Kabar UKWK

Kuliah Tamu dari Alumni Unika Widya Karya

Sinergi yang baik antara Alumni Unika Widya Karya, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik UKWK dengan menghadirkan tamu inspiratif yakni Bapak Liem Sutono yang juga  seorang alumni berprestasi dari Unika Widya Karya.  Acara yang dihadiri oleh mahasiswa dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik ini juga dihadiri oleh para dosen dari kedua fakultas tersebut.

Dalam paparananya, Bapak Liem Sutono menjelaskan mengenai inovasi  pengolahan tempe dan kripik tempe dengan mesin otomatis lewat usaha yang dirintisnya melalui PT Pendekar Tempe Sakti.  PT Pendekar Tempe Sakti telah berhasil mengintegrasikan teknologi modern dalam industri tempe yang identik dengan tradisi melalui brand “Tempe Hienak”, yang merupakan akronim dari Higienis dan Enak.

Sesi inti presentasi berfokus pada dua poin utama:

  1. Pengolahan Tempe Otomatis. Pada bagian ini Bapak Liem Sutono menjelaskan secara detail proses otomatisasi dalam produksi tempe. Beliau memaparkan bahwa penggunaan mesin otomatis telah merevolusi setiap tahapan, mulai dari pencucian kedelai, perebusan, hingga proses fermentasi dan pencetakan. Keunggulan utama dari otomatisasi ini adalah kemampuan untuk mengontrol suhu dan kelembaban secara presisi, yang menghasilkan tempe berkualitas tinggi, seragam, dan higienis. Selain itu, efisiensi produksi meningkat drastis, memungkinkan perusahaan memproduksi ribuan papan tempe setiap hari dengan minimnya risiko kegagalan.
  2. Produksi Kripik Tempe Otomatis Tidak hanya tempe batangan, inovasi juga merambah pada produksi kripik tempe. Bapak Liem Sutono memaparkan penggunaan mesin pengiris otomatis yang menjamin ketebalan irisan tempe yang seragam, kunci utama untuk kripik yang renyah sempurna. Proses penggorengan juga dilakukan dengan mesin penggoreng otomatis yang dilengkapi pengatur suhu, memastikan kematangan merata, warna keemasan, dan cita rasa tempe yang otentik. Otomatisasi ini memungkinkan PT Pendekar Tempe Sakti untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi, baik domestik maupun internasional.

Kuliah tamu ini diharapkan tidak hanya memberikan wawasan, tetapi juga menginspirasi para mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang mereka pelajari guna menciptakan dampak nyata dalam industri. Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif, menunjukkan antusiasme peserta terhadap topik yang disampaikan. Kuliah tamu ini menjadi bukti nyata bahwa kombinasi tradisi dan teknologi modern dapat membuka peluang baru yang signifikan dalam industri pangan Indonesia.

(MP)