UKM bela negara Resimen Mahasiswa Mahasurya satuan 870 Turangga Ceta

UKM bela negara Resimen Mahasiswa Mahasurya satuan 870/Turangga Ceta kembali telah mencetak anggota baru sejumlah 9 orang yang tergabung dalam latsar 73. Sebelum resmi menjadi anggota menwa, para camen (calon menwa) harus menempuh pendidikan dasar (diksar) yang dimulai pada tanggal 20 Januari 2019 hingga 3 Februari 2019 di Puslatpur Marinir Purboyo Malang. Namun, sebelum melaksanakan pendidikan dasar para camen melakukan pra-diksar selama 3 hari bersama dengan ITN (Institut Teknologi Nasional) dan UNISMA (Universitas Islam Malang) untuk melatih kesiapan serta tidak kaget saat dihadapakan dengan diksar sesungguhnya.

21 Januari 2019 para camen diberangkatkan menuju PLT marinir dan melaksanakan upacara pembukaan didampingi dengan para pelatih dari marinir. Setelah upacara pembukaan kegiatan diksar ini resmi dibuka dan para camen menjalani pelatihan selama 2 minggu bersama dengan marinir. Seperti layaknya militer, para camen dididik secara displin dan diajarkan untuk menerapkan panca dharma satya di kehidupan. Selain kegiatan fisik, camen juga dibekali dengan materi-materi wawasan kebangsaan dan  bela negara, PBB, PPM  dan materi lain seperti cara membaca peta tanpa kompas, survival/cara bertahan hidup saat berada dihutan maupun dilaut, bongkar pasang senjata laras panjang dan pistol, taktik regu senapan, mountenering, dll.

Hari ke-2 camen dibawa ke lapangan tembak puslatpur untuk latihan menembak. Selain itu, para camen juga diajak menuju pantai nganteb untuk latihan balik perahu karet dan menyelamatkan diri saat berada di laut dengan alat-alat seadanya untuk bertahan hidup. Pada hari ke-12 camen melaksanakan kegiatan LIMED (Lintas Medan) sejauh  menuju ke pantai nganteb. Tujuan LIMED adalah untuk melatih kemampuan dalam mengurus diri sendiri, memberi semangat pada diri sendiri agar kuat berjalan mencapai finish, memberanikan diri untuk menanggung resiko apapun setelah melakukan LIMED itu selesai dan melakuan sendiri apa yang diperlukan. Dalam LIMED peserta dibagi menjadi kelompok dan setiap kelompok dibekali peta tanpa kompas serta menghitung langkah untuk mencapai tiap CP (check point). Ditengah perjalan peserta diberhentikan disebuah hutan untuk melaksanakan sholat jumat dan makan siang dengan menerapkan materi survival yang telah dirima. Setelah selesai camen berjalan kembali menelusuri hutan dan menyeberangi sungai untuk menuju kepantai nganteb. Sekitar jam 15.00 para camen sudah sampai dan mendirikan bivak untuk beristirahat. Kegiatan masih berlanjut, pada hari ke-13 peserta diksar sudah persiapan untuk pembaretan yaitu mencari baret yang sengaja dikubur ditepi pantai nganteb. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan jiwa korsa dan kebersamaan para camen terhadap sesama.Hari terakhir pendidikan peserta melaksanakan upacara penutupan sekaligus pemberian baret dan para camen resmi menjadi menwa. Kegiatan ini sangat diperlukan bagi para generasi muda karena dengan semboyan menwa “Widya Chastrena Dharma Sidha” yang artinya “penyempurnaan kewajiban dengan ilmu pendidikan dan kemiliteran” mampu menyiapkan fisik, mental serta berwawasan kebangsaan agar mampu melaksakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu, tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai wadah penyaluran potensi dalam rangka menwujudkan hak dan kewajiban bela negara dan memepersiapkan potensi mahasiswa sebagai bagian dari potensi rakyat dalam sistem pertahanan rakyat semesta (SISHANRATA).