Kabar UKWK

Mahasiswa Universitas Katolik Widya Karya Malang Ikuti Intercultural Student Camp (ISC) JAKA APTIK 2025 di Bandung

 

 

Bandung, 6–9 Oktober 2025 — Dua perwakilan mahasiswa Universitas Katolik Widya Karya (UKWK) Malang, yaitu Raul dan Nicholas Chander keduanya dari Program Studi Manajemen, berkesempatan mengikuti kegiatan Intercultural Student Camp (ISC) yang diselenggarakan oleh Jaringan Antar Kampus APTIK (JAKA APTIK) bekerja sama dengan Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) di Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini mengusung tema “Menjadi Pemimpin dalam Kebhinekaan” dan diikuti oleh mahasiswa perwakilan dari 26 perguruan tinggi Katolik di seluruh Indonesia.
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan Misa Pembukaan dan sambutan panitia, kemudian dilanjutkan dengan sesi refleksi bersama Rm. Aloysius Wahyu Endro Suseno yang membawakan materi berjudul “Aku: Orang Muda Katolik”. Dalam sesi tersebut, peserta diajak mengenal diri, belajar bertanggung jawab, serta memahami proses menuju kedewasaan melalui tayangan video dan diskusi interaktif. Peserta juga diajak merenungkan fenomena kehidupan anak muda masa kini serta pentingnya menemukan identitas dan tujuan hidup. Pesan utama dari sesi ini adalah bahwa setiap orang muda Katolik dipanggil untuk mengaktualisasikan diri secara bertanggung jawab dan menjadi pembawa perubahan bagi sesama.


Kegiatan hari kedua diisi dengan Forum Group Discussion (FGD) “Rembug Jagat”, di mana para peserta berdiskusi dan mempresentasikan berbagai ide kreatif untuk menjawab isu sosial dan kebangsaan. Beberapa gagasan yang muncul antara lain tentang kesehatan mental mahasiswa, pemberdayaan desa pengrajin batik, dampak lingkungan dari tambang nikel, serta etika penggunaan Artificial Intelligence (AI) di era modern. Pada malam hari, peserta mengikuti sesi Mental Health “Discover, Recover, Deliver” bersama Jesica Farolan, yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan tubuh, emosi, mental, dan spiritual agar mampu menjadi pribadi yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar.


Hari ketiga diisi dengan kegiatan Ngaleut Bandung, yaitu perjalanan mengenal budaya lokal dan sejarah kota Bandung, termasuk kunjungan ke kawasan Pecinan. Setelah itu, peserta melanjutkan kegiatan di Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) untuk mengikuti Talkshow bertema “Eco + AI = EntrepreNEWship”, yang mengajak mahasiswa melihat potensi teknologi dan kewirausahaan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami bahwa AI dapat menjadi peluang besar untuk berinovasi, namun tetap harus digunakan secara bijak dan berlandaskan nilai kemanusiaan.

Hari terakhir diisi dengan Sesi Peneguhan bertema “Ngahiji, Ngaronjat, Ngabakti” yang mengajak peserta untuk meneguhkan komitmen dalam menghidupi nilai kebersamaan, solidaritas, dan kebhinekaan ketika kembali ke kampus masing-masing. Kegiatan kemudian ditutup dengan Misa Penutup sebagai simbol syukur atas seluruh proses pembelajaran dan perjumpaan lintas budaya yang telah berlangsung selama empat hari.
Melalui keikutsertaan dalam ISC JAKA APTIK 2025, mahasiswa Universitas Katolik Widya Karya Malang mendapatkan pengalaman berharga dalam pengembangan diri, refleksi spiritual, dan kolaborasi lintas budaya. Kegiatan ini menjadi wadah pembentukan karakter bagi generasi muda Katolik agar mampu menjadi pemimpin yang berintegritas, terbuka, dan berjiwa sosial. Semangat “Menjadi Pemimpin dalam Kebhinekaan” yang diusung dalam kegiatan ini diharapkan terus hidup dan menginspirasi mahasiswa untuk berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.