Kegiatan Pengabdian Masyarakat

Dosen Unika Widya Karya Malang Berdayakan Masyarakat Jatiguwi Melalui Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme

Tim dosen dari Universitas Katolik Widya Karya (UKWK) Malang menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Penyuluhan dan Pelatihan Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga Melalui Pembuatan Eco-Enzyme untuk Pembangunan Berkelanjutan”. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 2 Juli 2026, bertempat di GSJA Immanuel Jatiguwi kecamatan Sumberpucung kabupaten Malang ini menghadirkan tiga dosen dari lintas program studi, yaitu Ibu Melania Awuk, S.P., M.P. dari Program Studi Agribisnis, Bapak Saverius Dhuri Mbipi, S.Ak., M.Ak. dari Program Studi Akuntansi, dan Bapak Deny Andreas Krismawan, S.H., M.H. dari Program Studi Hukum.

Sinergi antar disiplin ilmu yang diusung tim ini menjadi kekuatan utama kegiatan. Ibu Melania Awuk memberikan materi mengenai potensi sampah organik rumah tangga dan prospek agribisnis dari produk ramah lingkungan . Sementara itu, Bapak Saverius Dhuri Mbipi dan Bapak Deny Andreas Krismawan, yang juga aktif dalam kegiatan pengabdian dan webinar lintas prodi di Unika Widya Karya, turut memperkaya sesi dengan perspektif pengelolaan usaha dan aspek kepatuhan dalam pemanfaatan sumber daya . “Kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga memiliki dimensi ekonomi dan hukum yang perlu dipahami bersama,” ujar Bapak Saverius Dhuri Mbipi.

Puncak dari kegiatan ini adalah sesi pelatihan dan praktik langsung pembuatan eco-enzyme. Peserta, yang mayoritas adalah ibu-ibu rumah tangga, diajak untuk mempraktikkan sendiri cara mengolah limbah dapur seperti kulit buah dan sisa sayuran menjadi cairan serbaguna yang bermanfaat . Metode demonstrasi dan praktek langsung ini dipilih agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat segera diterapkan di rumah masing-masing.

Eco-enzyme yang merupakan hasil fermentasi dari campuran sampah organik, gula/Molase, dan air dengan perbandingan 1:3:10, memiliki beragam manfaat . Selain dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), cairan ini dapat digunakan sebagai pembersih lantai, penghilang bau, pupuk organik cair untuk tanaman, hingga pestisida alami . Sesi praktik berlangsung interaktif; para peserta terlihat antusias bertanya mengenai proses fermentasi yang memakan waktu sekitar 90 hari serta cara perawatan yang benar agar hasilnya optimal.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Unika Widya Karya Malang dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta poin ke-15 tentang Ekosistem Daratan . Dengan memberikan solusi sederhana namun berdampak, para dosen berharap masyarakat Jatiguwi dapat menjadi pelopor perubahan dalam pengelolaan sampah di lingkungannya. “Kami tidak hanya ingin memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa sampah dapat disulap menjadi berkah yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari,” tutup Bapak Deny Andreas Krismawan.

PUBLIKASI PENGABDIAN MASYARAKAT