Kabar UKWK

PELATIHAN BAGI DOSEN PENDAMPING AKADEMIK (DPA) APTIK : MENJADI FORMATUR MAHASISWA

Jaringan Kemahasiswaan (JAKA) Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyelenggarakan Pelatihan Bagi Dosen Pendamping Akademik (DPA) pada tanggal 10 – 11 Juli di Yogyakarta yang diberi tema “Menjadi Formatur Mahasiswa”, diikuti oleh 44 dosen anggota APTIK. Hadir dari Unika Widya Karya Malang adalah Dr. Celina Tri Siwi Kristiyanti, S.H., M.Hum yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan dan alumni.

Kegiatan pelatihan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan berbagai permasalahan mahasiswa yang makin beragam dan rumit sehingga dibutuhkan kampus yang kondusif di tengah meningkatnya tuntutan beban administrasi bagi para akademisi/dosen demikian yang disampaikan Rm. Albertus Bagus Laksana, S.J., S.S., Ph.D. selaku koordinator JAKA APTIK pada sambutan pembukaan pelatihan. Lebih lanjut Rm. Bagus menerangkan bahwa pendidikan Katolik perlu melihat lebih ke dalam, memperluas jaringan yang ada “Impact”, mahasiswa APTIK perlu mendapat keuntungan dari keikutsertaan lembaga sebagai anggota APTIK.  Salah satu upaya melalui pelatihan bagi Dosen Pendamping Akademik (DPA) dibuat terformulasi sehingga mahasiswa di kampus bukan semata-mata akademis tetapi experience. Tidak mungkin jadi pengalaman jika tidak dibimbing, hal ini membutuhkan mentor sehingga pendidikan Katolik dengan slogan pendidikan transformatif  dapat terwujud.

                Kegiatan pelatihan dipandu oleh 2 (dua) fasilitator yakni Rm. Dr. L. Suharjanto, S.J., M.A. dan Dr. Yohana Titik Kristiyani, M.Psi.  proses pelatihan selain pemberian materi, dilengkapi refleksi dengan diskusi kelompok agar masing-masing DPA yang hadir memulai berproses dengan mengalami, mengenal diri sendiri yang biasa digunakan di setiap materi soft skills. Materi pelatihan selama 2 hari mencakup topik (1) formatio dalam karya pendidikan; (2) membangun narasi diri; (3) dinamika batin; (4) mengelola sesi refleksi. Keterlibatan dalam pendidikan merupakan suatu “Ministry” atau perutusan dalam karya keselamatan Kristus di dunia, dimana keselamatan dimengerti sebagai perkembangan utuh jasmani dan rohani.  Pendidikan sebagai formasio, pendidik sebagai formator dan profesi dosen sebagai panggilan (calling, vocation, ministry). Dilihat dari fungsinya, pendidikan sebagai formasio pasti melangsungkan transformasi. Institusi pendidikan maupun insan pendidikan perlu sama-sama menyadari, mengusahakan, merefleksikan dan mengevaluasi terjadinya transformasi. Mahasiswa diharapkan mampu menghidupi kehidupan yang reflektif “SADAR” buah kesadaran yang diolah perlu mindfulness, awareness, resilience, mengakomodasi nilai sebagai core universitas Katolik. Dosen memiliki spirit CURA PERSONALIS maksudnya tahu yang didampingi seperti apa agar mengenal sungguh-sungguh dalam bertumbuh dan berkembang para mahasiswanya.

                Kegiatan pelatihan diakhiri sambutan Direktur Program APTIK Augustinus Widyaputranto, S.S., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan ini meski waktu singkat tetapi justru dirasa sebagai kemewahan karena banyak perguruan tinggi saat ini tidak banyak yang membicarakan ingin seperti apa mahasiswa didampingi. Bicara “value” dirasakan sulit karena terbiasa mengapresiasi rekognisi, pelatihan ini merefleksikan mahasiswa seperti apa yang ingin bertumbuh dan dosen seperti apa untuk berkembang. Pelatihan untuk DPA akan ditindaklanjuti APTIK dengan model hybrid sehingga dapat diikuti lebih banyak dosen sehingga melalui kegiatan ini mahasiswa APTIK merasakan dampaknya.

                Seluruh rangkaian kegiatan selama 2 hari 1 malam ditutup misa oleh Rm. Bagus, saat homili memberikan pesan bahwa sebagai formatur dibutuhkan refleksi serta kesabaran membaca situasi dari kacamata iman dalam konteks sebagai karya Tuhan, selalu ada harapan karena Tuhan ikut bekerja meski dirasakan berat di tengah berbagai tantangan di perguruan tinggi saat ini.  Perlu komitmen dengan  kolaborasi, semangat solidaritas di APTIK bahwa perguruan tinggi merupakan tempat bertumbuh, tempat pengharapan bagi mahasiswa. (CTSK)