Salah satu tantangan utama dalam bisnis e-commerce adalah tingginya tingkat pembatalan pesanan (cancel order), yang dapat berdampak langsung pada reputasi toko dan kepercayaan calon pembeli. Hal ini juga dialami oleh salah satu merchant kategori mainan edukasi anak di Shopee, yang memiliki tingkat pembatalan transaksi cukup tinggi meski rating tokonya tergolong baik. Melihat fenomena tersebut, tim peneliti dari Program Studi Sistem Informasi yaitu FX. Agung Perkasa Jampur.,S.Kom,M.M melakukan analisis mendalam terhadap data transaksi selama satu bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor metode pembayaran dan opsi pengiriman memiliki pengaruh terhadap kemungkinan terjadinya cancel order, sehingga dapat menjadi dasar strategi perbaikan bagi pelaku UMKM yang berjualan secara online.
Temuan Riset
Melalui analisis statistik menggunakan uji Chi-Square dan pemodelan regresi logistik, penelitian ini menemukan bahwa metode pembayaran dan opsi pengiriman ternyata memiliki hubungan yang signifikan dengan status pesanan. Metode pembayaran tertentu—terutama Online Payment, ShopeePay, dan SPayLater—menunjukkan kecenderungan lebih tinggi dalam pembatalan pesanan apabila pembayaran tidak segera diselesaikan oleh pembeli. Sementara itu, dari sisi pengiriman, opsi seperti Reguler (Cashless) dan Hemat lebih sering dikaitkan dengan pembatalan dibandingkan layanan cepat seperti Same Day. Model prediksi yang dibangun mencapai akurasi 98,47%, menunjukkan kemampuan sangat baik dalam mengestimasi potensi cancel order. Temuan ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dan merchant e-commerce dalam merumuskan strategi pembayaran dan pengiriman yang lebih efektif untuk menekan pembatalan pesanan dan meningkatkan tingkat penyelesaian transaksi.

