Kantor Hubungan Internasional Universitas Katolik Widya Karya diundang untuk Sosialisasi Kerja Sama Brazil – Indonesia

Perwakilan Kantor Hubungan Internasional (KHI) Universitas Katolik Widya Karya hadir sebagai undangan di seminar “Culture and Education: Platforms for the Indonesian-Brazilian Cooperation”. Acara yang diadakan pada hari Rabu, 16 Mei 2018, di Gedung A3, UM, ini menghadirkan pembicara Senhor Hugo Lorenzetti Neto dari Kedutaan Brazil.

Sr. Neto membicarakan program PEC-G, yaitu program beasiswa dari pemerintah Brazil, yang kini mulai disiapkan untuk warga negara Indonesia. Peserta PEC-G hingga tahun 2018 tidak ada yang berasal dari negara Indonesia dan ini sangat disayangkan oleh Kedutaan Brazil mengingat kedekatan kedua negara. Program beasiswa yang ditawarkan mencakup belajar di universitas-universitas tertentu di Brazil untuk mahasiswa undergraduate (S1), master (S2), hingga post-graduate (S3). Jurusan yang dipilih tidak dibatasi, tetapi Kedutaan Brazil mengharapkan mahasiswa mengambil jurusan-jurusan yang berhubungan dengan masalah-masalah sosial yang dialami kedua negara, seperti masalah kepadatan penduduk, lingkungan hidup, pengelolaan sumber daya alam, pembelajaran multi-bahasa, dan sebagainya. Syarat-syarat lain adalah kesediaan untuk tinggal di Brazil dan belajar bahasa Portugis sebelum dan selama mengikuti kuliah. Biaya kuliah gratis, tetapi biaya transportasi ke Brazil dan akomodasi di sana harus ditanggung peserta program.

Program lain yang juga masih direncanakan oleh Kedutaan Brazil adalah tawaran kerja sama penelitian dan tawaran kerja di negara tersebut. Sr. Neto secara khusus menyebutkan bahwa Brazil membutuhkan instruktur-instruktur yang paham mengenai bahan makanan halal karena Brazil mulai mengekspor daging ke negara-negara Islam. Calon pekerja asing diharapkan belajar bahasa Portugis juga, sementara kerja sama penelitian tidak selalu membutuhkan penguasaan bahasa Portugis, tapi sebaiknya menguasai bahasa Inggris.

Program-program ini sayangnya masih belum diwujudkan secara resmi. Untuk ke depannya, Kedutaan Brazil berjanji akan memberikan informasi lebih lengkap setelah melakukan penjajakan minat masyarakat Indonesia belajar di Brazil.