Kabar UKWK

UKWK MENYELENGGARAKAN MISA RABU ABU DI AULA ST. THOMAS AQUINAS

Segenap Civitas Akademika Unika Widya Karya Malang dalam rangka memasuki masa Prapaskah, masa Retret Agung selama 40 hari ke depan, mengikuti perayaan Misa Rabu Abu (18/2) bertempat di Aula St. Thomas Aquinas. Perayaan Ekaristi atau Misa dipimpin oleh Rm. E. Eko Putranto, O.Carm.

Mengawali Misa, semua umat mendapat penerimaan abu di dahi sebagai penanda awal masa Prapaskah, simbol kerendahan hati dan pertobatan, serta sebagai pengingat akan kefanaan manusia, bahwa manusia itu berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu. Tanda silang di dahi yang berasal dari daun palma tahun sebelumnya (saat Misa Minggu Palma) yang dibakar dan telah menjadi abu, merupakan ajakan bagi umat beriman untuk bertobat, memperbarui hidup, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Dalam khotbahnya, Romo Eko mengingatkan bahwa manusia itu begitu rapuh. Dalam kerapuhannya tersebut manusia harus senantiasa mengingat Sang Pencipta-Nya. Ada tiga pilar yang bisa dipakai untuk mendekatkan diri, yaitu melalui doa, puasa, dan derma. Namun demikian, ketiga hal tersebut harus dilakukan dengan ketulusan hati supaya tidak terjebak dalam pertunjukkan atau pencitraan.

“Seperti tukang periuk menggunakan tanah untuk menghasilkan periuk yang baik, perlu diproses terlebih dahulu. Tanah yang keras saja tidak akan menghasilkan sebuah periuk. Maka perlu diolah, bahkan dibakar supaya menjadi kuat dan indah. Kita pun berasal dari tanah. Supaya menjadi ‘indah’ perlu proses berubah dari sekadar tanah dan menjadi periuk yang indah serta berharga. Doa, puasa, dan derma yang tulus bisa membantu proses menjadi manusia yang lebih baik di hadapan Tuhan,” ungkap Romo Eko dalam khotbahnya.

Misa yang berlangsung dengan khidmat tersebut juga diiringi oleh Santo Thomas Aquinas Choir, grup Paduan Suara kebanggaan UKWK dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara dibawah asuhan Kak Oki. Santo Thomas Aquinas Choir baru meraih prestasi mendapat Gold III Medal dalam ajang Brawijaya Choir Festival yang digelar pada 5 Februari yang lalu.

Seusai Misa, dosen dan tenaga kependidikan kembali ke tempat tugas masing-masing, sedangkan mahasiswa bersiap mengikuti perkuliahan jam kedua karena yang kosong hanya yang jam pertama saja.

 

(AInd.)