Reute, H. (ed). 1993. Aseptic Prosessing of Foods. Technomic Publ. Co., Hamburg
  3. Levin, M.A and M.A. gealt. 1993. Biotreatment of Industrial and Hazardous waste. Mc. Graw-Hill. Inc. New York

Ezimologi (2 sks)

   Tinjauan penamaan, Klasifikasi, Struktur dan mekanisme kerja enzim, kelompok dan sistem enzim dan kaitannya dengan organel fungsional dalam sel. Kinetika, penghambatan dan optimasi reaksi ensimatik. Cara produksi, pemurnian, spesifikasi dan pemanfaatan dalam industri pengeolahan hasil pertanian

Referensi:

  1. Matthew, C. K. and Van Holde, K. E. 1996. Biochemistry (2nd edition). USA: The Benjamin/Cummings Publishing Co, Inc.
  2. Nelson D.L., and Cox M.M., 2008, Lehninger Principles Of Biochemistry Fifth Edition. New York: W. H. Freeman and Company.
  3. Schomburg, Dietmar dan Ida chomburg (Ed). 2007. Springer Handbook of Enzymes 2 Edition. Springer.

Tek. Pengolahan Teh (2 sks)

   Kimia teh; pengolahan teh hitam dan teh hijau; teh instant; pengendalian proses pengolahan, fermentasi dan grading; pembakuan mutu dan pengendalian mutu.

Referensi:

  1. Kamal, Mustafa. 1979. Dasar-dasar pengolahan Perkebunan Bagian I: Pengolahan teh Hitam. Lembaga Pendidikan Perkebunan. Yogyakarta
  2. Werkhowen, J. 1974. Tea Processing. FAO. Rome
  3. Hardiman. 1978. Pengendalian Mutu Pengolahan Teh Hitam dan Beberapa Masalahnya. FTP. UGM
  4. Kamarjani. 1975. Fermentasi. FTP, Universitas Gadjah Mada.
  5. Nasution, Zein. 1975. Pengolahan Teh Hitam. IPB. Bogor

Teknologi Hortikultura (2 sks)

   Pengetahuan dasar mengenai sayur-sayuran, buah-buahan dan bunga. Sifat fisik dan kimiawi dari buah-buahan dan sayur-sayuran tropis dan sub-tropis. Penanganan dalam bentuk segar, pengolahan dan pengawetan. Aplikasi prinsipprinsip kimia, mikrobiologis, dan fisiologi pasca panen hasil hortikultura, sejak panen, pasca panen sampai menjadi produk jadi atau intermediet. Lingkup materi terdiri dari : fisiologi pasca panen; teknologi penyimpanan segar; teknologi pengolahan minimal, pengeringan, teknologi pengalengan, ekstraksi sari buah, pemekatan, dan pengolahan limbah buah/sayur.

Referensi:

  1. Hulme, A,C., 1971, The Biochemistry of Fruit and their products, Vol. 1 and 2. Academic Press. Now York
  2. Pantastico, E.B., 1989, Fisiologi Pasca Panen, Gajah Mada University Press, Yogyakarta
  3. Wills, R.H.H., et all., 1981, An Introduction to the Physiology and Handling of Fruit and Vegetable, New South Wales University Press Limited, New South Wales

Tek. Pengolahan Kopi & Coklat (2 sks)

   Pengolahan kopi ; Pengolahan kopi menjadi kopi beras; perubahan yang terjadi selama fermentasi; perendaman; kafein dan sifatnya; prinsip pembuatan kopi instant; pengepakan dan penyimpanan; penyangraian; proses pengolahan biji coklat; cara pembuatan meses dari coklat

Referensi:

  1. Zulkifli Mansyur, Manurung dan Soenaryo. 1978. Pengolahan Coklat Pada Perkebunan Besar
  2. Dan R. 1993. The International Cocoa Trade. Woodhead Publishing Limited. Cambrige. England
  3. Bernard W. Minifie. 1970. Chocolate, Cocoa and Confectionary Science and Technology. The avi Publishing Company Inc. Westport Connecticut

