Kabar UKWK

Webinar UKWK Undang Reviewer PKM Nasional untuk Mendorong Prestasi Mahasiswa di Tahun 2026

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan program Kemdiktisaintek bagi seluruh mahasiswa di semua Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia baik PTN maupun PTS. Oleh karenanya Universitas Katolik Widya Karya Malang pada Sabtu, 6 Desember 2026 mengundang reviewer PKM Nasional yakni Etsa Astridya Setiyati, S.E., PGDipBus, M.Com. sebagai pemateri Webinar Strategi Lolos PKM 2026. Kegiatan Webinar diawali sambutan Wakil Rektor III Dr. Celina Tri Siwi Kristiyanti, S.H., M.Hum. bahwa kegiatan ini merupakan upaya agar para mahasiswa mampu mempersiapkan proposal PKM jauh-jauh hari, sehingga peluang lolos dan didanai cukup besar. Lolos PKM merupakan prestasi bukan mahasiswa secara pribadi namun berdampak bagi masyarakat dan institusi. Peserta sejumlah 105 terdiri dari mahasiswa internal Unika Widya Karya dari 8 prodi yakni Hukum, Akuntansi, Manajemen, Sipil, Mesin, Sistem Informasi, Agribisnis, Teknologi Pertanian, peserta eksternal maupun para dosen. Bertindak sebagai moderator webinar adalah dosen Sistem Informasi Unika Widya Karya Malang Muhammad Bahauddin Alfan, S.T., M.Kom. sekaligus sebagai Ka.PUSTIK dan dosen pendamping PKM UKWK.

Materi yang disampaikan pemateri sangat sistematis, disertai contoh konkrit pada masing-masing jenis skema PKM baik penelitian maupun pengabdian masyarakat (abdimas). Selaku Reviewer nasional sejak 2021 Ibu Etsa menggarisbawahi bahwa seringkali karena ketidakcermatan dalam masalah administratif yang sepele, proposal gugur meski secara substansi sangat baik. Proposal cacat administratif misalnya nama tim disingkat seharusnya tidak boleh, tahun anggaran tidak sesuai masih gunakan yang sebelumnya, jumlah anggaran melebihi yang ditentukan atau kurang sebaiknya pas dalam pengalokasian anggaran demikian dengan pelaporan. Hal ini bisa diantisipasi dengan melibatkan mahasiswa dengan seleksi tertentu untuk membantu cek persyaratan administratif proposal PKM, kepadanya diberikan poin serta sertifikat sebagai portofolio mahasiswa saat lulus.

Mahasiswa antusias dengan adanya webinar ini dengan memberikan pertanyaan antara lain Wellys prodi Sistem Informasi angkatan 2025 apakah boleh dalam satu tim beda prodi dan angkatan. Dijawab pemateri boleh asalkan saat didanai mahasiswa belum lulus masih terdaftar.

Pertanyaan Willy mahasiwa beasiswa Adik dari Papua prodi hukum bertanya bagaimana jika didanai namun pada saat pelaksanaan tidak selesai, jawaban pemateri tentu hal ini tidak dikehendaki karena kredibilitas kampus menjadi kurang baik, harus mengembalikan dana kepada negara. Maka dosen pendamping harus benar-benar mengawasi log aktifitas mahasiswa yang harus diinput di simbelmawa.

Penanya terakhir Angela Diana dari prodi hukum UKWK yang juga MC Webinar, “bagaimana jika proposal salah skema yang seharusnya pengabdian ditulis penelitian apakah boleh direvisi” dijawab pemateri bahwa hal tersebut dapat diperbaiki internal sepanjang belum disubmit di simbelmawa.

Pesan pemateri di akhir webinar mahasiswa supaya mencoba, jangan takut gagal, justru dengan kegagalan akan tahu kesalahan dan belajar memperbaiki diri dengan menggali potensi dan lebih kreatif.

Webinar ini sebagai awalan yang baik agar mahasiswa semakin kreatif, inovatif dan mampu menuangkan ide, gagasan sesuai pedoman PKM 2026. (CTSK)