Malang, 4-6 Desember 2025. Fakultas Pertanian Universitas Katolik Widya Karya Malang, baru- baru ini mengadakan assesment lapang untuk Program Studi Agribisnis. Assesment ini dilakukan oleh Tim Asesor yang dipimpin oleh Dr.Ir. Dwi Setyawan., M.Sc dan Prof. Dr. Ir. Tamad., M.Si, dari Universitas Jendral Soedirman. didampingi oleh Staff BAN-PT ibu Eliyen Putri Zizaini, S.Pd.,M.AP. 4-6 Desember 2025.
Assesment lapang ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas program studi Agribisnis Universitas Katolik Widya Karya Malang termasuk laboratorium dan tempat praktik kerja lapangan maupun penelitian mahasiswa (Mitra). Assesment ini sangat penting untuk memastikan bahwa program studi Agribisnis memenuhi standar kualitas. Diharapkan hasil assesment dapat membantu meningkatkan kualitas program studi dan memberikan pendidikan yang lebih baik bagi mahasiswa.
Menanggapi pernyataan Dr.Ir. Dwi Setyawan., M.Sc, Program Studi Agribisnis menyampaikan bahwa lembaga secara konsisten berkomitmen memastikan seluruh mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Penerapan ilmu di lapangan telah menjadi fokus utama melalui integrasi pembelajaran berbasis praktik, penerapan Kurikulum Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM), kegiatan magang industri, Praktik Kerja Lapangan (PKL), kuliah tamu dari pelaku usaha dan profesional, serta project based learning bersama mitra agribisnis.

Prodi Agribisnis memahami bahwa tuntutan kompetensi lulusan saat ini tidak hanya pada aspek kognitif, tetapi juga keterampilan manajerial, kemampuan kewirausahaan, penguasaan teknologi pertanian, serta kecakapan komunikasi dan etika bisnis. Sejalan dengan harapan Dr.Ir. Dwi Setyawan., M.Sc dan Prof. Dr. Ir. Tamad., M.Si agar lulusan siap terjun ke industri agribisnis, lembaga terus memperkuat jejaring kerja sama strategis dengan perusahaan agribisnis, koperasi, petani mitra, dan sektor agroindustri.
Selain itu, evaluasi kompetensi mahasiswa juga dilakukan secara sistematis melalui asesmen capaian pembelajaran, pelaporan hasil praktik lapangan, penilaian kinerja magang oleh mitra eksternal, serta monitoring alumni dan tracer study untuk mengukur relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Data tersebut menjadi dasar perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) agar kurikulum dan model pembelajaran tetap adaptif terhadap perubahan industri agribisnis, baik pada lingkup hulu, produksi, distribusi, hingga pemasaran. Dengan demikian, pernyataan Dr.Ir. Dwi Setyawan., M.Sc dan Prof. Dr. Ir. Tamad., M.Si menjadi penguatan atas upaya program studi dalam memastikan bahwa setiap lulusan tidak hanya memahami konsep agribisnis, tetapi juga mampu menerapkannya secara profesional di lapangan, berdaya saing, serta berkontribusi nyata bagi peningkatan sektor agribisnis nasional.