Karir dan lulusan Program Studi S1 Teknologi Hasil Pertanian

Profil Lulusan dan Kompetensi Jurusan THP

Profil Lulusan Jurusan Teknologi Hasil Pertanian pada dua tahun terakhir mengalami perkembangan yang positif. Lama studi lulusan memperlihatkan angka yang baik. Sebelum tahun 2014 lama studi mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Pertanian sebanyak 40% masih di atas 8 semester. Nilai ini menurun pada tahun 2015 menjadi 30%. Pada tahun 2015/2016 jumlah lulusan yang menyelesaikan studi 8 semester adalah sebesar 70%. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan juga mengalami perkembangan. Sebelum tahun 2014 jumlah lulusan yang IPKnya lebih besar atau sama dengan tiga (= 3.0) adalah sebanyak 66.67% sedangkan pada tahun 2015 meningkat menjadi 90%. Lulusan Jurusan Teknologi Hasil Pertanian telah banyak bekerja baik pada sektor formal maupun informal. Beberapa alumni bekerja di perusahaan industri pangan, dinas pertanian, dinas perindustrian, lembaga pendidikan (universitas dan sekolah kejuruan pertanian/teknologi), di bank pemerintah, swasta dan pengusaha.

Profil Program Studi S1 Teknologi Hasil Pertanian

Visi

Menjadi jurusan yang pluralis, tangguh, dan terpercaya dalam menghasilkan lulusan di bidang Teknologi Hasil Pertanian dengan berdasarkan pada Iman Kristiani

Misi

Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di bidang Teknologi Hasil Pertanian secara komprehensif, berkualitas, dan profesional berdasarkan Iman Kristiani
Menyelenggarakan pendidikan tinggi, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang meningkatkan martabat manusia dengan mengutamakan keterbukaan, toleransi, penghargaan terhadap perbedaan dan keberpihakan pada yang lemah dan dekat dengan masyarakat dunia Teknologi Hasil Pertanian yang berwawasan lingkungan
Melaksanakan prinsip-prinsip tata kelola jurusan sehingga menghasillkan lulusan yang siap beradaptasi dan berinovasi di tengah masyarakat dengan segala dinamikanya.
Profil lulusan dan kompetensi lulusan

1. profil lulusan

proses pembelajaran di jurusan Teknologi Hasil Pertanian menghasilkan profil lulusan :

manager yang profesional di bidang teknologi pangan
analis pada bidang produk pertanian dan produk industri hasil pangan
peneliti di bidang Teknologi Hasil Pertanian secara mandiri atau berkelompok dengan tujuan untuk memperluas ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki serta mampu memecahkan berbagai masalah
pengusaha/entrepreneur yang berdaya saing tinggi serta profesional di bidang Teknologi Hasil Pertanian

2. kompetensi lulusan
      a. kompetensi utama

mampu merancang mengembangkan serta merekayasa proses dan peralatan di bidang pengolahan Hasil Pertanian
menguasai konsep teoritis tentang disiplin ilmu yang relevan di bidang pangan dan Teknologi Hasil Pertanian
mampu mengidentifikasi dan menganalisa masalah berkaitan dengan pengolahan pangan dan hasil pertanian serta mendesai metode pemecahannya
memiliki pengetahuan yang baik tentang ilmu THP, aplikasi yang kreatif, mampu beradaptasi terhadap perkembangan industri pangan serta memiliki kemampuan kerjasama yang baik dengan pihak lain

b. kompetensi pendukung

memiliki kemampuan sebagai planer, designer, organizer, mediator dan evaluator di pabrik pengolahan pangan
mampu mengambil keputusan yang strategis berdasarkan data hasil analisis terhadap proses pasca panen, pengolahan, penyimpanan, dan pengendalian mutu di bidang pangan
memiliki kreatifitas, pola pikir yang sistematis, logika, ketekunan, pengetahuan yang baik mengenai sumber pustaka serta memiliki kemampuan mengaplikasikan berbagai jenis teknologi di bidang pengolahan pangan
memiliki kecermatan dalam melihat peluang usaha, tekun dalam membangun usaha serta memiliki keberanian untuk memulai atau menjalankan usaha

c. kompetensi lainnya

memiliki kemampuan berteknologi, etos kerja, akhlak yang baik serta kemampuan berkomunikasi untuk mendukung terjalinnya kerjasama yang baik di lingkungan kerja.
memiliki ketekunan serta kemampuan untuk mencermati proses dan hasil analisa secara seksama
memiliki sifat yang jujur serta etos kerja yang berhubungan dengan bidang penelitian
memiliki kemampuan komunikasi yang baik, kejujuran, etos kerja serta kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat dan lingkungan kerja

