Kabar UKWK

Langkah Nyata Menuju Urban Farming yang Efisien dan Berkelanjutan

Meski langit sempat menurunkan hujan, semangat ibu-ibu PKK RT 01 RW 04 Karanglo Indah tak surut untuk mengikuti kegiatan sosialisasi Pra Sekolah Lapang Urban Farming bersama tim dosen Universitas Katolik Widya Karya (UKWK) Malang (15 Juni 2025). Bertempat di kebun toga setempat, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkenalkan teknologi irigasi tetes sebagai solusi pertanian perkotaan yang hemat air dan ramah lingkungan.

Kegiatan yang digagas oleh tim pengabdian masyarakat lintas program studi UKWK – Teknik Sipil (Dr. Sunik, S.T., M.T dan Sendy), Agribisnis (Sari dan Puri), serta Akuntansi (Lis Lestari) – merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Hibah Kemendiktisaintek tahun akademik 2024/2025. Acara ini dipandegani oleh Dr. Sunik, S.T., M.T. dan menggandeng langsung ibu-ibu PKK sebagai mitra aktif dalam transformasi kebun toga menjadi model pertanian urban berkelanjutan.

Dengan tema utama “Optimalisasi Air melalui Irigasi Tetes”, para peserta dibekali pemahaman teoritis dan praktis mengenai sistem irigasi   tetes – sebuah teknologi pertanian yang menyalurkan air langsung ke akar tanaman secara perlahan dan efisien. Irigasi ini terbukti mampu menghemat air hingga 60% dibanding sistem konvensional, menjadikannya solusi ideal di tengah keterbatasan lahan dan air di kawasan urban.

Acara berlangsung dinamis dan interaktif. Peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui pengetahuan awal, kemudian menerima materi sosialisasi yang disampaikan para dosen UKWK. Diskusi dua arah berlangsung hangat, memperlihatkan antusiasme tinggi dari para ibu rumah tangga yang ingin mulai mengelola kebun secara lebih modern.

Sebagai penutup, peserta dibagi dalam kelompok bedengan untuk diskusi terarah (FGD) guna merancang implementasi nyata irigasi tetes di lahan masing-masing. Tak hanya sebagai penerima manfaat, para ibu diajak menjadi pelopor perubahan – dari yang semula berkebun secara tradisional menjadi urban farmer yang adaptif terhadap teknologi.

Kegiatan ini menjadi contoh sinergi ideal antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan solusi nyata untuk tantangan pangan dan lingkungan. Harapannya, keberhasilan inisiatif ini di Karanglo Indah dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk menerapkan praktik pertanian perkotaan yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan.