Sejarah Universitas Katolik Widya Karya

Peletakan Batu Pertama Tahun 1970   Pendidikan merupakan salah satu modal dasar pertahanan dan perkembangan suatu negara yang merupakan tonggak kekuatan dan keberhasilan suatu negara. Tingkat pendidikan menjadi tolak ukur kemampuan suatu negara dan sebagai aset penting yang menjadikan negara bertumbuh lebih maju. Sedemikian pentingnya hal ini sehingga tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa diamanatkan oleh pendiri Negara Indonesia dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

   Universitas Katolik Widya Karya Malang adalah lembaga pendidikan yang bertumbuh melalui perjuangan, yang diawali dari respon atas situasi politik yang memanas pada tahun 1964. Beberapa wakil pemuda, mahasiswa, sarjana, serta partai politik Katolik di Kota Malang membentuk sebuah forum yang kemudian berdiri secara formal dengan nama ASKAM (Aksi Sosial Katolik Malang). ASKAM inilah yang kemudian mengusulkan berdirinya Perguruan Tinggi Katolik di Malang. Jalan yang ditempuh adalah menggandeng Yayasan Atmajaya Jakarta untuk mendirikan Universitas Katolik Indonesia Atmajaya Cabang Malang. Usaha ini berhasil dengan baik dan pada tanggal 10 Agustus 1964 universitas ini resmi berdiri. Pada awal berdirinya membuka 4 (empat) fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas Hukum, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Rektor pertama adalah Prof. Dr. G. Harjoko, O.Carm., dan Ketua Yayasan PTK Adisucipto adalah Mayor F.X. Sutrisno.

   Masa-masa perkembangan (transisi ekonomi 1965-1970) menjadi salah satu masa terberat dalam sejarah perkembangan Universitas Katolik Indonesia Atmajaya Cabang Malang. Salah satu di antaranya adalah adanya larangan untuk membuka cabang universitas di kota lain. Kebijakan ini membawa dampak Universitas Katolik Indonesia Atmajaya Cabang Malang melepaskan diri dan membubarkan diri pada tahun 1972. Perjuangan tidak terhenti sampai di sini. Demi tetap berlangsungnya pendidikan maka sebelum melepaskan diri dibentuklah sebuah akademi, yaitu Akademi Perusahaan Katolik (APK) St. Thomas Aquino (1968). Berdasarkan SK Yayasan No. 01/Kep/II/1973 pada tanggal 6 Februari 1973 Universitas Katolik Indonesia Atmajaya Cabang Malang diubah menjadi Universitas Katolik Indonesia Malang. Perubahan ini hanya mampu bertahan selama 1 tahun (sampai 1974) kemudian ditutup dan dibukalah Akademi Sekretaris Katolik (ASK) St. Thomas Aquino.

Pembangunan Pagar Depan UKWK

 Kedua akademi berjalan dan berkembang baik hingga tahun 1982 sehingga yayasan kemudian menggabungkan serta menambah beberapa fakultas lagi dan meleburkannya dalam Universitas Katolik Widya Karya (UKWK) Malang. Awal berdiri universitas ini hanya terdapat 3 (tiga) fakultas dengan 5 (lima) jurusan, yaitu Fakultas Ekonomi (Jurusan Manajemen Perusahaan dan Jurusan Akuntansi), Fakultas Pertanian (Jurusan Sosial Ekonomi dan Jurusan Teknologi Hasil Pertanian), dan Fakultas Teknik (Jurusan Mesin). Perkembangan selanjutnya, mengacu pada Rencana Induk Pengembangan (RIP) I tahun 1982-1987, ditambahkan Jurusan Sipil pada Fakultas Teknik, Fakultas Hukum (Jurusan Keperdataan), D3 Mitek (Manajemen Informatika dan Teknik Komputer), dan D3 Manajemen Perkantoran. Saat ini Ketua Pembina Yayasan PTK. Adisucipto adalah Mgr. H.J.S. Pandoyoputro, O.Carm. (Uskup Malang), dan Rektor Universitas Katolik Widya Karya Malang adalah Albertus Herwanta, O.Carm., M.A.

   Perjalanan sejarah yang penuh semangat dan pengorbanan tinggi meniscayakan keberadaannya yang bernilai dan patut dipertahankan. Apalagi, visi UKWK adalah menjadi universitas berkualitas dan relevan yang berjiwa Kristiani, yang semuanya itu menjadi keutamaan dalam berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat. Bersama dengan alumni dan para pengampu kepentingan, UKWK ikut serta menciptakan masyarakat Indonesia Baru dengan nilai-nilai kemanusiaan berdasarkan iman Kristiani. Gedung Lama UKWK 1970