Sebaran Mata Kuliah Program Studi S1 Teknologi Hasil Pertanian (THP)

Semester 1

No.     Kode     Nama Mata Kuliah     MK     Wajib

( W )

    Pilihan

( P )

    Prasyarat
1. 211013 Pendidikan Agama Univ 3
2. 211022 Logika Univ 2
3. 212012 Bahasa Inggris Fak 2
4. 212023 Biologi* Fak 3
5. 212033 Kimia Anorganik* Fak 3
6. 212043 Matematika Fak 3
7. 212052 Pengantar Ilmu Pertanian Fak 2
8. 212062 Pengantar Teknologi Pertanian Fak 2
Jumlah Sks Wajib 20
Jumlah Sks Pilihan

Semester 2

No.     Kode     Nama Mata Kuliah     MK     Wajib

( W )

    Pilihan

( P )

    Prasyarat
1. 211043 Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan Univ 3
2. 211053 Bahasa Indonesia Univ 3
3. 211072 Tek Informasi dan Komunikasi (TIK) Univ 2
4. 212072 Dasar-dasar Manajemen Fak 2
5. 212083 Dasar-dasar Budidaya Pertanian* Fak 3
6. 212093 Kimia Organik* Fak 3  212033
7. 212102 Pengantar Ilmu Ekonomi (PIE) Fak 2
8. 212113 Statistika Fak 3  212043
Jumlah Sks Wajib 21
Jumlah Sks Pilihan

Semester 3

No.     Kode     Nama Mata Kuliah     MK     Wajib

( W )

    Pilihan

( P )

    Prasyarat
1. 211033 Ilmu Kealaman Dasar (IAD) Univ 3
2. 213123 Biokimia pangan* Jur 3 212033
3. 213132 Ekonomi Teknik Jur 2 212102
4. 213143 Fisika* Jur 3
5. 213152 Kimia Fisika Jur 2 212033
6. 213173 Satuan Operasi 1 Jur 3
7. 213203 Kimia Pangan* Jur 3 212093
Jumlah Sks Wajib 19
Jumlah Sks Pilihan

Semester 4

No.     Kode     Nama Mata Kuliah     MK     Wajib

( W )

    Pilihan

( P )

    Prasyarat
1. 211063 ISBD Univ 3
2. 212183 Fis & Tekn. Pasca Panen* Fak 3 213203
3. 212283 Rancangan Percobaan* Fak 3 212113
4. 213163 Mikrobiologi Umum* Jur 3 212023
5. 213213 Pengetahuan bahan* Jur 3 213152
6. 213223 Satuan Operasi 2 Jur 3 213143
7. 213302 Aditif Makanan dan Toksikologi Jur 2 213203, 213123
Jumlah Sks Wajib 20
Jumlah Sks Pilihan

Semester 5

No.     Kode     Nama Mata Kuliah     MK     Wajib

( W )

    Pilihan

( P )

    Prasyarat
1. 212293 Sistem Pertanian Organik* Fak 3  212052, 212083
2. 212372 Tekn. Penulisan Ilmiah dan Presentasi Fak 2 212012, 211053
3. 212492 Etika Profesi dan Bisnis Fak 2
4. 212503 Kewirausahaan* Fak 3 213132
5. 213232 Mesin dan Peralatan Jur 2 213223
6. 213313 Mikrobiologi Pengolahan Pangan* Jur 3 213163
7. 213323 Tekn. Pengolahan hasil Hewani Jur 3 213173, 213223
8. 213332 Makanan Tradisional dan Fermentasi Jur 2
9. 213352 Tek. Pengolahan Minuman Jur 2
10. 213402 Makanan Fungsional Jur 2
Jumlah Sks Wajib 18
Jumlah Sks Pilihan 6

Semester 6

No.     Kode     Nama Mata Kuliah     MK     Wajib

( W )

    Pilihan

( P )

    Prasyarat
1. 212512 AMDAL Fak 2 212023, 213123
2. 212363 Metodologi Penelitian Fak 3 212283
3. 212243 Riset Operasi Fak 3 212052
4. 213192 Ilmu Gizi dan Pangan Jur 2 213203
5. 213253 Analisa Pangan* Jur 3 213203
6. 213342 Tek. Pengolahan Gula & Kembang Gula Jur 2
7. 213393 Tek. Pengolahan Hasil Nabati Jur 3 213173, 213223
8. 213412 Tek. Pengolahan Roti dan Kue Jur 2
9. 213422 Tek. Pengolahan Susu Jur 2
10. 213452 Tekn. Penanganan Limbah & Sanitasi Jur 2 213163
Jumlah Sks Wajib 18
Jumlah Sks Pilihan 6

Semester 7

No.     Kode     Nama Mata Kuliah     MK     Wajib

( W )

    Pilihan

( P )

    Prasyarat
1. 212522 Kuliah Kerja Nyata Fak 2
2. 212532 Praktik Kerja Lapang Fak 2 110 sks
3. 213263 Pengawasan Mutu Pangan* Jur 3 213452
4. 213272 Enzimologi Jur  2
5. 213382 Perencanaan Proyek Jur 2 213452, 213132
6. 213433 Mikrobiologi Industri Pangan* Jur 3 213313
7. 213442 Sosiologi Industri Jur 2 211063
8. 213462 Tek. Pengolahan Teh Jur 2
9. 213472 Tek. Tanaman Hortikultura Jur 2
Jumlah Sks Wajib 14
Jumlah Sks Pilihan 6

Semester 8

No.     Kode     Nama Mata Kuliah     MK     Wajib

( W )

    Pilihan

( P )

    Prasyarat
1. 212546 Skripsi Fak 6
2. 213482 Tek. Pengolahan Kopi & Coklat Jur 2
Jumlah Sks Wajib 6
Jumlah Sks Pilihan 2
Total SKS Wajib 136
Total SKS pilihan 20
Total sks keseluruhan yang ditawarkan 156
Total sks Minimum Lulus S1 ( Wajib + Pilihan ) 144

Keterangan:
* : mata kuliah + praktikum

 

Visi dan Misi Program Studi S1 Teknologi Hasil Pertanian (THP)

Visi

Menjadi komunitas akademik di bidang Teknologi Hasil Pertanian yang berkualitas dengan menerapkan IPTEKS dalam karya yang dijiwai nilai-nilai Katolik dan Pancasila

Misi

  1. Menyelenggarakan Pendidikan Tinggi dan pengajaran program sarjana berkualitas yang humanis, dialogis, kreatif, inovatif, produktif, efektif-efisien dan interdisipliner di bidang Teknologi Hasil Pertanian
  2. Menyelenggarakan Penelitian dengan mengintegrasikan berbagai ilmu pengetahuan, melakukan dialog iman dan akal, menaati etika, dan terbuka terhadap perkembangan IPTEKS bidang Teknologi Hasil Pertanian
  3. Menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat untuk menciptakan kesejahteraan umum (Bonum Commune)di bidang Teknologi Hasil Pertanian

 

Tujuan

Tujuan pendidikan di Jurusan Teknologi Hasil Pertanian adalah membentuk peserta didik dan lulusan menjadi manusia seutuhnya dan menjadi anggota masyarakat yang memiliki ciri:

menguasai konsep, teori, metode, dan/atau falsafah Ilmu Teknologi Hasil Pertanian,
bersifat demokratis dan penuh tenggang rasa
berkecerdasan tinggi dan berbudi pekerti luhur
berilmu pengetahuan, kreatif dan bertanggung jawab,
dapat menemukan, mengembangkan serta menerapkan ilmu, teknologi dan ketrampilan profesional, yang bermanfaat bagi kemanusiaan sesuai dengan iman Kristiani.